Logo
>

Perbanas Beberkan Strategi Bank Hadapi Krisis Global Akibat Konflik Iran-Israel dan AS

Perbanas pastikan perbankan nasional tetap solid di tengah konflik global dengan penguatan manajemen risiko, likuiditas, dan kualitas aset.

Ditulis oleh Harun Rasyid
Perbanas Beberkan Strategi Bank Hadapi Krisis Global Akibat Konflik Iran-Israel dan AS
Perbanas ungkap kondisi industri perbankan RI di tengah gejolak global. Foto: dok. Perbanas

KABARBURSA.COM - Perhimpunan Bank Nasional (Perbanas) menyampaikan kondisi industri perbankan dalam negeri saat ini.

Perbanas menilai, industri perbankan nasional tengah meningkatkan penguatan kerangka manajemen risiko dan prinsip kehati-hatian (prudential banking).

Langkah Perbanas tersebut, berdasarkan situasi meningkatnya risiko global yang dipicu eskalasi konflik Iran–Israel yang melibatkan Amerika Serikat (AS).

Memanasnya situasi di Timur Tengah dari perang Iran melawan Israel-AS,
berpotensi menekan stabilitas harga komoditas strategis, khususnya minyak mentah.

Ketua Umum Perbanas yang juga Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI, Hery Gunardi menyatakan bahwa meskipun volatilitas eksternal meningkat, indikator fundamental perbankan domestik disebut masih berada pada level yang solid.

Menurutnya, fundamental perbankan nasional yang solid terlihat dari pertumbuhan kredit yang tetap terjaga, likuiditas yang memadai, serta permodalan yang kuat.

“Kami melihat risiko global meningkat, terutama melalui transmisi kenaikan harga energi dan volatilitas pasar keuangan. Dalam konteks ini, perbankan akan semakin memperkuat prinsip kehati-hatian melalui penguatan manajemen risiko dan kualitas aset,” ujar Hery lewat keterangan resmi, Sabtu 28 Maret 2026.

Lebih lanjut, Perbanas juga mengumumkan sejumlah langkah mitigasi untuk memperkuat industri 
perbankan nasional. Caranya melalui stress test sektoral dan penguatan early warning system yang bertujuan untuk mengantisipasi potensi penurunan kualitas kredit.

Stress test sektoral dilakukan pada sektor-sektor yang sensitif akan 
kenaikan biaya energi seperti logistik transportasi, hingga manufaktur.

Selain itu Hery menyebut, perbankan juga siap lebih disiplin dalam penyaluran kredit melalui pendekatan risk-based pricing. 

Upaya ini demi menjaga kecukupan likuiditas melalui optimalisasi rasioliquidity coverage ratio (LCR) dan net stable funding ratio (NFSR), serta mengelola eksposur nilai tukar secara lebih konservatif melalui strategi lindung nilai, serta pengendalian posisi devisa neto.

“Langkah-langkah ini penting untuk memastikan fungsi intermediasi tetap berjalan optimal tanpa mengabaikan aspek stabilitas, khususnya di tengah ketidakpastian global yang masih tinggi,” jelas Hery.

Melalui berbagau kebijakan tersebut, industri perbankan diharapkan tetap resilien dan mampu menopang pertumbuhan ekonomi domestik.

Sebab Perbanas mencatat, tekanan faktor eksternal dari geopolitik global tersebut diproyeksikan akan meningkat dalam jangka pendek hingga menengah. (info-bks/*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Harun Rasyid

Harun Rasyid adalah jurnalis KabarBursa.com yang fokus pada liputan pasar modal, sektor komersial, dan industri otomotif. Berbekal pengalaman peliputan ekonomi dan bisnis, ia mengolah data dan regulasi menjadi laporan faktual yang mendukung pengambilan keputusan pelaku pasar dan investor. Gaya penulisan lugas, berbasis riset, dan memenuhi standar etika jurnalistik.