Logo
>

Prabowo Targetkan Ekonomi 2027 Tumbuh 6,5 Persen, Defisit APBN Maksimal 2,4 Persen

Target pertumbuhan ekonomi yang dipasang tersebut dinilai sebagai langkah dalam menuju pertumbuhan ekonomi 8 persen pada 2029.

Ditulis oleh Harun Rasyid
Prabowo Targetkan Ekonomi 2027 Tumbuh 6,5 Persen, Defisit APBN Maksimal 2,4 Persen
Prabowo Targetkan Ekonomi 2027 Tumbuh 6,5 Persen, Defisit APBN Maksimal 2,4 Persen. Foto: Tangkapan Layar/Youtube TV Parlemen

KABARBURSA.COM – Presiden RI Prabowo Subianto mematok target pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kisaran 5,8 hingga 6,5 persen pada 2027.

Target pertumbuhan ekonomi yang dipasang tersebut dinilai sebagai langkah dalam menuju pertumbuhan ekonomi 8 persen pada 2029.

Target tersebut disampaikan Prabowo saat memaparkan Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM PPKF) 2027 di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu 20 Mei 2026.

Dalam paparannya, kepala negara menegaskan pemerintah akan menjaga disiplin fiskal sekaligus mendorong berbagai program prioritas nasional.

“Dengan strategi ekonomi yang tepat, kebijakan fiskal yang prudent dan berkelanjutan, saya yakin ekonomi Indonesia dapat tumbuh pada kisaran 5,8 hingga 6,5 persen di tahun 2027 menuju pertumbuhan ekonomi 8 persen pada tahun 2029,” kata Prabowo.

Pemerintah juga menargetkan pendapatan negara pada APBN 2027 berada di kisaran 11,82 hingga 12,40 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Sementara itu, belanja negara direncanakan mencapai 13,62 hingga 14,80 persen dari PDB guna menopang program prioritas dan sektor-sektor strategis.

Dari sisi fiskal, Prabowo memastikan defisit APBN tetap dijaga dalam batas aman. Pemerintah menargetkan defisit pada kisaran 1,80 hingga maksimal 2,40 persen dari PDB.

“Defisit APBN akan kami jaga pada kisaran 1,80 hingga maksimal 2,40 persen PDB dan kita akan berjuang terus untuk menekan dan memperkecil defisit ini,” ungkapnya.

Selain menjaga defisit, pemerintah juga membidik stabilitas pasar keuangan domestik. Suku bunga Surat Berharga Negara (SBN) untuk tenor 10 tahun diproyeksikan berada di kisaran 6,5 hingga 7,3 persen.

Untuk sektor nilai tukar, pemerintah memperkirakan rupiah bergerak pada rentang Rp16.800 hingga Rp17.500 per dolar Amerika Serikat (AS) pada 2027. 

Prabowo melanjutkan, koordinasi kebijakan fiskal dan moneter akan difokuskan untuk menjaga stabilitas kurs rupiah di tengah dinamika global.

“Strategi fiskal dan moneter kita harus mampu untuk menjaga nilai tukar kita tetap stabil terhadap mata uang dunia,” katanya.

Sedangkan terkait inflasi, ditargetkan terkendali pada level 1,5 hingga 3,5 persen. 

Di sektor energi, asumsi harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) dipatok sebesar 70 hingga 95 dolar AS per barel.

Pemerintah juga menetapkan target lifting minyak bumi sebesar 602 ribu hingga 615 ribu barel per hari. Adapun lifting gas diperkirakan mencapai 934 ribu hingga 977 ribu barel setara minyak per hari.

Selain fokus pada pertumbuhan ekonomi, Prabowo juga menekankan pentingnya pemerataan kesejahteraan. 

Pemerintah menargetkan angka kemiskinan turun ke rentang 6,0 hingga 6,5 persen pada 2027, atau lebih rendah dibanding target sebelumnya yang sebesar 6,5 hingga 7,5 persen.

Tingkat pengangguran terbuka juga diproyeksikan menurun ke kisaran 4,30 hingga 4,87 persen. Sedangkan rasio gini yang biasa digunakan untuk mengukur tingkat ketimpangan distribusi pendapatan atau kekayaan dalam suatu populasi, ditargetkan membaik ke level 0,362 hingga 0,367.

“Jarak antara yang terkaya dan yang termiskin tidak boleh semakin lebar, bahkan harus kita perjuangkan untuk terus menyempit,” sebut Prabowo.

Dalam upaya pembangunan manusia, pemerintah menargetkan peningkatan Indeks Modal Manusia menjadi 0,575 dari posisi sebelumnya 0,570. 

Target tersebut akan didorong melalui berbagai program prioritas di sektor pendidikan, kesehatan, dan penguatan kualitas sumber daya manusia.

Paparan KEM PPKF 2027 tersebut, menjadi sinyal dari arah kebijakan ekonomi pemerintahan Prabowo yang menitikberatkan pada kombinasi pertumbuhan tinggi, stabilitas fiskal, dan penguatan kesejahteraan masyarakat di tengah tantangan ekonomi global(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Harun Rasyid

Harun Rasyid adalah jurnalis KabarBursa.com yang fokus pada liputan pasar modal, sektor komersial, dan industri otomotif. Berbekal pengalaman peliputan ekonomi dan bisnis, ia mengolah data dan regulasi menjadi laporan faktual yang mendukung pengambilan keputusan pelaku pasar dan investor. Gaya penulisan lugas, berbasis riset, dan memenuhi standar etika jurnalistik.