KABARBURSA.COM – Keterbatasan layanan perbankan sempat menjadi kendala bagi warga Dusun Bukit Tinggi, Desa Dete, Kecamatan Lape, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Masyarakat Dusun Bukit Tinggi harus rela menempuh jarak belasan kilometer demi melakukan transaksi sederhana seperti transfer hingga tarik tunai di kantor bank terdekat.
Kondisi tersebut mendorong Rieche Endah selaku warga setempat untuk menghadirkan solusi melalui layanan BRILink Agen sejak 2013. Inisiatif ini membuka akses transaksi keuangan yang lebih dekat dan praktis bagi masyarakat desa.
“Saya mulai menjadi BRILink Agen sejak tahun 2013. Waktu itu saya melihat banyak masyarakat yang kesulitan melakukan transaksi karena jarak ke bank cukup jauh. Saya berpikir, kalau ada layanan yang bisa membantu mereka bertransaksi lebih dekat tentu akan sangat memudahkan,” ucap Rieche dalam keterangan resmi BRI, Senin 23 Maret 2026.
Pada awal operasional BRILink Agen, Rieche menjalankan layanan keuangan dasar seperti transfer dan penarikan tunai. Namun seiring waktu, kepercayaan masyarakat meningkat dan layanan tersebut semakin diperluas.
Kini, tidak hanya warga sekitar yang memanfaatkan layanan tersebut, tetapi juga pelaku usaha kecil hingga pendatang. Kehadiran BRILink Agen dinilai membantu memperlancar aktivitas ekonomi masyarakat.
“Sekarang yang datang tidak hanya masyarakat sekitar. Ada juga pengusaha kecil dan pendatang yang melakukan transaksi transfer atau penarikan uang di sini. Alhamdulillah banyak yang merasa terbantu,” kata Rieche.
Meski terus berkembang, Rieche mengakui tantangan dalam menjalankan layanan keuangan tetap ada. Risiko kesalahan transaksi hingga potensi penipuan menjadi perhatiannya.
Namun tantangan ini teratasi dengan dukungan dan edukasi pihak BRI dalam membantu agen guna meningkatkan kewaspadaan.
“Tantangannya sebenarnya cukup banyak. Kadang ada kekhawatiran jika terjadi salah transfer atau ada modus penipuan. Tapi, bersyukurnya sejauh ini, kita dibantu oleh petugas BRI dalam mengenali modus-modus penipuan. Sehingga, semuanya masih bisa kami kendalikan dengan baik karena kami lebih teliti dalam setiap transaksi,” kata Rieche.
Lebih dari sekadar layanan transaksi, usaha yang dijalankan Rieche kini memberikan dampak ekonomi bagi lingkungan sekitar, termasuk membuka lapangan pekerjaan bagi anak muda setempat.
“Alhamdulillah dampak positifnya sangat terasa. Usaha ini semakin berkembang, semakin dikenal masyarakat, dan juga bisa membuka lapangan pekerjaan. Saya sudah bisa mempekerjakan anak muda di sini. Harapannya bisa mengajak lebih banyak orang lagi,” jelas Rieche.
Secara terpisah, Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya menyatakan, kehadiran BRILink Agen menjadi contoh konkret penguatan inklusi keuangan berbasis komunitas.
“Ini menjadi gambaran konkret bagaimana layanan keuangan berbasis komunitas melalui kolaborasi BRI dan masyarakat dapat mendorong inklusi keuangan, memperkuat ekonomi kerakyatan, serta membangun kemandirian masyarakat desa secara berkelanjutan,” terang Akhmad.
Bank berkode saham BBRI tersebut, kini terus mendorong perluasan inklusi keuangan melalui skema sharing economy dengan melibatkan masyarakat sebagai agen.
Hingga akhir Desember 2025, jumlah BRILink Agen tercatat lebih dari 1,1 juta agen atau tumbuh 12,2 persen secara tahunan (year-on-year/YoY).
Jaringan tersebut telah menjangkau lebih dari 66 ribu desa di Indonesia dengan cakupan lebih dari 80 persen wilayah, serta mencatatkan volume transaksi mencapai Rp1.746 triliun atau tumbuh 9,9 persen YoY. (info-bks/*)