Logo
>

BRImo dan Qlola Dongkrak Transaksi BRI Hingga Rp20.500 Triliun

Lonjakan transaksi BRImo, Qlola, dan QRIS memperkuat dana murah BRI. Nilai transaksi digital mencapai puluhan ribu triliun sepanjang 2025.

Ditulis oleh Harun Rasyid
BRImo dan Qlola Dongkrak Transaksi BRI Hingga Rp20.500 Triliun
BRImo dan Qlola dongkrak transaction banking BRI, nilai transaksi tembus Rp20.500 triliun. Foto: dok. BRI

KABARBURSA.COM - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI mencatat kinerja transaction banking yang kuat hingga akhir 2025.

Pertumbuhan kinerja Bank BRI ditopang lonjakan transaksi digital dari segmen ritel hingga korporasi, sekaligus memperkuat struktur pendanaan murah perseroan.

Direktur Utama BRI, Hery Gunardi menyatakan bahwa pencapaian tersebut beriringan dengan transformasi BRIVolution Reignite yang menitikberatkan pada penguatan funding franchise, dan pengembangan layanan transaction banking.

“Sebagai bagian dari transformasi BRIVolution Reignite, BRI melakukan transformasi pada Funding Franchise yang bertujuan memperkuat struktur pendanaan perusahaan agar semakin efisien, stabil, dan berbasis dana murah. Dua strategi yang dijalankan yakni penguatan dana murah serta peningkatkan kapabilitas di bidang transaction banking," ujarnya lewat keterangan resmi, Kamis 5 Maret 2026.

Hery juga menyebutkan, BRI mempercepat pertumbuhan CASA (Current Account Saving Acoount)  melalui optimalisasi layanan digital seperti BRImo, BRILink, QRIS, serta peningkatan penetrasi klaster bisnis.

"Sementara itu di segmen ritel, penguatan difokuskan pada pengembangan SuperApp BRImo dan ekosistem pembayaran,” ungkapnya.

Lebih lanjut, lonjakan aktivitas transaksi digital BRI tercermin dari kinerja aplikasi BRImo. Hingga Desember 2025, jumlah pengguna BRImo mencapai 45,9 juta atau tumbuh 18,9 persen secara tahunan (year-on-year/YoY).

Nilai transaksi melalui platform tersebut melonjak 26,4 persen YoY menjadi Rp7.076,9 triliun.

Sementara pada segmen bisnis, bank berkode saham BBRI tersebut terus memperkuat layanan cash management dan transaksi end-to-end melalui platform Qlola.

Sampai akhir 2025, BRI mencatat bahwa jumlah pengguna aktif Qlola mencapai 113 ribu atau tumbuh 48,1 persen YoY, seiring peningkatan sales volume sebesar 36,2 persen YoY menjadi Rp13.456 triliun.

Dari sisi ekosistem pembayaran, BRI juga mencapai pertumbuhan signifikan dari transaksi merchant dan QRIS. Volume penjualan merchant naik 48,1 persen YoY menjadi Rp223,2 triliun.

Untuk QRIS BRI juga menunjukkan tren yang sama, sales volume naik 100 persen yoy menjadi Rp85,6 triliun, sementara jumlah transaksinya tumbuh 127,5 persen yoy menjadi lebih dari 782,8 miliar transaksi.

Hery lalu menegaskan, BRI akan terus memperkuat kapabilitas transaction banking melalui pengembangan platform digital dan peningkatan layanan bagi merchant.

“Capaian ini menegaskan bahwa transformasi BRIVolution Reignite yang sedang dijalankan tidak hanya memperkuat basis dana murah, tetapi juga memperluas ekosistem pembayaran digital yang inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat,” pungkasnya.

Pertumbuhan transaksi digital tersebut akhirnya turut memperkuat struktur pendanaan BRI.

Hingga akhir 2025, Dana Pihak Ketiga (DPK) perseroan telah mencapai Rp1.467 triliun atau tumbuh 7,4 persen YoY. Kemudian rasio dana murah atau CASA tetap tinggi di level 70,6 persen. Sementara cost of fund BRI juga membaik menjadi 2,9 persen dari sebelumnya 3,1 persen pada akhir 2024. (info-bks/*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Harun Rasyid

Harun Rasyid adalah jurnalis KabarBursa.com yang fokus pada liputan pasar modal, sektor komersial, dan industri otomotif. Berbekal pengalaman peliputan ekonomi dan bisnis, ia mengolah data dan regulasi menjadi laporan faktual yang mendukung pengambilan keputusan pelaku pasar dan investor. Gaya penulisan lugas, berbasis riset, dan memenuhi standar etika jurnalistik.