Grab Tambah Porsi di SUPA: Sinyal Keyakinan Strategis atau Konsolidasi Kendali?
Akumulasi 353 juta saham dalam sebulan mendorong porsi Grab ke 14,29 persen dan agregasi ekosistem mendekati 31 persen, di tengah harga SUPA yang masih di bawah puncak pasca-IPO 1.230.
Terbit 24 Feb 2026 • Jurnalis Yunilawati
KABARBURSA.COM - Grab kembali menambah kepemilikan sahamnya di PT Super Bank Indonesia Tbk (SUPA) melalui A5-DB Holdings Pte. Ltd. Aksi tersebut dilakukan dalam tiga transaksi terpisah sepanjang Februari 2026.
Total ada 353,07 juta saham diserap dengan estimasi nilai sekitar Rp361 miliar. Transaksi ini secara otomatis mendorong porsi kepemilikan menjadi 14,29 persen dari sebelumnya 13,23 persen. Kenaikan tersebut dilakukan bertahap, bahkan pada harga yang lebih tinggi dibanding pembelian awal bulan.
Langkah ini terjadi di tengah tren penguatan harga SUPA dalam lima hari terakhir, meskipun belum kembali menyentuh level tertinggi pasca-IPO di 1.230.
Aksi akumulasi bertahap ini, yang dilanjutkan dengan kenaikan harga beli serta perubahan struktur kepemilikan, memunculkan pertanyaan yang lebih dalam, apakah ini sekadar investasi portofolio, atau bagian dari penataan ulang kendali dalam konsorsium bank digital tersebut?
Di balik angka transaksi dan perubahan persentase kepemilikan, terdapat dinamika struktur pemegang saham yang melibatkan Grab, Emtek, Singtel, KakaoBank, hingga GXS Bank. Ketika satu pihak meningkatkan porsi di tengah fase konsolidasi harga, arah strategi jangka menengah menjadi relevan untuk ditelusuri lebih jauh.
Ingin Akses Lengkap Analisa Ini?
Anda sedang membaca bagian pembuka dari laporan analisis eksklusif. Untuk mendapatkan insight penuh, termasuk data penting dan proyeksi pasar. Ayo, segera upgrade ke Investor Pro sekarang juga.
Buka Akses PremiumTermasuk majalah bulanan, webinar eksklusif, dan forum diskusi bersama analis.