KABARBURSA.COM - Harga minyak dunia melonjak setelah Amerika Serikat melancarkan serangan baru ke Iran, memicu kekhawatiran terhadap keamanan Selat Hormuz yang dilalui sekitar 20 persen pasokan minyak global. Harga Brent naik mendekati USD80 per barel, sementara WTI turut menguat. Bagi Indonesia, lonjakan harga minyak berpotensi menambah beban subsidi energi, memicu inflasi, dan meningkatkan tekanan terhadap APBN jika berlangsung berkepanjangan.
INFOGRAFIS Trump Kembali Guncang Pasar, Minyak Melonjak