Logo
>

Awal 2026 Bank Mandiri Catat Kinerja Positif, Laba Naik 16,18 persen

Didorong kredit produktif, digitalisasi, dan kualitas aset terjaga, Bank Mandiri mencatat pertumbuhan laba dan kredit dua digit di awal 2026.

Ditulis oleh Harun Rasyid
Awal 2026 Bank Mandiri Catat Kinerja Positif, Laba Naik 16,18 persen
Bank Mandiri catat kinerja cemerlang di Januari 2026. Laba naik 16,18 persen, dan perkuat UMKM hingga digitalisasi Foto: dok. Bank Mandiri

KABARBURSA.COM - Bank Mandiri mengawali tahun 2026 dengan fundamental keuangan yang solid.

Bank Mandiri mencatat pertumbuhan kredit dua digit sekaligus peningkatan laba bersih. Hal ini memperkuat peran bank berkode saham BMRI tersebut, dalam mendukung ekonomi kerakyatan dan pertumbuhan nasional.

Berdasarkan laporan keuangan bulanan (bank only) Januari 2026, penyaluran kredit Bank Mandiri tumbuh 15,62 persen secara tahunan (year on year/YoY) menjadi Rp1.511,4 triliun.

Pertumbuhan tersebut mendorong total aset meningkat 13,96 persen YoY menjadi Rp2.191,9 triliun.

Direktur Finance & Strategy Bank Mandiri, Novita Widya Anggraini menyatakan, capaian tersebut mencerminkan konsistensi perseroan dalam menyalurkan pembiayaan ke sektor produktif, termasuk UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) serta pelaku usaha di berbagai daerah.

“Pertumbuhan ini menjadi wujud sinergi yang terintegrasi antara strategi bisnis, pengelolaan risiko, dan penguatan ekosistem. Kami memastikan akselerasi yang bertumbuh tetap berjalan dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian sehingga memberikan nilai tambah bagi ekonomi kerakyatan,” ujar Novita lewat keterangan resmi, Selasa 24 Februari 2026.

Dari sisi pendanaan, Dana Pihak Ketiga (DPK) bank only tercatat Rp1.635,5 triliun atau tumbuh 17,29 persen YoY. Struktur pendanaan tetap kuat dengan rasio dana murah (CASA) terjaga di level 73 persen, menopang efisiensi biaya dana dan likuiditas.

Kinerja profitabilitas juga menunjukkan tren positif. Laba bersih Bank Mandiri per Januari 2026 mencapai Rp4,65 triliun atau tumbuh 16,18 persen YoY.

Pertumbuhan ini ditopang peningkatan Net Interest Income (NII) sebesar 10,2 persen YoY serta penurunan Cost of Fund (CoF) sebesar 27 basis poin menjadi 2,06 persen.

Pendapatan berbasis komisi Bank Mandiri dilaporkan turut menguat. Fee Based Income (FBI) recurring tumbuh 16,1 persen YoY, sejalan dengan meningkatnya aktivitas transaksi.

Kemudian efisiensi operasional tercermin dari rasio Cost to Income Ratio (CIR), juga membaik menjadi 37,75 persen, turun dari posisi di atas 40 persen pada bulan sebelumnya.

Akselerasi digital menjadi salah satu pendorong pertumbuhan bisnis Bank Mandiri. Transaksi melalui Livin’ by Mandiri tercatat meningkat 49,3 persen YoY, Kopra by Mandiri tumbuh 27 persen YoY, sementara transaksi treasury naik 33 persen YoY.

“Akselerasi ekosistem digital kami arahkan untuk menghadirkan layanan yang menyeluruh dan terintegrasi bagi masyarakat dan nasabah. Melalui konektivitas yang semakin kuat antarsegmen, kami ingin memastikan setiap kebutuhan transaksi dan pembiayaan dapat terpenuhi secara lebih mudah, cepat, dan relevan dengan perkembangan ekonomi nasional,” tambah Novita.

Dari sisi kualitas aset, rasio Non-Performing Loan (NPL) tetap terjaga di level 0,97 persen, turun 3 basis poin YoY. Cost of Credit (CoC) juga membaik menjadi 0,35 persen atau turun 21 basis poin YoY. Hal ini  menandai disiplin manajemen risiko dalam ekspansi kredit perusahaan.

Sebagai mitra strategis pemerintah dan bagian dari ekosistem Danantara, Bank Mandiri terus mengarahkan pembiayaan ke sektor-sektor prioritas yang berdampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi dan pemberdayaan UMKM.

“Ke depan, kami akan terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan untuk mendukung agenda pembangunan nasional. Dengan fundamental yang solid, efisiensi yang terjaga, serta strategi yang adaptif, kami optimistis dapat menjaga momentum pertumbuhan secara sehat, inklusif, dan berkelanjutan sepanjang 2026,” pungkas Novita. (info-bks/*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Harun Rasyid

Harun Rasyid adalah jurnalis KabarBursa.com yang fokus pada liputan pasar modal, sektor komersial, dan industri otomotif. Berbekal pengalaman peliputan ekonomi dan bisnis, ia mengolah data dan regulasi menjadi laporan faktual yang mendukung pengambilan keputusan pelaku pasar dan investor. Gaya penulisan lugas, berbasis riset, dan memenuhi standar etika jurnalistik.