
BMRI Pangkas Bunga Kredit, Saham Tekanan Jual: Saatnya Akumulasi atau Tunggu Momentum?
Diterbitkan: 28 August 2025
Buletin Insight Emiten PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) dari KabarBursa mengulas secara mendalam kondisi fundamental dan teknikal saham BMRI sepanjang 2025. Laporan ini menyoroti langkah Bank Indonesia yang kembali memangkas suku bunga acuan menjadi 5%, yang direspons Mandiri dengan penurunan bunga kredit. Strategi ini dinilai mampu menjaga momentum pertumbuhan kredit, khususnya di segmen korporasi, komersial, ritel, dan UMKM, dengan pertumbuhan di atas rata-rata industri.
Dari sisi fundamental, BMRI membukukan laba bersih Rp56,2 triliun (TTM) dengan rasio PE hanya 7,94 kali, earnings yield 12,59%, serta dividend yield hampir 10%, menjadikannya saham dengan valuasi menarik. Pertumbuhan kredit mencapai 13,4% yoy hingga Mei 2025, ditopang kualitas aset sehat dengan NPL hanya 1,22%.
Meski demikian, performa saham di pasar modal belum mencerminkan fundamentalnya. Harga BMRI tertekan hingga level 4.800, terkoreksi lebih dari 30% dalam setahun terakhir, dipengaruhi sentimen eksternal. Analisis teknikal mingguan juga masih menunjukkan sinyal strong sell, dengan resistance di 5.000 dan support krusial di 4.700.
Buletin ini juga menyajikan rekomendasi dari BRI Danareksa Sekuritas yang menilai BMRI layak dikoleksi secara bertahap bagi investor jangka panjang berkat fundamental kuat dan valuasi murah. Sementara trader jangka pendek disarankan disiplin mengikuti level teknikal karena risiko pelemahan masih terbuka.
Secara keseluruhan, buletin ini memberi gambaran bahwa BMRI saat ini ibarat kapal besar yang tengah melambat akibat ombak jangka pendek, namun dengan arah dan mesin yang kuat untuk perjalanan panjang yang menjanjikan.
Ingin Akses Lengkap Analisa Ini?
Anda sedang membaca bagian pembuka dari laporan analisis eksklusif. Untuk mendapatkan insight penuh, termasuk data penting dan proyeksi pasar. Ayo, segera upgrade ke Investor Pro sekarang juga.
Buka Akses PremiumTermasuk majalah bulanan, webinar eksklusif, dan forum diskusi bersama analis.