Diguyur Asing, Saham Tidak Bergerak: Apa yang Sedang Disiapkan BIPI?
Arus beli asing besar bertemu suplai lama pasca-suspensi. Harga tertahan di tengah distribusi terstruktur, sementara pasar menunggu pembuktian proyek mini LNG yang baru berbicara pada 2026.
Terbit 23 Jan 2026 • Jurnalis Yunilawati
KABARBURSA.COM – Perdagangan saham Astrindo Nusantara Infrastruktur (BIPI) pada Jumat, 23 Januari 2026, terlihat kontras. Data transaksi menunjukkan foreign buy mencapai 207,27 juta saham, jauh melampaui foreign sell sebesar 43,05 juta saham.
Dari transaksi tersebut, dihasilkan nes shares positif sebanyak 164,22 juta saham. Secara statistik, angka ini merepresentasikan derasnya aliran beli dari investor asing.
Namun, respons harga justru bergerak berlawanan, dengan logika sederhana arus dana. Saham BIPI diperdagangkan di level 220, melemah 0,90 persen, dan tidak menunjukkan upaya pemulihan yang berarti meskipun data foreign flow terlihat sangat dominan di sisi beli.
Bahkan secara intraday, ruang pergerakan harga tetap terbatas, dan pasar belum menerjemahkan derasnya foreign buy sebagai katalis penguatan.Kondisi ini menempatkan BIPI pada situasi yang tidak lazim.
Paradoks ini menjadi semakin relevan karena BIPI baru memasuki hari kedua perdagangan pasca-suspensi. Pada fase ini, pasar umumnya sedang melakukan penyesuaian ulang terhadap valuasi dan distribusi kepemilikan.
Data foreign buy yang besar dapat dibaca sebagai sinyal partisipasi, tetapi belum tentu mencerminkan permintaan efektif yang mendorong harga. Ketika harga tetap tertahan bahkan melemah, muncul indikasi bahwa arus beli tersebut berhadapan dengan suplai yang sama besar atau lebih besar di level harga yang sama.
Ingin Akses Lengkap Analisa Ini?
Anda sedang membaca bagian pembuka dari laporan analisis eksklusif. Untuk mendapatkan insight penuh, termasuk data penting dan proyeksi pasar. Ayo, segera upgrade ke Investor Pro sekarang juga.
Buka Akses PremiumTermasuk majalah bulanan, webinar eksklusif, dan forum diskusi bersama analis.