KABARBURSA.COM - Perubahan ekonomi desa berbasis potensi lokal mulai menunjukkan hasil konkret.
Salah satu contohnya dialami Desa Pajambon, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat yang mampu mengintegrasikan sektor pertanian, peternakan, pariwisata, hingga ekonomi kreatif.
Upaya Desa Pejambon tersebut mampu mendorong ekonomi kerakyatan yang bertumbuh sekaligus berkelanjutan.
Capaian ini mengantarkan Desa Pajambon masuk dalam jajaran desa terbaik Program Desa BRILiaN yang diinisiasi oleh PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI.
Desa tersebut sejauh ini memang masih mengandalkan Sektor pertanian dalam ekonomi desa. Namun beragam komoditas seperti sayur-sayuran, jambu merah, kopi, hingga tanaman hias terus dikembangkan secara terintegrasi.
Potensi ini, kemudian diperluas melalui sektor pariwisata dengan pengembangan destinasi Curug Lembah Cilengkrang dan Agrowisata Pakuwon sejak 2022 sebagai sumber pertumbuhan baru.
Kepala Desa Pajambon, Nani Arinngsih mengatakan, pendekatan klaster menjadi kunci dalam mengoptimalkan potensi desa agar memberi nilai tambah yang lebih luas.
“Dengan adanya klaster-klaster ini, pemerintah desa memberikan dukungan agar dapat meningkatkan ekonomi masyarakat,” ujarnya lewat keterangan resmi, Rabu 1 Apr 2026.
Strategi tersebut terbukti efektif. Dari ribuan desa peserta Program Desa BRILiaN, Desa Pajambon berhasil menembus 40 besar hingga masuk 15 besar nasional.
Momentum ini dimanfaatkan untuk mempercepat pengembangan kawasan, terutama Agrowisata Pakuon sebagai ikon ekonomi lokal.

Penguatan ekonomi desa juga dilakukan melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang mengelola berbagai unit usaha secara terintegrasi, mulai dari BUMDes Mart, agrowisata, hingga program ketahanan pangan.
BUMDes di wilayah tersebut turut berkontribusi menghadirkan layanan keuangan melalui BRILink Agen guna memperluas akses transaksi masyarakat.
Komoditas jambu merah yang dikembangkan sejak 2008 menjadi salah satu produk unggulan desa. Produk ini tidak hanya dijual dalam bentuk segar, tetapi juga diolah menjadi produk bernilai tambah untuk memperluas pasar.
Di sisi lain, klaster peternakan domba dan kopi turut memperkuat diversifikasi ekonomi. Desa Pajambon menghasilkan kopi Arabika, Robusta, hingga Tuberika.
Dukungan alat produksi serta akses pembiayaan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) mendorong peningkatan kualitas dan daya saing produk lokal.
Direktur Micro BRI, Akhmad Purwakajaya menyatakan, Program Desa BRILiaN dirancang untuk memperkuat fondasi ekonomi desa berbasis potensi lokal terintegrasi. Hingga kini, program tersebut telah menjangkau lebih dari 5.200 desa di seluruh Indonesia.
“Desa Pajambon menjadi contoh bagaimana potensi lokal dapat dioptimalkan menjadi sumber pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Melalui Program Desa BRILiaN, BRI tidak hanya menghadirkan pembiayaan, tetapi juga mendorong pendampingan dan penguatan ekosistem usaha secara menyeluruh," jelasnya
Akhmad menambahkan, pendekatan tersebut membuktikan penguatan peran desa sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru yang berkelanjutan, serta memberikan nilai tambah bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat. (info-bks/*)