Dikoleksi Asing Sampai ARA, BIPI Lanjut Ke Mana?
Lonjakan saham BIPI hingga ARA terjadi di tengah arus dana asing dan sentimen global energi. Namun struktur kenaikan yang vertikal membuat fase setelah reli menjadi krusial untuk diuji.
Terbit 05 Jan 2026 • Jurnalis Yunilawati
SAHAM energi melesat dan menjadi pendorong IHSG di sesi pertama perdagangan Senin, 5 Januari 2026. Naiknya saham-saham ini tersulut sentimen kecemasan pasar atas serangan Amerika Serikat terhadap infrastruktur energi Venezuela, setelah operasi militer yang menyeret penangkapan dramatis Nicolas Maduro.
Salah satu saham energi yang penampilannya kian ciamik adalah PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk, berkode emiten BIPI. Saham minyak dan gas ini mengalami lonjakan harga mencapai 28,26 persen, melesat menuju harga Rp118 per saham, dengan harga tertinggi pada sesi siang hari mencapai Rp124 per saham.
Tidak hanya sahamnya yang melesat, BIPI juga menjadi sasaran koleksi asing. Hingga sesi siang, net foreign buy BIPI terkoleksi sebanyak 234.128.400.
Pertanyaannya, kenaikan saham BIPI yang telah menyentuh ARA dan tingginya asing yang mulai mengoleksi, ke mana arah BIPI selanjutnya?
Ingin Akses Lengkap Analisa Ini?
Anda sedang membaca bagian pembuka dari laporan analisis eksklusif. Untuk mendapatkan insight penuh, termasuk data penting dan proyeksi pasar. Ayo, segera upgrade ke Investor Pro sekarang juga.
Buka Akses PremiumTermasuk majalah bulanan, webinar eksklusif, dan forum diskusi bersama analis.