Logo

Jejak Smart Money di Antara Rontoknya BUMI

Di tengah kejatuhan hampir 10 persen, BUMI justru mencatat net buy asing 1,09 miliar saham dan akumulasi broker Rp914 miliar. Apakah ini jejak smart money atau pertarungan distribusi yang belum usai?

Terbit 03 Jun 2026 • Jurnalis Yunilawati

Jejak Smart Money di Antara Rontoknya BUMI

KABARBURSA.COM - Saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) pada perdagangan sesi berjalan Rabu, 3 Juni 2026, melemah 9,94 persen ke level 145. Saham emiten batu bara milik Grup Bakrie ini nyaris menyentuh batas auto rejection bawah (ARB), meski nilai transaksi mencapai lebih dari Rp634 miliar.

Jika menilik lebih dalam pada data perdagangan beberapa pekan terakhir, cerita BUMI tidak sesederhana yang terlihat di layar harga. Ada jejak akumulasi yang cukup besar. Investor asing tercatat membukukan pembelian bersih lebih dari 1 miliar saham, sementara sejumlah broker yang kerap diasosiasikan dengan aliran dana institusi, juga terlihat aktif melakukan penyerapan di pasar reguler. 

Pertanyaannya, mengapa saham bisa terus tertekan ketika sebagian pelaku pasar justru sedang mengoleksinya?

Kontras antara tekanan harga dan derasnya akumulasi inilah yang membuat pergerakan BUMI layak dicermati lebih jauh. Apakah pasar sedang menyaksikan fase distribusi besar yang belum berakhir, atau justru ada proses pengumpulan saham yang berlangsung diam-diam di tengah kepanikan? 

Jejak yang tertinggal di balik data transaksi ini menjadi lebih menarik untuk dibaca dibanding sekadar melihat angka penurunan harga hari ini.

Ingin Akses Lengkap Analisa Ini?

Anda sedang membaca bagian pembuka dari laporan analisis eksklusif. Untuk mendapatkan insight penuh, termasuk data penting dan proyeksi pasar. Ayo, segera upgrade ke Investor Pro sekarang juga.

Buka Akses Premium

Termasuk majalah bulanan, webinar eksklusif, dan forum diskusi bersama analis.