KABARBURSA.COM – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI mendukung Program Asta Cita pemerintah melalui penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Subsidi.
BRI menyalurkan KPR Subsidi sesuai sasaran, yakni bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).
KPR Subsidi dianggap sebagai bagian dari komitmen BRI dalam memperluas akses hunian layak dan terjangkau, sekaligus mendorong kesejahteraan rakyat.
Komitmen tersebut dilontarkan Direktur Utama BRI, Hery Gunardi saat menerima kunjungan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait, bersama Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho di Kantor Pusat BRI, Rabu 4 Februari 2026.
Dalam kesempatan tersebut Hery menegaskan, perseroan hadir sebagai bank yang berfokus pada segmen mikro dan kecil. BRI juga secara konsisten menjalankan mandat bisnis yang berpihak pada masyarakat.
Ia juga menyebut, dukungan pembiayaan perumahan bersubsidi dinilai sejalan dengan peran strategis BRI dalam menyukseskan agenda pembangunan nasional.
Soal kontribusi, BRI tercatat telah menyalurkan KPR Subsidi senilai Rp16,16 triliun kepada lebih dari 118 ribu debitur di seluruh Indonesia sepanjang 2025.
Sekitar 97 persen dari total penyaluran tersebut disalurkan melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), yang menjadi tulang punggung pembiayaan Program 3 Juta Rumah.
“Salah satu program prioritas nasional yang kami dukung adalah Program 3 Juta Rumah yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto. Dengan jaringan yang luas serta pengalaman panjang dalam melayani segmen mikro dan kecil, BRI optimistis dapat berperan aktif dalam memperluas akses kepemilikan rumah bagi masyarakat,” ujar Hery dalam keterangan resmi, Minggu 8 Februari 2026.
Lebih lanjut, dukungan program pemerintah tersebut ditopang oleh jaringan BRI yang mencapai lebih dari 7.500 unit kerja di seluruh Indonesia.
Kapabilitas distribusi yang luas ini disebut mampu memperkuat kesiapan BRI dalam mengakselerasi implementasi program strategis pemerintah, termasuk sektor perumahan rakyat.
Perusahaan berkode saham BBRI ini juga menilai, keberlanjutan kesejahteraan debitur pascakepemilikan rumah menjadi aspek penting. Karena itu, pembiayaan perumahan diintegrasikan dengan penguatan ekosistem BRI Group, salah satunya melalui program PNM Mekaar dari PT Permodalan Nasional Madani (PNM).
Program Mekaar menyasar ibu-ibu pra sejahtera produktif dengan pembiayaan usaha mikro, mulai dari kuliner, kerajinan tangan, hingga usaha kecil lainnya. Skema ini diharapkan mampu menciptakan sumber pendapatan berkelanjutan bagi keluarga sekaligus menekan ketergantungan masyarakat terhadap praktik rentenir.
Sementara itu Menteri PKP, Maruarar Sirait mengapresiasi kontribusi BRI dalam pembiayaan rumah subsidi nasional.
“BRI itu konstribusinya untuk rumah subsidi naik sekitar 100 persen. Tahun 2024 itu ada 16 ribu unit yang dibiayai oleh BRI. Tahun 2025 menjadi 32 ribu unit. Ini kenaikan dari presentasi yang terbesar,” kata Maruarar.
Maruarar kemudian menyoroti capaian FLPP yang mencatatkan rekor baru dalam kebijakan perumahan bersubsidi.
Pada 2023, realisasi rumah subsidi melalui FLPP mencapai 229 ribu unit, atau jadi yang tertinggi sejak 2010. Tren positif tersebut berlanjut pada 2025 dengan lonjakan signifikan.
“Baru setahun pemerintah Presiden Prabowo, tahun 2025, itu kenaikan yang luar biasa yaitu 279 ribu (unit rumah). Jadi ada kenaikan sekitar 50 ribu dalam setahun ini,” ujarnya. (info-bks/*)