KABARBURSA.COM - Harga Referensi (HR) komoditas minyak kelapa sawit atau Crude Palm Oil (CPO) untuk ) Pungutan Ekspor (PE), periode 1—28 Februari 2026 sebesar USD918,47/metric ton (MT). Nilai ini meningkat sebesar USD2,84 atau 0,31persen dari HR CPO periode 1—31 Januari 2026 yang tercatat sebesar USD915,64/MT.
"Peningkatan ini disebabkan oleh naiknya permintaan sebagai antisipasi Hari Raya Imlek dan Ramadan, yang tidak diiringi dengan peningkatan suplai akibat penurunan produksi,” kata Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Tommy Andana dalam keterangannya dikutip, Sabtu, 31 Januari 2026.
Tommy memaparkan, sumber harga untuk penetapan HR CPO diperoleh dari rata-rata harga di rentang waktu 20 Desember 2025—19 Januari 2026. Sumber harga merujuk pada Bursa CPO di Indonesia sebesar USD855,66/MT, Bursa CPO di Malaysia sebesar USD981,28/MT, dan harga Port CPO Rotterdam sebesar USD1.209,81/MT.
Berdasarkan Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 35 Tahun 2025, bila terdapat perbedaan harga rata-rata pada tiga sumber harga sebesar lebih dari USD40, maka perhitungan HR CPO menggunakan rata-rata dari dua sumber harga yang menjadi median dan sumber harga terdekat dari median.
“Dengan demikian, harga referensi bersumber dari Bursa CPO di Indonesia dan Bursa CPO di Malaysia. Sesuai dengan perhitungan tersebut, HR CPO ditetapkan sebesar USD918,47/MT,” jelas Tommy.
Sementara itu, penetapan BK CPO periode 1—28 Februari 2026 merujuk pada “Kolom Angka 6 Lampiran Huruf C Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 38 Tahun 2024 jo. PMK Nomor 68 Tahun 2025”, yaitu sebesar USD 74/MT.
Kemudian, merujuk pada “Lampiran Huruf A PMK Nomor 69 Tahun 2025”, PE CPO adalah 10 persen dari HR CPO periode 1—28 Februari 2026, yaitu sebesar USD91,8472/MT.
Selanjutnya, HR biji kakao periode Februari 2026 ditetapkan sebesar USD 5.717,45/MT, meningkat USD55,07 atau 0,97 persen dari Januari 2026. Hal ini berdampak pada peningkatan Harga Patokan Ekspor (HPE) biji kakao pada Februari 2026 menjadi USD5.350/MT, naik USD54 atau 1,03 persen dari Januari 2026. (*)