Logo
>

Klaster Buah Naga Banyuwangi Naik Kelas Berkat Program BRI

Lewat Program Klasterku Hidupku, BRI mendukung petani buah naga Banyuwangi melalui akses modal, pelatihan, dan penguatan ekosistem usaha.

Ditulis oleh Harun Rasyid
Klaster Buah Naga Banyuwangi Naik Kelas Berkat Program BRI
Cerita petani buah naga Banyuwangi: bangkit lewat program Klaster Hidupku dari BRI. Foto: dok. Antara Foto

Poin Penting :

    KABARBURSA.COM - Banyuwangi sejak lama dikenal sebagai salah satu lumbung pertanian di Jawa Timur.

    Di tengah upaya petani mencari komoditas bernilai tambah, buah naga muncul sebagai salah satu pilihan yang berkembang pesat.

    Dari dinamika tersebut, lahir Klaster Petani Buah Naga (Panaba) Banyuwangi yang kini menjadi contoh penguatan usaha tani berbasis kolaborasi.

    Klaster Panaba dipimpin oleh Edy, petani yang melihat peluang buah naga sebagai komoditas unggulan dan mengajak petani lain untuk mengembangkan budidaya secara kolektif. Klaster ini resmi dibentuk pada 2016, saat produksi buah naga di Banyuwangi meningkat, namun diiringi persoalan teknis dan tekanan harga pasar.

    “Klaster buah naga ini kami bentuk pada tahun 2016. Waktu itu, jumlah tanaman buah naga di Banyuwangi mulai banyak, namun mulai muncul berbagai masalah, seperti serangan penyakit dan pasar yang menjadi over saat produksi meningkat. Makanya kami membentuk Klaster Petani Buah Naga (Panaba) untuk mengatasi masalah tersebut bersama teman-teman petani,” kata Edy dalam keterangan resmi BRI, Selasa 3 Februari 2026.

    Lebih lanjut, keberadaan klaster tersebut membuka ruang koordinasi antarpetani, mulai dari berbagi pengetahuan budidaya hingga penyusunan strategi pemasaran. Salah satu fungsi penting Panaba adalah menjaga stabilitas harga agar petani tidak dirugikan oleh fluktuasi pasar.

    “Pedagang yang ikut klaster mengikuti pedoman harga. Misalnya, jika di pasar Rp10 ribu, mereka membeli dari petani minimal Rp7 ribu. Pedagang yang tidak ikut klaster biasanya memanfaatkan situasi dengan membeli lebih murah. Untuk anggota klaster, kami beri kode dan panduan harga,” ujar Edy.

     

    Dari ladang ke pasar, Klaster Buah Naga Banyuwangi jadi lebih maju didorong BRI. Foto: dok. Antara Foto

     

    Penguatan klaster Panaba semakin terasa setelah mendapatkan pendampingan melalui Program Klasterku Hidupku yang dijalankan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk sejak 2017.

    Program Bank BRI ini memberikan dukungan permodalan, pelatihan, hingga penguatan kapasitas usaha petani.

    “Dengan pendampingan dari BRI, petani jadi lebih berani mengembangkan usaha. Apalagi kalau mau pakai teknologi, itu kan butuh modal besar. Kalau sendiri, berat,” sebut Edy.

    Salah satu fokus pendampingan adalah penerapan teknologi lampu untuk mengatur siklus produksi buah naga agar tidak bergantung musim. Inovasi ini memungkinkan produksi lebih stabil sepanjang tahun dan meningkatkan kualitas panen.

    Teknologi tersebut telah dikembangkan Panaba sejak 2013 dan terus diperkuat melalui dukungan BRI.

    “Bentuk pemberdayaan dari BRI itu mendukung kegiatan-kegiatan klaster. Ada juga bantuan berupa pelatihan, seperti mendatangkan pakar supaya petani bisa belajar langsung. Selain itu, BRI juga mempermudah akses pinjaman modal. Kalau petani sudah punya tanaman buah naga, proses pinjamannya tidak ribet dan tidak perlu agunan yang sulit,” ujarnya.

    Menurut Edy, pendampingan tersebut meningkatkan kepercayaan diri petani untuk mengembangkan usaha secara berkelanjutan. “Dengan adanya pendampingan dari BRI ini, petani jadi lebih yakin dan lebih berani untuk mengembangkan usaha buah naganya. Petani tidak jalan sendiri,” kata Edy.

    BRI Dorong Klasterku Hidupku Jadi Penggerak Ekonomi Daerah

    Sementara itu Direktur Micro BRI, Akhmad Purwakajaya, menegaskan bahwa Program Klasterku Hidupku dirancang untuk mendorong UMKM naik kelas, khususnya di sektor produksi yang menjadi tulang punggung ekonomi daerah.

    Melalui pendekatan klaster, BRI tidak hanya menyediakan akses pembiayaan, tetapi juga membangun ekosistem usaha yang mendorong kolaborasi, peningkatan skala produksi, dan daya saing lokal.

    “Dengan pendekatan ini BRI berharap klaster usaha yang berhasil berkembang dapat menjadi referensi dan role model bagi UMKM di daerah lainnya. Semoga cerita inspiratif dari Klaster Usaha Panaba di banyuwangi menjadi kisah inspiratif yang dapat direplika oleh pelaku usaha di daerah,” jelasnya.

    Soal pencapaian, BRI hingga akhir 2025 tercatat telah membina 42.682 klaster usaha di berbagai daerah, dengan 3.001 kegiatan pemberdayaan berupa pelatihan usaha serta dukungan sarana dan prasarana produksi.

    Pembinaan difokuskan pada sektor-sektor yang memiliki daya ungkit tinggi terhadap perekonomian daerah. (info-bks/*)

    Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

    Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

    Gabung Sekarang

    Jurnalis

    Harun Rasyid

    Harun Rasyid adalah jurnalis KabarBursa.com yang fokus pada liputan pasar modal, sektor komersial, dan industri otomotif. Berbekal pengalaman peliputan ekonomi dan bisnis, ia mengolah data dan regulasi menjadi laporan faktual yang mendukung pengambilan keputusan pelaku pasar dan investor. Gaya penulisan lugas, berbasis riset, dan memenuhi standar etika jurnalistik.