Vale (INCO) Menanti Cuan: Revisi RKAB hingga Ekspansi Nikel Baterai
Kuota 30 persen dari RKAB tak menghentikan langkah INCO; revisi terbuka hingga 31 Juli 2026, investasi USD9 miliar dan proyeksi laba 2026 jadi sorotan pasar.
Terbit 17 Feb 2026 • Jurnalis Yunilawati
KABARBURSA.COM – Meski PT Vale Indonesia Tbk, berkode saham INCO, hanya mendapat 30 persen kuota produksi dari Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) yang diajukan, namun peluang cuan di 2026 masih besar.
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengatakan, Vale masih bisa mengajukan revisi RKAB. Adapun deadline pengajuan revisi pada 31 Juli 2026. Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara (Minerba) Kementerian ESDM Tri Winarno.
“Perusahaan yang telah melengkapi seluruh persyaratan, dapat langsung memperoleh persetujuan. Kan, mereka (yang kuotanya dipangkas) ada kesempatan juga untuk melakukan revisi, paling telat 31 Juli,” kata Tri, 20 Januari 2026.
Serasa mendapat angin segar, Vale langsung gerak cepat. Raksasa nikel Indonesia ini terus melanjutkan transformasi besar-besaran menuju produksi nikel kelas baterai, dengan nilai investasi mencapai miliaran dolar AS.
Artinya, peluang cuan masih ada. Beberapa analis melihat ini dengan positif, bahkan ada beberapa yang merekomendasikan untuk membeli saham INCO.
Ingin Akses Lengkap Analisa Ini?
Anda sedang membaca bagian pembuka dari laporan analisis eksklusif. Untuk mendapatkan insight penuh, termasuk data penting dan proyeksi pasar. Ayo, segera upgrade ke Investor Pro sekarang juga.
Buka Akses PremiumTermasuk majalah bulanan, webinar eksklusif, dan forum diskusi bersama analis.