KABARBURSA.COM - Survei Konsumen Bank Indonesia (BI) mengklaim keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi dalam negeri masih tetap kuat.
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso mengatakan hal tersebut tercermin dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Maret 2026 yang berada pada level optimis (indeks >100) sebesar 122,9.
"Tetap kuatnya keyakinan konsumen pada Maret 2026 dipengaruhi oleh keyakinan pada kondisi ekonomi saat ini dan 6 bulan ke depan," ujar Ramdan dalam keterangannya, Jumat, 10 April 2026.
Adapun Ramdan menambahkan, Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) dan Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) tetap berada pada level optimis, masing-masing pada 115,4 dan 130,4.
Di sisi lain, BI mencatat cadangan devisa Indonesia pada akhir Maret 2026 sebesar USD148,2 miliar. Angka ini menurun dibandingkan dengan posisi akhir Februari 2026 yang mencapai USD151,9 miliar.
Ramdan menyampaikan, perkembangan itu dipengaruhi oleh penerbitan global bond pemerintah dan penerimaan pajak dan jasa di tengah pembayaran utang luar negeri pemerintah dan kebijakan stabilisasi nilai tukar Rupiah.
"Kebijakan stabilisasi tersebut sebagai respons Bank Indonesia terhadap ketidakpastian pasar keuangan global yang meningkat," terang dia.
Ramdan menuturkan, posisi cadangan devisa pada akhir Maret 2026 setara dengan pembiayaan 6,0 bulan impor atau 5,8 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.
"Bank Indonesia menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan," ungkapnya.
Ke depan, Ramdan menyatakan BI meyakini ketahanan sektor eksternal tetap baik didukung oleh posisi cadangan devisa yang memadai serta aliran masuk modal asing sejalan dengan persepsi positif investor terhadap prospek perekonomian nasional dan imbal hasil investasi yang tetap menarik.
"Bank Indonesia terus meningkatkan sinergi dengan Pemerintah dalam memperkuat ketahanan eksternal guna menjaga stabilitas perekonomian untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan," pungkasnya. (*)