Dividen Yield Nyaris 10 Persen, Mengapa Asing Ramai Melepas INTP?
Di tengah valuasi yang terdiskon, dividend yield mendekati dua digit, dan rekomendasi beli dari mayoritas analis, investor asing justru tercatat melakukan aksi jual bersih pada saham Indocement. Apa yang sebenarnya sedang dibaca pasar?
Terbit 30 May 2026 • Jurnalis Rio Alpin Pulungan
KABARBURSA.COM — Saham PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) sedang memperlihatkan pemandangan yang agak ganjil. Di tengah derasnya rekomendasi beli dari analis dan imbal hasil dividen yang mendekati dua digit, investor asing justru terlihat lebih sibuk keluar daripada masuk.
Sepanjang perdagangan Jumat, 29 Mei 2026, investor asing membukukan jual bersih Rp12,09 miliar. Padahal, harga saham INTP saat ini masih bertengger di Rp4.900 per saham, jauh di bawah target rata-rata 23 analis yang menempatkan valuasi emiten semen tersebut di level Rp7.005. Jika selisih itu sedemikian lebar, mengapa pasar masih memperlakukan INTP seperti barang diskonan yang tak banyak dilirik?
Ingin Akses Lengkap Analisa Ini?
Anda sedang membaca bagian pembuka dari laporan analisis eksklusif. Untuk mendapatkan insight penuh, termasuk data penting dan proyeksi pasar. Ayo, segera upgrade ke Investor Pro sekarang juga.
Buka Akses PremiumTermasuk majalah bulanan, webinar eksklusif, dan forum diskusi bersama analis.