KABARBURSA.COM – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) memperkuat pengembangan kemampuan digital generasi muda melalui kolaborasi strategis antara Telkom University (TelU) dan National University of Singapore (NUS).
Telkom bersama TelU dan NUS sepakat bekerja sama di bidang pendidikan, riset, inovasi, hingga pengembangan teknologi digital seperti kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), keamanan siber, Internet of Things (IoT), data center, dan cloud computing.
Implementasi kerja sama ini ditandai
penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) yang digelar di Kampus Telkom University Jakarta, Senin, 6 Juli 2026.
Menurut pihak Telkom, kolaborasi tersebut merupakan tindak lanjut dari inisiatif Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian untuk memperkuat kerja sama Indonesia-Singapura dalam pengembangan ekonomi digital dan talenta.
Inisiatif tersebut mengemuka saat kunjungan kerja Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto ke Singapura pada April lalu.
Melalui kemitraan ini, TelU dan NUS bakal mengembangkan berbagai program, mulai dari graduate certificate programme, pertukaran mahasiswa dan dosen, riset bersama, hingga pengembangan inovasi di bidang AI, digital business, sustainability, logistik dan rantai pasok, serta teknologi digital lainnya.
Program tersebut diharapkan mampu memperluas kolaborasi riset sekaligus menghasilkan talenta yang sesuai dengan kebutuhan industri.
Direktur Strategic & Business Development Telkom, Seno Soemadji mengatakan, transformasi digital membutuhkan lebih dari sekadar infrastruktur dan teknologi.
Menurutnya, pengembangan sumber daya manusia (SDM) menjadi faktor utama untuk meningkatkan daya saing Indonesia di tingkat global.
"Transformasi digital tidak hanya membutuhkan infrastruktur dan teknologi, tetapi juga talenta kelas dunia serta ekosistem inovasi yang kuat. Kolaborasi antara Telkom University dan National University of Singapore merupakan langkah strategis untuk memperluas akses talenta Indonesia terhadap jejaring global, pengetahuan, dan praktik terbaik dunia," ujar Seno dalam keterangannya, Rabu, 8 Juli 2026.
Seno menambahkan, Telkom ingin berperan sebagai penghubung antara dunia pendidikan, industri, pemerintah, dan mitra internasional guna mempercepat lahirnya inovasi serta memperkuat ekosistem digital nasional.
"Telkom ingin terus menjadi orchestrator yang mempertemukan dunia akademik, industri, dan pemerintah. Melalui kolaborasi ini, kami berharap lahir lebih banyak program digital talent exchange, joint research, innovation partnership, hingga pengembangan solusi berbasis AI, cloud, cybersecurity, dan teknologi digital lainnya yang mampu menjawab kebutuhan industri. Kami percaya bahwa inovasi terbaik lahir dari kolaborasi lintas ekosistem, dan melalui sinergi ini kami ingin terus menumbuhkan talenta yang akan menjadi penggerak transformasi digital Indonesia," tambahnya.
Telkom juga menilai, kemitraan dengan NUS menjadi langkah strategis mengingat universitas tersebut merupakan salah satu perguruan tinggi terbaik dunia dan menempati peringkat kedelapan dalam QS World University Rankings 2026.
Kolaborasi ini diharapkan memperkuat kualitas pendidikan, riset terapan, serta memperluas akses sivitas akademika Telkom University ke jejaring internasional.
Sementara itu Senior Vice Provost National University of Singapore, Prof. Bernard C Y Tan menyambut positif kerja sama tersebut.
"Kami menyambut baik kerja sama dengan Telkom University dalam memajukan pendidikan, riset, dan inovasi. Kami meyakini kemitraan ini akan membuka berbagai peluang untuk pertukaran pengetahuan, pengembangan talenta, serta riset bersama yang dapat menjawab tantangan di tingkat regional maupun global. Kami berharap kolaborasi jangka panjang ini dapat memberikan dampak yang berarti bagi kedua institusi dan masyarakat," katanya.
Rektor Telkom University, Prof. Dr. Suyanto mengatakan, Indonesia masih membutuhkan lebih banyak talenta digital untuk mendukung percepatan transformasi digital dan mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.
"Indonesia masih membutuhkan lebih banyak talenta digital untuk mendukung transformasi digital dan mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. Melalui kemitraan dengan National University of Singapore, kami ingin menghadirkan berbagai program nyata, mulai dari pertukaran akademik, penelitian bersama, hingga pengabdian kepada masyarakat. Kami berharap kerja sama ini dapat memperkuat kualitas lulusan sekaligus memberikan pengalaman global yang semakin relevan dengan kebutuhan industri," tutup Suyanto. (Info-bks/*)