LSIP Masuk Fase Absorpsi di Tengah Katalis Tarif 0 Persen
Harga tertahan di Rp1.200 saat institusi domestik akumulasi di bawah pasar. Proyeksi laba naik, ekspor sawit tumbuh, dan akses tarif 0% ke AS buka ruang rerating valuasi.
Terbit 21 Feb 2026 • Jurnalis Rio Alpin Pulungan
KABARBURSA.COM — Di permukaan, saham PT PP London Sumatra Indonesia Tbl atau LSIP tampak bergerak tanpa cerita. Harga tertahan di kisaran Rp1.200 dengan kenaikan mingguan yang tipis dan dominasi tekanan jual intraday yang mencapai 70 persen. Namun di balik ketenangan itu terjadi perpindahan kepemilikan dalam jumlah besar, dimulai dari institusi domestik yang menyerap suplai pada rentang Rp1.168–Rp1.192, proyeksi laba mulai menanjak, ekspor sawit olahan tumbuh dua digit, dan akses pasar Amerika Serikat terbuka lewat tarif nol persen. Sebuah kombinasi data yang menempatkan LSIP di persimpangan antara fase konsolidasi harga dan potensi rerating valuasi. Lantas, mengapa harga masih bertahan di level yang sama ketika akumulasi berlangsung konsisten?
Ingin Akses Lengkap Analisa Ini?
Anda sedang membaca bagian pembuka dari laporan analisis eksklusif. Untuk mendapatkan insight penuh, termasuk data penting dan proyeksi pasar. Ayo, segera upgrade ke Investor Pro sekarang juga.
Buka Akses PremiumTermasuk majalah bulanan, webinar eksklusif, dan forum diskusi bersama analis.