BRPT Diborong Habis-habisan di Tengah Rugi Operasional Rp877 Miliar
Aksi borong saham oleh Prajogo Pangestu belum mampu mengubah tekanan BRPT, di tengah rugi operasional, arus jual agresif, dan valuasi yang masih timpang antara PE dan PBV.
Terbit 26 Jan 2026 • Jurnalis Yunilawati
KABARBURSA.COM – Sudah tiga bulan terakhir ini saham PT Barito Pacific Tbk atau BRPT, berada di zona merah. Data yang dikutip dari Stockbit menunjukkan bahwa dalam tiga bulan terakhir saham BRPT anjlok hingga 28,85 persen dari harga saat ini.
Jika dilihat dalam satu bulan terakhir, saham BRPT merosot hingga 17,25 persen dan dalam seminggu ini, harganya terjun sebanyak 12,20 persen.
Sebagai Komisaris Utama PT Barito Pacific Tbk, Prajogo Pangestu tentunya tidak tinggal diam. Sejumlah aksi dilakukan, terutama memborong saham agar bisa terdongkrak naik. Dalam keterangan tertulis pada Jumat, 23 Januari 2026, diketahui bahwa PP telah memborong 5.000.000 lembar saham pada rentang harga Rp2.560 hingga Rp2.600 per lembarnya.
Menurut manajemen, aksi ini dilakukan untuk investasi dengan kepemilikan saham langsung. Dan pasca transaksi, kepemilikan saham PP di BRPT naik menjadi 66,906 miliar lembar saham atau setara dengan 71,3685 persen. Diketahui, sebelumnya PP hanya memiliki 66.901 miliar lembar atau setara dengan 71,363 persen.
Ingin Akses Lengkap Analisa Ini?
Anda sedang membaca bagian pembuka dari laporan analisis eksklusif. Untuk mendapatkan insight penuh, termasuk data penting dan proyeksi pasar. Ayo, segera upgrade ke Investor Pro sekarang juga.
Buka Akses PremiumTermasuk majalah bulanan, webinar eksklusif, dan forum diskusi bersama analis.