Kisah Abu-abu COAL, Dikejar Asing tapi Distribusi Masih Tebal
Lonjakan harga COAL diiringi net buy asing intraday, namun data mingguan, tekanan supply orderbook, dan distribusi broker menunjukkan arah yang belum sepenuhnya sejalan.
Terbit 29 Apr 2026 • Jurnalis Yunilawati
KABARBURSA.COM – Saham Black Diamond Resources (COAL )sempat melesat tajam dan masuk dalam radar pelaku pasar sebagai salah satu pergerak tercepat dalam waktu singkat. Namun ketika euforia itu mulai mereda, harganya langsung tertahan dan turun ke level Rp65, meskipun tanpa benar-benar kehilangan keramaian di dalamnya.
Di layar perdagangan, aktivitas COAL memang tidak ikut surut. Volumenya tetap tebal, frekuensi transaksinya tinggi, dan pergerakan harganya terlihat seperti ditahan di rentang sempit. Di saat yang bersamaan, aliran dana terus masuk dan keluar dalam jumlah besar.
Di sini, muncul anomali yang sulit diabaikan. Ketika saham terlihat “dikejar”, jejak di pasar justru memperlihatkan distribusi yang belum selesai. COAL seperti berada di persimpangan antara akumulasi yang belum tuntas dan tekanan jual yang masih bertahan.
Lantas, bagaimana gerak sebenarnya?
Ingin Akses Lengkap Analisa Ini?
Anda sedang membaca bagian pembuka dari laporan analisis eksklusif. Untuk mendapatkan insight penuh, termasuk data penting dan proyeksi pasar. Ayo, segera upgrade ke Investor Pro sekarang juga.
Buka Akses PremiumTermasuk majalah bulanan, webinar eksklusif, dan forum diskusi bersama analis.