KABARBURSA.COM – Ada yang berbeda ketika berwisata ke Taman Safari Bogor kali ini. Selain karena lebih ramah dibanding biasanya, kehadiran bayi panda raksasa (giant panda) ini ramai diperbincangkan dan jadi sorotan pengunjung.
Pengelola Taman Safari Bogor menamai bayi panda raksasa ini dengan nama Satrio Wiratama. Padahal dua induknya memiliki nama China, yakni hu Chun dan Cai Tao. Berdasarkan penuturan pengelola wisata, Rio (panggilan Satrio Wiratama) adalah bayi panda pertama yang lahir di Indonesia.
Bahkan, kelahiran Rio pada 27 November 2025, sempat menyita perhatian dunia dan disambut pemerintah China. Bukan cuma itu, nama bayi panda tersebut juga diberikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto.
Sejak dibuka untuk umum pada awal Juni 2026, penampilan Rio di Istana Panda, Taman Safari Bogor menjadi magnet baru yang mendorong kenaikan jumlah pengunjung, terutama selama periode liburan sekolah.
General Manager Taman Safari Bogor, Sere Nababan, mengatakan antusiasme pengunjung terhadap Rio terlihat sejak panda tersebut resmi dapat disaksikan masyarakat. Menurutnya, banyak wisatawan yang datang dengan agenda khusus untuk melihat bayi panda raksasa tersebut.
“Sambutannya luar biasa dari para pengunjung mengenai Baby Rio yang memang sudah open for public dan bisa dilihat oleh pengunjung,” ujar Sere ketika ditemui di Taman Safari Bogor, Jawa Barat, Jumat, 10 April 2026.
Manajemen kebun binatang dan lembaga konservasi satwa tersebut memastikan bahwa Rio masih ditempatkan di area khusus. Dengan langkah ini, tingkat kenaikan pengunjung juga dapat mudah terpantau.
“Rio ini berada dalam area yang terpisah. Jadi enak kita kontrolnya. Dia berada di area Istana Panda, gedungnya beda. Jadi untuk kami mudah sekali untuk tracking mengenai traffic,” katanya.
Berdasarkan pemantauan Taman Safari Bogor, jumlah pengunjung yang datang berkunjung mengalami peningkatan signifikan selama musim liburan.

“Sejauh ini kenaikannya saat liburan ini bagus. Jadi kenaikannya ada di angka 30 sampai 40 persen,” ungkap Sere.
Meski tidak menyebut jumlah pengunjung dan pendapatan secara detail, kenaikan kunjungan wisatawan sebelum lahirnya Rio di Taman Safari Bogor berada di kisaran 15-20 persen. Hadirnya lonjakan pengunjung adalah hal yang wajar, mengingat mamalia dengan bulu berkelir hitam dan putih ini adalah hewan asal Tiongkok Tengah.
“Sebanyak 30-40 persen itu adalah dari jumlah tamu kami keseluruhan. Kalau sebelumnya itu enggak sampai mencapai angka daripada 20 persen atau 15 persen. Berarti kan cukup signifikan juga ya. Dan euforianya bagus lah. Pengunjung datang itu selain memang mau ke Taman Safari memang agendanya juga mau lihat si Baby Rio," ujarnya.
Fenomena tersebut menunjukkan bahwa kehadiran satwa ikonik dapat menjadi salah satu pendorong utama industri wisata berbasis konservasi. Di berbagai negara, kebun binatang maupun taman safari kerap mengandalkan kelahiran satwa langka sebagai daya tarik baru untuk meningkatkan kunjungan wisatawan.
Selain memperkuat fungsi edukasi dan konservasi, momentum tersebut juga berdampak terhadap aktivitas ekonomi kawasan wisata, mulai dari penjualan tiket, suvenir, hingga belanja pengunjung selama berada di dalam area rekreasi.
Pastikan Satwa dapat Perawatan Terbaik
Di tengah tingginya antusiasme masyarakat, Taman Safari Bogor menegaskan fokus utama pengelola tetap pada aspek operasional dan kesejahteraan satwa.
Menurut Sere, pihaknya memastikan Baby Rio maupun satwa lain memperoleh perawatan secara menyeluruh agar tetap sehat dan nyaman.
“Yang penting di operational, kami memastikan menjaga Rio dan semua satwa yang ada di sini. Benar-benar kami jaga masalah kenyamanannya, kesehatannya, keberadaan pengunjung. Kita taking care semua dari A sampai Z. Benar-benar kita taking care. Ini napasnya Taman Safari ya ada di sini,” kata dia.
Meski di taman safari banyak hal yang bisa dijadikan cuan, tetapi daya tarik utama wisata ini adalah koleksi binatang. Hampir semua pengunjung taman safari adalah untuk melihat binatang secara langsung. Mereka merogoh kantong dalam-dalam untuk melihat satwa, mendapat edukasi tentang satwa dan hiburan.
Tidak heran jika kehadiran dan keunikan Rio menjadi magnet pengunjung dari berbagai tempat. Daya tarik hewan lucu berdarah panas ini menunjukan jika satwa dapat menjadi aset strategis bagi industri pariwisata berbasis edukasi dan konservasi.
Sekadar informasi, panda raksasa dikenal sebagai salah satu satwa paling populer di dunia. Statusnya sebagai satwa langka dengan tingkat reproduksi yang relatif rendah membuat setiap kelahiran bayi panda hampir selalu menarik perhatian publik. Tidak mengherankan jika banyak kebun binatang di berbagai negara menjadikan panda sebagai ikon utama untuk menarik wisatawan sekaligus memperkuat program edukasi dan konservasi satwa.
Selain itu, kehadiran panda di luar China juga memiliki nilai diplomatik. Negeri Tirai Bambu selama bertahun-tahun menjalankan program yang dikenal sebagai panda diplomacy dengan meminjamkan panda ke sejumlah negara sebagai simbol persahabatan sekaligus kerja sama konservasi.
Dalam konteks tersebut, kelahiran Rio tidak hanya menjadi pencapaian program konservasi di Indonesia, tetapi juga memperkuat kerja sama kedua negara dalam pelestarian satwa langka.(*)