Sahamnya Cuma Gocap, Apa yang Menarik dari GOTO?
Saat harga GOTO tertahan di level gocap, Danantara, BlackRock, dan Vanguard justru mulai masuk. Pasar kini melihat cerita baru soal profitabilitas, fintech, dan efisiensi.
Terbit 15 May 2026 • Jurnalis Yunilawati
KABARBURSA.COM - Di layar, saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) terlihat seperti saham yang sudah kehabisan cerita. Harganya tertahan di level gocap, bergerak nyaris tanpa tenaga, bahkan dalam beberapa sesi hanya bolak-balik di area yang sama seperti saham yang kehilangan arah.
Pada perdagangan terakhir, Rabu, 13 Mei 2026, GOTO ditutup stagnan di level 50 dengan antrean jual yang menumpuk sangat tebal. Lebih dari 89 juta lot saham mengendap di sisi offer, bahkan sebagian besar bertahan di level gocap.
Situasi inilah yang membuat GOTO seperti sulit bergerak naik, karena setiap kenaikan langsung disambut tembok jual besar di atas harga pasar.
Tapi di balik antrean besar itu, aktivitas transaksi GOTO justru belum benar-benar mati. Nilai perdagangan masih mendekati Rp50 miliar dengan frekuensi transaksi lebih dari 15 ribu kali dalam sehari.
Investor asing pun masih terlihat aktif keluar-masuk saham ini, meski tekanan jual asing masih lebih dominan dibanding pembelian.
Bagi sebagian pelaku pasar, level gocap sering dianggap “kuburan saham.” Namun untuk saham seperti GOTO, area ini justru memunculkan pertanyaan, apakah pasar sedang benar-benar meninggalkan emiten teknologi terbesar di Indonesia itu, atau justru sedang menunggu sesuatu yang belum terlihat?
Ingin Akses Lengkap Analisa Ini?
Anda sedang membaca bagian pembuka dari laporan analisis eksklusif. Untuk mendapatkan insight penuh, termasuk data penting dan proyeksi pasar. Ayo, segera upgrade ke Investor Pro sekarang juga.
Buka Akses PremiumTermasuk majalah bulanan, webinar eksklusif, dan forum diskusi bersama analis.