Logo

UNTR Ditekan Tambang dan Laba Turun, Kenapa Masih Dijagokan?

Operasional nikel terganggu dan kinerja melemah, namun target analis tetap tinggi di tengah arus asing yang masih masuk.

Terbit 27 Mar 2026 • Jurnalis Yunilawati

UNTR Ditekan Tambang dan Laba Turun, Kenapa Masih Dijagokan?

KABARBURSA.COM – Penghentian sementara operasional tambang nikel Hengjaya di Morowali tiba di saat yang tidak sepenuhnya ideal bagi PT United Tractors Tbk (UNTR). Sentimen ini muncul ketika kinerja keuangan perusahaan justru menunjukkan penurunan yang cukup dalam sepanjang 2025. 

Dalam konteks tersebut, pasar mulai dihadapkan pada pertanyaan baru tentang arah pergerakan saham ini.

Laba bersih UNTR juga tercatat turun 24,17 persen menjadi Rp14,81 triliun dari sebelumnya Rp19,53 triliun pada 2024. Penurunan ini menambah lapisan tekanan yang sebelumnya sudah terbentuk dari dinamika sektor komoditas. 

Di tengah kondisi tersebut, ekspektasi terhadap pertumbuhan jangka pendek terlihat tidak lagi seagresif periode sebelumnya.

Namun di balik kombinasi sentimen tersebut, saham UNTR justru masih masuk dalam radar rekomendasi analis dengan target harga hingga Rp33.000. 

Kondisi ini membuka ruang pertanyaan yang lebih dalam mengenai bagaimana pasar membaca posisi UNTR saat ini. Apakah tekanan yang muncul hanya bersifat sementara, atau justru menjadi bagian dari perubahan karakter saham ini ke depan?

Ingin Akses Lengkap Analisa Ini?

Anda sedang membaca bagian pembuka dari laporan analisis eksklusif. Untuk mendapatkan insight penuh, termasuk data penting dan proyeksi pasar. Ayo, segera upgrade ke Investor Pro sekarang juga.

Buka Akses Premium

Termasuk majalah bulanan, webinar eksklusif, dan forum diskusi bersama analis.