Smart Money Lawan Aksi Jual Asing di Saham MYOR
Tekanan jual asing membesar, tetapi pergerakan transaksi mengindikasikan pergeseran kepemilikan ke investor domestik berkapital kuat di tengah dinamika harga MYOR.
Terbit 10 Feb 2026 • Jurnalis Yunilawati
KABARBURSA.COM - Di tengah fluktuasi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), raksasa konsumer PT Mayora Indah Tbk (MYOR) menjadi panggung pertarungan antara arus modal asing dan kekuatan domestik. Laporan terkini menunjukkan adanya tekanan jual yang cukup masif dari investor asing selama sepekan terakhir.
Namun, menariknya, tekanan ini tidak membuat harga MYOR tersungkur dalam. Ada tangan-tangan kuat dari kategori market maker, institusi, hingga pemodal non-ritel yang justru giat menampung saham ini di harga bawah.
Analisa Transaksi Smart Money dengan Arus Kas Kuat
Fenomena yang terjadi pada MYOR saat ini sering disebut sebagai rotasi kepemilikan. Berdasarkan data transaksi, investor asing tercatat melakukan net sell atau jual bersih yang cukup signifikan, mencapai sekitar Rp134 miliar dalam kurun waktu sebulan terakhir.
Jika dilihat lebih dekat, aksi lepas barang oleh asing ini terjadi saat harga saham MYOR berada di kisaran Rp2.100 hingga Rp2.400. Bagi sebagian investor ritel, melihat angka jual asing yang deras mungkin menimbulkan kekhawatiran. Namun, anatomi perdagangan menunjukkan cerita yang berbeda.
Di saat asing keluar, kelompok investor institusi lokal dan market maker justru terlihat melakukan akumulasi senyap. Jejak kaki mereka terlacak melalui anomali ticket size atau rata-rata nilai transaksi per pesanan yang jauh di atas rata-rata ritel.
Ingin Akses Lengkap Analisa Ini?
Anda sedang membaca bagian pembuka dari laporan analisis eksklusif. Untuk mendapatkan insight penuh, termasuk data penting dan proyeksi pasar. Ayo, segera upgrade ke Investor Pro sekarang juga.
Buka Akses PremiumTermasuk majalah bulanan, webinar eksklusif, dan forum diskusi bersama analis.