Saham BUVA Mengamuk, Reli Kencang Dibayangi Dilusi dan Valuasi Tinggi
Lonjakan saham Bukit Uluwatu Villa ditopang akumulasi broker besar, namun rencana rights issue jumbo dan valuasi ekstrem menjadi ujian serius bagi investor ritel.
Terbit 20 Jan 2026 • Jurnalis Rio Alpin Pulungan
KABARBURSA.COM — Kenaikan harga saham PT Bukit Uluwatu Villa Tbk atau BUVA dalam beberapa hari terakhir bukan sekadar pantulan teknikal. Pada perdagangan Selasa, 20 Januari 2026, saham BUVA melonjak 15,76 persen secara harian dan mencatatkan kenaikan 37,86 persen dalam sepekan. Pergerakan ini mengantar harga ke level 2.130, jauh meninggalkan area konsolidasi sebelumnya.
Yang menarik, lonjakan tersebut terjadi dengan volatilitas tinggi dan pola transaksi yang agresif. Harga sempat menyentuh area 2.200-an sebelum terkoreksi tipis, lalu bertahan di kisaran atas. Ini bukan karakter saham yang digerakkan pelan oleh ritel, melainkan saham yang sedang diperebutkan likuiditasnya.
Aliran transaksi menunjukkan dorongan utama datang dari akumulasi broker besar (big accumulation). Ketika harga naik cepat dan volume mengalir konsisten, pasar biasanya sedang mengendus cerita yang lebih besar dari sekadar pantulan teknikal jangka pendek.
Dalam fase seperti ini, saham tidak berada di zona “aman”, melainkan masuk ke fase “panas” yang menjanjikan bagi yang tepat posisi, namun berbahaya bagi yang salah timing. Pertanyaannya kini, apakah reli BUVA ini sedang membangun pijakan lanjutan?
Ingin Akses Lengkap Analisa Ini?
Anda sedang membaca bagian pembuka dari laporan analisis eksklusif. Untuk mendapatkan insight penuh, termasuk data penting dan proyeksi pasar. Ayo, segera upgrade ke Investor Pro sekarang juga.
Buka Akses PremiumTermasuk majalah bulanan, webinar eksklusif, dan forum diskusi bersama analis.