Logo
>

Ketahanan APBN di Ujung Pisau Geopolitik dan Fluktuasi Harga Minyak

Ada cadangan fiskal yang dapat digunakan untuk memberikan bantalan terhadap gejolak-gejolak itu

Ditulis oleh KabarBursa.com
Ketahanan APBN di Ujung Pisau Geopolitik dan Fluktuasi Harga Minyak
Wakil Menteri Keuangan Juda Agung menegaskan bahwa struktur APBN Indonesia dirancang tangguh untuk menghadapi dinamika global

KABARBURSA.COM - Wakil Menteri Keuangan Juda Agung menegaskan bahwa struktur APBN Indonesia dirancang tangguh untuk menghadapi dinamika global, termasuk eskalasi geopolitik yang berpotensi mendorong kenaikan harga minyak dan tekanan di pasar keuangan. Hal tersebut ia sampaikan dalam forum Indonesia Economic Forum 2026 yang digelar di Jakarta.

Menurut Juda, APBN Indonesia dibangun di atas tiga prinsip utama, yakni prudent (kehati-hatian), disiplin, dan fleksibel.

“APBN kita itu memang didesain pertama, prinsip prudent. Kemudian disiplin. Ketiga, fleksibel. Prudent dan disiplin, kita memastikan bahwa defisit kita di bawah 3 persen. Debt to GDP ratio sekitar 40 persen. Masih jauh lebih rendah dari di undang-undang 60 persen,” ujar Juda.

Ia menekankan bahwa prinsip fleksibilitas memberi ruang bagi pemerintah untuk mengaktifkan buffer atau cadangan fiskal ketika terjadi guncangan global yang memengaruhi sisi belanja maupun penerimaan negara.

“Fleksibel artinya termasuk jika terjadi shock yang bersumber dari global. Maka ada buffer, ada cadangan fiskal yang dapat digunakan untuk memberikan bantalan terhadap gejolak-gejolak itu,” jelasnya.

Terkait risiko kenaikan harga minyak dan pelemahan nilai tukar rupiah, Kementerian Keuangan secara rutin melakukan stress test terhadap berbagai skenario global.

Dalam nota keuangan, pemerintah juga mencantumkan analisis sensitivitas terhadap indikator makro utama.

Juda memaparkan, setiap kenaikan USD1 pada Indonesian Crude Price (ICP) berpotensi menambah defisit sekitar Rp6,8 triliun. 

Sementara pelemahan Rp100 terhadap dolar AS dapat menambah defisit sekitar Rp0,8 triliun, dan kenaikan yield obligasi 0,1 persen berpotensi meningkatkan beban sekitar Rp1,9 triliun.

Meski demikian, hasil simulasi pemerintah menunjukkan posisi fiskal tetap terkendali.

“Stress-test yang kami lakukan pada skenario yang cukup plausible itu menunjukkan bahwa defisit masih terjaga di bawah 3 persen, debt over GDP juga masih terjaga,” tegasnya.

Dari sisi pembiayaan, pemerintah terus memperkuat ketahanan fiskal melalui diversifikasi sumber pendanaan.

Jika sebelumnya penerbitan global bond didominasi dolar AS, kini pemerintah memperluas ke mata uang lain.

“Minggu lalu kami baru saja menerbitkan global bonds sejumlah USD4,5 miliar equivalent tapi dalam mata uang Euro dan Renminbi. Dan itu harganya masih sangat bagus, yield-nya masih sangat bagus. Untuk Renminbi antara 2–3 persen dan untuk Euro itu 4–5 persen,” ungkap Juda.

Langkah ini dinilai sebagai strategi untuk memperluas basis investor sekaligus menjaga biaya utang tetap kompetitif di tengah ketidakpastian pasar global.

Selain pembiayaan, pemerintah juga memperkuat peran investasi domestik melalui entitas baru bernama Danantara. Menurut Juda, kehadiran Danantara menjadi bagian dari strategi manajemen makroekonomi nasional.

“Danantara ini sekarang memiliki peran yang penting. Kalau dulu investasi yang dilakukan oleh pemerintah akhirnya masuk di APBN, sekarang kan ada di Danantara. Danantara sekarang part of macroeconomic management dari Indonesia,” jelasnya.

Dengan skema tersebut, belanja APBN lebih difokuskan pada konsumsi pemerintah dan penguatan kesejahteraan masyarakat, terutama kelompok menengah ke bawah.

Sementara pembiayaan investasi diarahkan melalui Danantara serta dukungan investasi luar negeri.

Menutup paparannya, Juda optimistis keseimbangan fiskal tetap terjaga di tengah dinamika global.

“Dengan berbagai instrumen tersebut, kita optimistis keseimbangan antara penerimaan dan belanja negara tetap dapat dijaga meskipun kondisi global penuh ketidakpastian,” pungkasnya.(NAD)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

KabarBursa.com

Redaksi