Kuota Eksplorasi Hanya 30 Persen, Pendapatan Vale (INCO) Terancam Turun?
Kuota RKAB hanya 30 persen membuat proyek hilirisasi, target pasokan smelter, hingga arus kas Vale berada dalam tekanan baru, di tengah ekspansi jumbo dan pelemahan harga nikel global.
Terbit 20 Jan 2026 • Jurnalis Yunilawati
KABARBURSA.COM – Pendapatan PT Vale Indonesia Tbk (INCO), terancam turun setelah Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memutuskan untuk menambah kuota eksplorasi sebesar 30 persen dalam Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB).
Dalam rapat dengan pendapat Bersama Komisi XII DPR RI di Kompleks Parlemen Jakarta, Senin, 19 Januari 2026, Direktur Utama Vale Bernadus Irmanto, mengatakan bahwa pihaknya tengah mengajukan permohonan penambahan kuota penambangan atau produksi ore dari tambang mereka di Pomalaa, Bahodopi, dan Soroako.
Bernadus beralasan, angka 30 persen yang sudah diberikan saat ini belum cukup untuk memenuhi komitmen pasokan ke sejumlah proyek pengolahan dan pemurnian (smelter) yang sedang dikembangkan Bersama mitra strategis.
“Saat ini kami sudah memperoleh approval atau persetujuan atau pengesahan RKAB. Namun demikian, kuota yang diberikan kepada Vale sekitar 30 persen dari apa yang kami minta. Kemungkinan ini tidak akan bisa memenuhi komitmen-komitmen kami terhadap pabrik-pabrik yang tadi saya jelaskan di atas,” kata Bernadus tanpa menyebutkan persis berapa volume produksi bijih yang diajukannya dalam RKAB 2026 ke Kementerian ESDM.
Ingin Akses Lengkap Analisa Ini?
Anda sedang membaca bagian pembuka dari laporan analisis eksklusif. Untuk mendapatkan insight penuh, termasuk data penting dan proyeksi pasar. Ayo, segera upgrade ke Investor Pro sekarang juga.
Buka Akses PremiumTermasuk majalah bulanan, webinar eksklusif, dan forum diskusi bersama analis.