Buyback BBNI: Sinyal Valuasi Murah atau Strategi Stabilisasi Harga?
Analisis kuantitatif buyback Rp905 miliar BBNI: dampak ke EPS, ROE, CAR, valuasi di bawah historis, serta simulasi rebound harga untuk menguji apakah ini sinyal undervaluation atau strategi stabilisasi.
Terbit 04 Mar 2026 • Jurnalis Yunilawati
KABARBURSA.COM – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI), baru saja memperbarui keterbukaan informasi dengan menginformasikan rencana pembelian kembali saham atau buyback. Adapun nilai maksimal yang dipersiapkan untuk aksi ini sebesar Rp905,48 miliar. Angka tersebut sudah termasuk biaya transaksi sekitar 0,32 persen.
Menurut keterangan Perusahaan, buyback tersebut telah mendapatkan persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Selanjutnya, manajemen akan memintakan persetujuan kepada pemegang saham pada RUPS yang dijadwalkan berlangsung pada 9 Maret 2026.
Lalu, apakah buyback Rp905,48 miliar oleh Bank Negara Indonesia ini lebih kuat sebagai sinyal undervaluation atau justru merupakan instrumen stabilitas harga jangka pendek?
Ingin Akses Lengkap Analisa Ini?
Anda sedang membaca bagian pembuka dari laporan analisis eksklusif. Untuk mendapatkan insight penuh, termasuk data penting dan proyeksi pasar. Ayo, segera upgrade ke Investor Pro sekarang juga.
Buka Akses PremiumTermasuk majalah bulanan, webinar eksklusif, dan forum diskusi bersama analis.