Market Watch

06 Jul 2026

KOKA 135 +35,00%
FUTR 220 +34,97%
ECII 153 +34,21%
RMKO 390 +25,00%
COCO 290 +25,00%
ASPI 414 +24,70%
DEPO 286 +24,35%
MDIA 71 +20,34%
CSMI 82 +18,84%
PADI 89 +12,66%
RGAS 188 +11,24%
VISI 950 +11,11%
TRUS 600 +10,09%
LUCY 715 +10,00%
PSDN 110 +10,00%
BTEK 11 +10,00%
BAPA 378 +9,88%
CASH 191 +9,77%
UDNG 1.410 +9,73%
NINE 79 +9,72%
PPGL 194 +9,60%
SAGE 23 +9,52%
IFSH 1.335 +9,43%
RCCC 93 +9,41%
KOKA 135 +35,00%
FUTR 220 +34,97%
ECII 153 +34,21%
RMKO 390 +25,00%
COCO 290 +25,00%
ASPI 414 +24,70%
DEPO 286 +24,35%
MDIA 71 +20,34%
CSMI 82 +18,84%
PADI 89 +12,66%
RGAS 188 +11,24%
VISI 950 +11,11%
TRUS 600 +10,09%
LUCY 715 +10,00%
PSDN 110 +10,00%
BTEK 11 +10,00%
BAPA 378 +9,88%
CASH 191 +9,77%
UDNG 1.410 +9,73%
NINE 79 +9,72%
PPGL 194 +9,60%
SAGE 23 +9,52%
IFSH 1.335 +9,43%
RCCC 93 +9,41%
Makro 07 Jul 2026 Penulis: Harun Rasyid Editor: Hutama Prayoga

KEK Singhasari Gaet IIM Bangalore demi Kembangkan SDM dan Investasi

Kolaborasi ini menjadi bagian dari transformasi KEK dari kawasan berbasis investasi menjadi ekosistem yang mengintegrasikan pendidikan, riset, teknologi, dan pengembangan SDM

KEK Singhasari resmi gandeng IIM Bangalore demi perkuat talenta digital dan investasi global untuk dukung target pertumbuhan ekonomi RI 8 persen

Pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian perkuat peran KEK Singhasari di Malang, Jawa Timur lewat kerja sama dengan Indian Institute of Management Bangalore. Berikut tujuannya. (Foto: KabarBursa.com/Harun)
Pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian perkuat peran KEK Singhasari di Malang, Jawa Timur lewat kerja sama dengan Indian Institute of Management Bangalore. Berikut tujuannya. (Foto: KabarBursa.com/Harun)

Daftar Isi

  1. 01 KEK Mandalika Mulai Berburu SDM Kompeten

KABARBURSA.COM – Peran Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Singhasari sebagai pusat pengembangan talenta digital dan inovasi coba diperkuat lewat kerja sama dengan Indian Institute of Management (IIM) Bangalore.

Kolaborasi ini menjadi bagian dari transformasi KEK dari kawasan berbasis investasi menjadi ekosistem yang mengintegrasikan pendidikan, riset, teknologi, dan pengembangan sumber daya manusia (SDM).

Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara KEK Singhasari dan IIM Bangalore telah dilangsungkan di depan Sekretaris Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Perekonomian, Susiwijono Moegiarso, di Jakarta, Senin, 6 Juli 2026.

Pemerintah menilai penguatan fungsi KEK Singhasari sebagai pusat pendidikan internasional, menjadi salah satu strategi untuk mencetak talenta berdaya saing global. Upaya ini juga untuk mendukung target pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 8 persen pada 2029.

"Mempertahankan pertumbuhan ekonomi saja tidak cukup. Indonesia telah menetapkan target pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen, yang membutuhkan investasi yang lebih besar, produktivitas yang lebih tinggi, inovasi yang semakin kuat, serta sumber daya manusia yang berdaya saing global," ujar Susiwijono di Kantor Kemenko Perekonomian, Senin, 6 Juli 2026.

Ia menyatakan, pengembangan KEK kini tidak lagi hanya berorientasi pada kawasan industri, tetapi juga menjadi pusat inovasi yang mempertemukan dunia pendidikan, dunia usaha, dan pemerintah.

Arah tersebut diklaim sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan pendidikan, ilmu pengetahuan, teknologi, inovasi, dan transformasi digital sebagai prioritas pembangunan nasional.

Sesuai visi tersebut, KEK Singhasari di Malang, Jawa Timur menjadi KEK pertama di Indonesia yang berfokus pada ekonomi digital, pendidikan, dan teknologi.

Kawasan ini telah menggandeng sejumlah institusi pendidikan kelas dunia, termasuk King's College London dan kini IIM Bangalore, salah satu sekolah bisnis terbaik di Asia.

Kolaborasi terbaru ini juga melengkapi berbagai kerja sama Indonesia–India yang telah berkembang di KEK Singhasari, seperti Cyber Defense Academy dan Mumbai–Malang Creative Tech Corridor.

Terkait capaian, seluruh KEK di Indonesia hingga kuartal I 2026 telah membukukan realisasi investasi kumulatif sebesar Rp353,3 triliun, diklaim menyerap 266.688 tenaga kerja, serta menjadi lokasi operasi 471 pelaku usaha di 25 KEK.

Susiwijono menambahkan, pengembangan KEK Singhasari diharapkan memberikan manfaat jangka panjang bagi peningkatan kualitas pendidikan, serta mendukung kebutuhan industri terhadap tenaga kerja yang memiliki kompetensi global.

"Saya yakin kemitraan ini akan menandai tonggak penting dalam pengembangan sumber daya manusia Indonesia, memperkuat ekosistem pendidikan tinggi kita, memperdalam kolaborasi akademisi dan industri, serta memastikan bahwa manfaat dari pengembangan KEK dapat diwujudkan dalam bentuk sumber daya manusia yang lebih unggul dan peluang yang lebih besar bagi generasi mendatang," pungkasnya.

KEK Mandalika Mulai Berburu SDM Kompeten

Arus investasi di Kawasan Ekonomi Khusus atau KEK Mandalika terus bertambah. Hingga triwulan I 2026, nilai investasi kumulatif di kawasan tersebut telah mencapai Rp6,06 triliun dengan penyerapan 20.862 tenaga kerja. Namun, laju investasi itu dinilai perlu diimbangi dengan ketersediaan tenaga kerja yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan industri.

Persoalan tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam Focus Group Discussion (FGD) Identifikasi Kebutuhan Tenaga Kerja dan Pelatihan di KEK Mandalika yang digelar Direktorat Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Kementerian Ketenagakerjaan di Lombok, Jumat, 3 Juli 2026, lalu.

Forum itu mempertemukan pemerintah, pengelola kawasan, lembaga pelatihan vokasi, dan pelaku usaha untuk memetakan kebutuhan tenaga kerja, kompetensi yang dibutuhkan industri, hingga penyusunan program pelatihan yang dinilai lebih sesuai dengan kebutuhan dunia usaha di KEK Mandalika.

Pemerintah menilai penguatan sumber daya manusia menjadi salah satu faktor penting untuk mendukung investasi yang terus berkembang di kawasan tersebut. Langkah tersebut juga dikaitkan dengan target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,4 persen pada 2026 melalui peningkatan produktivitas tenaga kerja dan penguatan keterkaitan antara pelatihan vokasi dengan kebutuhan industri.

Selain itu, penguatan pelatihan vokasi juga menjadi bagian dari Paket Stimulus Ekonomi Semester II 2026. Pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp6,26 triliun untuk mendukung program pemagangan yang mulai dijalankan sejak Juli 2026.

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengatakan KEK memiliki posisi penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Karena itu, menurutnya, kawasan tersebut harus didukung oleh tenaga kerja yang sesuai dengan kebutuhan industri.

“Bagi saya, Kawasan Ekonomi Khusus merupakan salah satu instrumen utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi. Ketika kita berbicara mengenai pertumbuhan ekonomi, salah satu jawabannya adalah KEK, karena memang dibentuk pemerintah untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi,” ujar Yassierli, dikutip dari keterangan tertulis Dewan Nasional KEK, Selasa, 7 Juli 2026.

Ia juga menilai program magang dapat menjadi salah satu cara untuk meningkatkan kesiapan tenaga kerja di tengah perlambatan ekonomi. “Ketika ekonomi sedang menghadapi berbagai tantangan, program magang menjadi salah satu solusi untuk memperkuat kesiapan tenaga kerja dalam memasuki dunia kerja,” katanya.

Menurut Yassierli, pelaksanaan Program Magang Nasional sebelumnya telah diikuti sekitar 100.000 peserta. Dari jumlah tersebut, sekitar 30 persen memperoleh tawaran bekerja dari perusahaan tempat mereka menjalani program magang.

Meski demikian, ia mengingatkan masih terdapat persoalan ketidaksesuaian antara kompetensi tenaga kerja dan kebutuhan dunia usaha, baik dalam bentuk vertical mismatch maupun horizontal mismatch. Kondisi itu, menurutnya, perlu dijawab melalui pelatihan yang berorientasi pada kesiapan kerja (job-ready training) dan dirancang sesuai kebutuhan riil industri. (*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
HA
Jurnalis

Harun Rasyid

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait