Rotasi Dana di Saham Poultry JPFA-CPIN Jelang Groundbreaking Pabrik Pakan Ternak
Rotasi dana di sektor perunggasan kian terlihat jelang implementasi penuh MBG, dengan JPFA menunjukkan pola penyerapan di area atas tren, sementara CPIN masih bergerak dalam fase distribusi dan penyesuaian harga.
Terbit 24 Jan 2026 • Jurnalis Yunilawati
KABARBURSA.COM - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai membentuk lanskap baru bagi sektor konsumer dan protein hewani nasional. Di tengah upaya pemerintah memperkuat ketahanan pangan dan stabilitas pasokan, industri perunggasan menjadi salah satu titik fokus utama, seiring proyeksi lonjakan permintaan daging ayam yang signifikan dalam beberapa tahun ke depan.
Dua emiten besar di sektor ini, Japfa Comfeed Indonesia (JPFA) dan Charoen Pokphand Indonesia (CPIN), berada di pusat perhatian pasar. Keduanya dinilai memiliki eksposur langsung terhadap kebijakan pangan nasional, terutama MBG, yang diproyeksikan meningkatkan kebutuhan protein masyarakat secara struktural.
Analis Maybank Sekuritas Indonesia dalam laporan riset terbarunya mencatat, permintaan tambahan dari program MBG berpotensi mendorong konsumsi daging ayam hingga sekitar 18 persen pada 2026, seiring beroperasinya sekitar 17.500 Unit Pelayanan Pemenuhan Gizi di seluruh Indonesia.
Di sisi pasokan, pemerintah juga mengambil langkah korektif untuk menyeimbangkan pasar unggas domestik. Kuota impor Grand Parent Stock (GPS) pada 2024 dipangkas sekitar 21 persen menjadi 530.000 ekor.
Ingin Akses Lengkap Analisa Ini?
Anda sedang membaca bagian pembuka dari laporan analisis eksklusif. Untuk mendapatkan insight penuh, termasuk data penting dan proyeksi pasar. Ayo, segera upgrade ke Investor Pro sekarang juga.
Buka Akses PremiumTermasuk majalah bulanan, webinar eksklusif, dan forum diskusi bersama analis.