Logo
>

Komitmen Hijau BRI dalam Earth Hour, Jaga Energi-Turunkan Emisi

Soroti pentingnya Earth Hour, BRI dorong efisiensi energi, panel surya, dan program mangrove untuk tekan emisi serta perkuat komitmen ESG berkelanjutan.

Ditulis oleh Harun Rasyid
Komitmen Hijau BRI dalam Earth Hour, Jaga Energi-Turunkan Emisi
Langkah BRI jalankan bisnis berbasis ESG usai momentum Earth Hour. Foto: dok. BRI

KABARBURSA.COM - Momentum Earth Hour yang diperingati setiap 28 Maret pukul 20.30 hingga 21.30 patut diketahui setiap orang di dunia.

Bagi PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (Persero) atau BRI, Earth Hour merupakan aksi sederhana yang bisa berdampak besar jika dilakukan bersama.

Meski telah berlalu dan lampu telah kembali menyala, Earth Hour menjadi peringatan akan pentingnya upaya efisiensi energi dan penurunan emisi. Sebab menjaga ketersediaan energi adalah 'pekerjaan rumah' bagi setiap manusia. Sehingga upaya efisiensi, termasuk bijak menggunakan energi ini tidak boleh berhenti.

Sejak digagas pada 2007, Earth Hour telah berkembang menjadi gerakan global yang melibatkan jutaan partisipan di lebih dari 180 negara.

Diketahui, Earth Hour adalah aksi mematikan lampu selama satu jam di berbagai belahan dunia. BRI menilai, Earth Hour bukan sekadar simbol, tetapi bukti bahwa perubahan kolektif mampu menekan konsumsi energi secara nyata.

Dampak pelaksanaan Earth Hour di berbagai kota dunia terbukti mampu menurunkan konsumsi listrik hingga 10 sampai 15 persen dalam satu jam.

Sedangkan di Indonesia, penghematan listrik bahkan mencapai sekitar 300 MW (Mega Watt), atau setara kebutuhan listrik 200 ribu rumah atau hingga 700 ribu orang.

Angka ini menegaskan dampak konkret dari gerakan kolektif. Upaya ini dinilai sejalan dengan semangat BRI yakni terus memperkuat praktik keberlanjutan di internal perusahaan.

Langkah ini diwujudkan melalui pengelolaan energi di lingkungan kerja, mulai dari penggunaan lampu LED, optimalisasi operasional fasilitas kantor seperti lift, hingga pembiasaan efisiensi energi dengan mematikan dan mencabut perangkat elektronik saat tidak digunakan.

Perseroan berkode saham BBRI tersebut, juga mendorong transformasi melalui konsep green building, digitalisasi layanan perbankan, serta pemanfaatan energi baru terbarukan dalam operasionalnya.

Direktur Legal & Compliance BRI, Mahdi Yusuf menyatakan, keberlanjutan telah menjadi bagian dari aktivitas bisnis sehari-hari.

“Di BRI, keberlanjutan dijalankan sebagai bagian dari aktivitas kerja sehari-hari. Langkah ini tidak hanya berkontribusi pada penurunan emisi, tetapi juga membentuk budaya kerja yang lebih sadar terhadap dampak lingkungan. Keberlanjutan menjadi landasan strategis bagi Perseroan dalam menjalankan bisnis secara bertanggung jawab,” ungkapnya lewat keterangan resmi, Rabu 1 April 2026.

Lebih lanjut, BRI juga memperluas inisiatif melalui implementasi Green Network. Hingga akhir 2025, perusahaan telah memasang panel surya di 152 unit kerja dan mengoperasikan 926 kendaraan ramah lingkungan.

Langkah ini berkontribusi menurunkan emisi operasional sebesar 9,6 persen dibandingkan baseline 2022.

Tak hanya itu, program Zero Waste to Landfill mencatat penghindaran emisi sebesar 746,4 ton CO₂e (Karbondioksida Ekuivalen).

Sementara melalui program BRI Grow and Green, perusahaan merealisasikan penanaman 65.300 pohon mangrove hingga 2025, dengan potensi penyerapan karbon sekitar 43,43 ton CO₂e per tahun.

Mahdi menambahkan, berbagai inisiatif tersebut menjadi cerminan komitmen perusahaan dalam menjaga keseimbangan antara bisnis dan lingkungan.

“BRI berkomitmen menjaga keseimbangan antara kinerja bisnis dan tanggung jawab terhadap lingkungan. Melalui berbagai inisiatif yang dijalankan secara konsisten, Perseroan terus memperkuat penerapan prinsip ESG dalam mendukung pembangunan berkelanjutan serta menciptakan nilai tambah bagi seluruh stakeholders,” pungkasnya. (info-bks/*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Harun Rasyid

Harun Rasyid adalah jurnalis KabarBursa.com yang fokus pada liputan pasar modal, sektor komersial, dan industri otomotif. Berbekal pengalaman peliputan ekonomi dan bisnis, ia mengolah data dan regulasi menjadi laporan faktual yang mendukung pengambilan keputusan pelaku pasar dan investor. Gaya penulisan lugas, berbasis riset, dan memenuhi standar etika jurnalistik.