Market Watch

13 Jul 2026

BKDP 123 +19,42%
PORT 1.005 +18,24%
FWCT 95 +13,10%
LAND 70 +11,11%
OILS 226 +10,78%
LMAX 123 +9,82%
VKTR 570 +9,62%
KREN 12 +9,09%
KKES 61 +8,93%
RONY 1.020 +8,51%
SAGE 30 +7,14%
RODA 63 +6,78%
ASMI 16 +6,67%
AKPI 530 +6,43%
FMII 270 +6,30%
IKAI 17 +6,25%
PPRO 17 +6,25%
APEX 140 +6,06%
WMPP 18 +5,88%
BOGA 1.720 +5,85%
MGNA 95 +5,56%
TAMU 19 +5,56%
AEGS 42 +5,00%
ELTY 22 +4,76%
BKDP 123 +19,42%
PORT 1.005 +18,24%
FWCT 95 +13,10%
LAND 70 +11,11%
OILS 226 +10,78%
LMAX 123 +9,82%
VKTR 570 +9,62%
KREN 12 +9,09%
KKES 61 +8,93%
RONY 1.020 +8,51%
SAGE 30 +7,14%
RODA 63 +6,78%
ASMI 16 +6,67%
AKPI 530 +6,43%
FMII 270 +6,30%
IKAI 17 +6,25%
PPRO 17 +6,25%
APEX 140 +6,06%
WMPP 18 +5,88%
BOGA 1.720 +5,85%
MGNA 95 +5,56%
TAMU 19 +5,56%
AEGS 42 +5,00%
ELTY 22 +4,76%
Makro 12 Jul 2026 Penulis: Harun Rasyid Editor: Syahrianto

Indonesia Raih 13 MoU untuk Investasi dan Industri di INNOPROM 2026

Indonesia juga mengantongi sejumlah komitmen strategis yang ditujukan untuk memperkuat kerja sama industri, menarik investasi, dan memperluas akses pasar di kawasan Eurasia.

Partisipasi Indonesia sebagai Official Partner Country di ajang INNOPROM 2026 di Rusia membukukan 13 nota kesepahaman (MoU).

Indonesia lewat Kementerian Perindustrian kantongi 13 MoU di ajang INNOPROM 2026 untuk perkuat kerja sama industri dengan Eurasia. (Foto: Instagram/agusgumiwangk)
Indonesia lewat Kementerian Perindustrian kantongi 13 MoU di ajang INNOPROM 2026 untuk perkuat kerja sama industri dengan Eurasia. (Foto: Instagram/agusgumiwangk)

Daftar Isi

  1. 01 Eurasia jadi Pasar Alternatif

KABARBURSA.COM – Partisipasi Indonesia sebagai Official Partner Country di ajang INNOPROM 2026 di Rusia membukukan 13 nota kesepahaman (MoU).

Indonesia juga mengantongi sejumlah komitmen strategis yang ditujukan untuk memperkuat kerja sama industri, menarik investasi, dan memperluas akses pasar di kawasan Eurasia.

Selama penyelenggaraan pameran industri internasional tersebut pada 6-9 Juli 2026, pemerintah melalui Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memanfaatkan berbagai agenda, mulai dari pertemuan bilateral, business forum, business talk, hingga business matching.

Berbagai agenda Kemenperin tersebut bertujuan untuk mendorong kolaborasi industri, percepatan alih teknologi, penguatan rantai pasok, sampai peningkatan perdagangan.

Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, kehadiran Indonesia sebagai Official Partner Country INNOPROM 2026 berhasil memperkuat posisi industri manufaktur nasional di pasar Eurasia.

"Partisipasi Indonesia sebagai Partner Country pada INNOPROM 2026 telah memperkuat posisi industri nasional di pasar Eurasia. Hal ini terlihat dari tingginya antusias pelaku industri dari pasar Eurasia yang menginginkan kerja sama dengan industri nasional dan bahkan telah melakukan penandatanganan MOU sepanjang kehadiran kita di Rusia," ujar Agus dalam keterangannya yang dikutip, Sabtu, 11 Juli 2026.

Kemenperin tercatat melaksanakan delapan pertemuan bilateral di kawasan Eurasia dengan pemerintah Armenia, Kazakhstan, Kyrgyzstan, Azerbaijan, Tajikistan, serta Pemerintah Wilayah Chelyabinsk, Kirov, dan Sverdlovsk.

Dari rangkaian pertemuan tersebut lahir 13 MoU yang mencakup kerja sama di bidang industri, perdagangan, investasi, hilirisasi, pengembangan kawasan industri, alih teknologi, hingga pengembangan sumber daya manusia.

Kesepakatan tersebut melibatkan Kemenperin RI dengan Kementerian Perindustrian dan Perdagangan Federasi Rusia, pemerintah Kyrgyzstan, Kazakhstan, serta sejumlah pemerintah wilayah di Rusia.

Selain kerja sama antarpemerintah, sejumlah perusahaan Indonesia juga menandatangani kesepakatan business-to-business (B2B), di antaranya IPERINDO, PT PCM Kabel Indonesia, PT Athira Maritim Indonesia, dan Perkumpulan Industri Komponen Kapal Indonesia (PIKKI) dengan United Industrial Corporation AK Bars. 

Selain itu, PT Minang Jordanindo menjalin kerja sama dengan CHETRA LLC, sedangkan Himpunan Kawasan Industri (HKI) Indonesia menandatangani nota kesepahaman dengan Association of Clusters, Technology Parks and Special Economic Zones of the Russian Federation (ACTPRF).

Kerja sama tersebut mencakup pengembangan industri manufaktur, rekayasa mesin, alat berat, otomotif, metalurgi, industri kimia, industri halal, pengolahan mineral, pengembangan kawasan industri, peningkatan kompetensi sumber daya manusia (SDM) industri, hingga penguatan investasi dan perdagangan.

Selama INNOPROM 2026, Kemenperin turut menggelar delapan business talk dan business forum yang dihadiri pelaku industri, calon investor, serta pemangku kepentingan dari kawasan Eurasia. 

Forum ini membahas berbagai isu strategis seperti manufaktur maju, semikonduktor, telematika, industri maritim, hilirisasi, industri sawit berkelanjutan, dan penguatan rantai nilai industri antara Eurasia dan ASEAN.

Menurut Direktur Jenderal Ketahanan, Perwilayahan, dan Akses Industri Internasional (KPAII) Tri Supondy, hasil yang dicapai Indonesia diklaim sebagai peningkatan kepercayaan mitra internasional terhadap industri Indonesia.

"Capaian yang diraih Indonesia selama INNOPROM 2026 menunjukkan bahwa industri nasional semakin dipercaya dan berbagai kerja sama yang terbangun melalui ajang ini diharapkan dapat membuka lebih banyak peluang investasi, perdagangan, dan kolaborasi industri yang memberikan nilai tambah bagi penguatan daya saing manufaktur Indonesia," jelasnya.

Sementara itu, Direktur Program Bisnis Formika Event, Anton Atrashkin menilai, partisipasi Indonesia menjadi salah satu yang paling menonjol selama penyelenggaraan INNOPROM 2026.

"Ini merupakan kali pertama pelaku usaha Indonesia hadir di Rusia dalam skala sebesar ini, dan kami melihat begitu banyak talenta serta energi yang dicurahkan untuk menghadirkan paviliun dan rangkaian kegiatan yang sangat mengesankan," ungkap Anton.

Keikutsertaan Indonesia di ajang tersebut diharapkan dapat menguatkan kemitraan industri nasional dengan negara-negara Eurasia. 

Pemerintah juga berharap berbagai kesepakatan yang telah dicapai dapat segera ditindaklanjuti menjadi kerja sama yang mampu mendorong investasi, memperkuat industri bernilai tambah, dan memperluas pasar ekspor manufaktur Indonesia.

Eurasia jadi Pasar Alternatif

Penunjukan Indonesia sebagai Official Partner Country datang pada saat pemerintah tengah berupaya memperluas tujuan ekspor nasional.

Selain mempertahankan pasar tradisional, Indonesia juga berupaya membuka akses yang lebih besar ke kawasan nontradisional yang memiliki potensi pertumbuhan tinggi, termasuk Eurasia.

Langkah tersebut semakin relevan setelah Indonesia dan negara-negara anggota Eurasian Economic Union (EAEU) menandatangani Indonesia–Eurasian Economic Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (I-EAEU CEPA).

Kesepakatan tersebut membuka peluang akses pasar yang lebih luas bagi produk manufaktur Indonesia ke negara-negara anggota EAEU, termasuk Rusia, Belarus, Kazakhstan, Armenia, dan Kyrgyzstan.

Pada 2025, nilai perdagangan bilateral Indonesia dan Rusia tercatat mencapai USD1,876 miliar. Sementara itu, realisasi investasi Rusia di Indonesia mencapai USD262,8 juta.

Pemerintah menargetkan keikutsertaan di INNOPROM 2026 tidak hanya mendorong ekspor, tetapi juga memperluas kerja sama industri dan investasi.

Dalam beberapa tahun terakhir, hubungan ekonomi Indonesia dan Rusia menunjukkan perkembangan yang semakin intensif.

Setelah pertemuan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan Presiden Federasi Rusia Vladimir Putin pada 10 Desember 2025, kedua negara memperkuat kerja sama di berbagai sektor strategis, mulai dari energi, investasi, teknologi, hilirisasi hingga pengembangan industri.

Momentum tersebut kemudian berlanjut melalui sejumlah penjajakan kerja sama industri. Salah satunya adalah penandatanganan Letter of Intent (LoI) antara PT PAL Indonesia dan Rosato untuk pengembangan pembangkit listrik tenaga nuklir terapung. Selain itu, terdapat pula penjajakan kerja sama antara Pupuk Indonesia dan perusahaan pupuk Rusia, Uralchem.

Sementara itu, Direktur Jenderal Ketahanan, Perwilayahan, dan Akses Industri Internasional Kementerian Perindustrian Tri Supondy menegaskan Indonesia datang ke INNOPROM bukan sekadar untuk memperkenalkan produk nasional.

“Kami tidak datang ke Ekaterinburg hanya untuk memperkenalkan diri, dengan fondasi hubungan bilateral yang telah terjalin kuat, Indonesia menargetkan INNOPROM 2026 sebagai titik awal kerja sama jangka panjang antara Indonesia dan mitra Eurasia,” ujarnya.

Dengan status sebagai negara manufaktur terbesar di Asia Tenggara dan menempati peringkat ke-13 dunia berdasarkan nilai Manufacturing Value Added (MVA), pemerintah melihat kawasan Eurasia sebagai salah satu tujuan strategis untuk memperluas pasar sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok industri global.

Di tengah ketidakpastian perdagangan dunia, langkah memperluas akses ke Eurasia dinilai menjadi salah satu strategi Indonesia untuk mengurangi ketergantungan pada pasar tradisional sekaligus membuka peluang baru bagi produk manufaktur nasional.

Bagi pelaku industri, keberhasilan memanfaatkan momentum INNOPROM 2026 dapat menjadi pintu masuk untuk memperluas ekspor, meningkatkan kolaborasi manufaktur, dan menarik investasi baru ke dalam negeri.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
HA
Jurnalis

Harun Rasyid

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait