KABARBURSA.COM – PT Indo Premier Sekuritas (IPOT), perusahaan sekuritas yang menyediakan layanan transaksi saham dan produk investasi di Indonesia, meluncurkan fitur IPOT AI Trading. Perusahaan mengklaim teknologi tersebut mampu mengolah jutaan data pasar secara real time untuk membantu investor melakukan analisis dan pengambilan keputusan investasi.
IPOT menjelaskan, pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) di industri investasi selama ini umumnya masih terbatas sebagai chatbot, mesin pencari informasi, maupun peringkas teks. Melalui IPOT AI Trading, AI digunakan sebagai bagian dari proses analisis pasar.
Sistem tersebut dirancang untuk mengolah berbagai data pasar secara real time, mulai dari perubahan harga saham, antrean order (order book), aktivitas broker, arus dana asing (foreign flow), laporan keuangan emiten, hingga indikator teknikal.
President Director & CEO PT Indo Premier Sekuritas Moleonoto The, mengatakan kemampuan utama AI terletak pada pengolahan data dalam jumlah besar sehingga dapat mendukung proses analisis investasi.
"Nilai terbesar AI terletak pada kemampuannya mengolah data dalam skala yang jauh melampaui kapasitas manusia untuk menghasilkan insight yang lebih terukur dan mendukung keputusan investasi yang lebih presisi," ujar Moleonoto dalam keterangan tertulis yang diterima KabarBursa.com, Senin, 13 Juli 2026.
Menurutnya, teknologi tersebut dikembangkan agar kemampuan analisis yang sebelumnya lebih banyak dimanfaatkan investor institusi dapat diakses oleh investor ritel.
IPOT menyebut selama ini teknologi analitik berbasis AI, big data, dan komputasi berkapasitas tinggi umumnya digunakan oleh institusi keuangan, hedge fund, maupun investor profesional. Sementara itu, investor ritel masih banyak mengandalkan grafik harga, broker summary, informasi komunitas, hingga analisis pribadi dalam mengambil keputusan investasi.
Bagaimana Sistem Tersebut Berjalan?
Untuk menjalankan sistem tersebut, IPOT mengintegrasikan tiga komponen utama, yakni AI Big Data, AI Inferencing, dan AI-Powered Decision Engine.
AI Big Data berfungsi mengumpulkan serta mengolah jutaan variabel pasar secara simultan menggunakan machine learning, model probabilitas, pengenalan pola (pattern recognition), dan analisis deret waktu (time-series analysis).
Sementara AI Inferencing digunakan untuk menganalisis data baru secara berkelanjutan guna mendeteksi perubahan momentum, anomali pasar, maupun pola transaksi yang berkembang. Adapun AI-Powered Decision Engine menjadi pusat pemrosesan analitik yang mengevaluasi dinamika pasar secara konsisten berdasarkan data.
Teknologi tersebut kemudian diterapkan dalam lima fitur utama, yakni AI Analytics, AI Trade Flow, AI Notification, AI Financial, dan AI Real-Time Indicators.
AI Analytics digunakan untuk menganalisis fundamental emiten, volatilitas saham, dan indikator teknikal. AI Trade Flow berfungsi membaca distribusi volume transaksi, aktivitas broker, serta pola akumulasi saham.
Sementara AI Notification memberikan pemberitahuan berdasarkan pergerakan instrumen investasi. AI Financial menyajikan analisis kondisi keuangan emiten beserta proyeksi kinerjanya, sedangkan AI Real-Time Indicators menampilkan indikator pasar yang diperbarui secara dinamis mengikuti kondisi perdagangan.
Moleonoto mengatakan pengembangan teknologi tersebut lebih menitikberatkan pada kemampuan AI inferencing dibanding sekadar membangun aplikasi berbasis AI.
"Bagi IPOT, AI bukan sekadar fitur digital, melainkan fondasi baru dalam cara investor memahami pasar, mengevaluasi risiko, dan mengambil keputusan investasi," katanya.
IPOT menjelaskan proses coding berfungsi membangun platform, sedangkan AI inferencing menjadi inti sistem yang mengolah kumpulan big data menjadi analisis untuk mendukung pengambilan keputusan investasi.
Dalam operasionalnya, AI inferencing mengintegrasikan berbagai variabel pasar, mulai dari transaksi tick-by-tick, fundamental perusahaan, aktivitas broker, hingga data perdagangan lainnya ke dalam satu ekosistem analisis melalui AI Analytics dan AI Trade Flow.
Berapa Besar Dana Pengembangan Teknologi?
Perusahaan juga menyebut pengembangan teknologi tersebut didukung dana kelolaan (asset under custody) sekitar Rp312 triliun yang menghasilkan volume data transaksi dalam jumlah besar. Data tersebut dimanfaatkan untuk melatih model AI agar mampu mengenali pola pasar dengan tingkat akurasi yang lebih baik.
Selain itu, IPOT AI Trading terintegrasi dengan berbagai instrumen investasi, seperti saham, reksa dana, dan obligasi, sehingga analisis dapat dilakukan dalam satu platform.
IPOT menyatakan pengembangan AI juga dipadukan dengan riset yang disusun tim analis perusahaan untuk memberikan konteks terhadap kondisi ekonomi dan pasar. Di sisi lain, perusahaan menerapkan sistem keamanan siber berlapis sebagai upaya mengurangi risiko ancaman, termasuk phishing dan penyalahgunaan akun investor.
Menurut Moleonoto, pengembangan AI di sektor investasi tidak hanya ditentukan oleh banyaknya fitur yang tersedia, tetapi juga kemampuan mengintegrasikan data menjadi informasi yang dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan finansial.
"Melalui investasi berkelanjutan pada AI Big Data, sistem keamanan berlapis, serta riset institusi, IPOT berkomitmen membawa investor ke era baru yang lebih objektif dan presisi," ujar Moleonoto.(*)