Market Watch

09 Jul 2026

MMIX 785 +23,62%
JAST 94 +22,08%
ARTO 1.200 +18,23%
SOCI 354 +15,69%
NTBK 90 +15,38%
NSSS 710 +14,52%
AHAP 103 +13,19%
DEWA 332 +11,41%
RAJA 4.350 +10,97%
SOSS 1.105 +9,95%
TFCO 735 +9,70%
LMAX 102 +9,68%
PGLI 210 +9,38%
VKTR 545 +9,00%
ALII 745 +8,76%
YPAS 655 +8,26%
JARR 1.920 +7,87%
BMSR 304 +7,80%
YELO 74 +7,25%
ASMI 15 +7,14%
PJHB 166 +7,10%
BWPT 78 +6,85%
BRPT 1.600 +6,67%
NICK 1.040 +6,67%
MMIX 785 +23,62%
JAST 94 +22,08%
ARTO 1.200 +18,23%
SOCI 354 +15,69%
NTBK 90 +15,38%
NSSS 710 +14,52%
AHAP 103 +13,19%
DEWA 332 +11,41%
RAJA 4.350 +10,97%
SOSS 1.105 +9,95%
TFCO 735 +9,70%
LMAX 102 +9,68%
PGLI 210 +9,38%
VKTR 545 +9,00%
ALII 745 +8,76%
YPAS 655 +8,26%
JARR 1.920 +7,87%
BMSR 304 +7,80%
YELO 74 +7,25%
ASMI 15 +7,14%
PJHB 166 +7,10%
BWPT 78 +6,85%
BRPT 1.600 +6,67%
NICK 1.040 +6,67%
Market Hari Ini 09 Jul 2026 Penulis: Syahrianto Editor: Syahrianto

Ada Perubahan Pemegang ARTO, Asing Lepas Banyak Saham

Terjadi perpindahan portofolio sebanyak 3,33 juta lembar saham Bank Jago ke tangan pemodal dalam negeri sehingga mengerek porsi kepemilikan lokal menjadi 62,62 persen.

Investor asing lepas 3,33 juta saham ARTO. Institusi domestik pasang badan dan kuasai kepemilikan Bank Jago hingga 62,62 persen. Simak data detailnya.

PT Bank Jago Tbk (ARTO) melaporkan adanya pergeseran jutaan lembar saham dari pemodal asing ke institusi lokal yang memperkuat porsi kepemilikan domestik menjadi 62,62 persen. (Foto: Dok. Bank Jago)
PT Bank Jago Tbk (ARTO) melaporkan adanya pergeseran jutaan lembar saham dari pemodal asing ke institusi lokal yang memperkuat porsi kepemilikan domestik menjadi 62,62 persen. (Foto: Dok. Bank Jago)

Daftar Isi

  1. 01 Bank Jago tak Bagi Dividen meski Cetak Laba

KABARBURSA.COM – Peta kepemilikan efek pada PT Bank Jago Tbk (ARTO) mencatatkan pergeseran kepemilikan yang cukup signifikan sepanjang periode pencatatan terbaru. 

Di tengah dinamika pergerakan pasar saham sektor perbankan digital, aliran modal asing terpantau keluar dan diserap sepenuhnya oleh kekuatan basis pemodal di dalam negeri.

Berdasarkan laporan registrasi saham bulanan yang diterbitkan oleh emiten Bank Jago per akhir Juni 2026, terjadi aksi pelepasan kepemilikan oleh kelompok pemodal asing. Namun, tekanan jual dari investor luar negeri tersebut berhasil diredam dengan baik seiring adanya akumulasi beli yang masif oleh institusi dan investor lokal domestik.

"Sepanjang periode Juni 2026, terjadi pengurangan kepemilikan pada klaster pemodal asing sebesar 3.325.100 lembar saham," tulis manajemen Bank Jago dalam dokumen pelaporan elektronik resmi kepada otoritas bursa, Kamis, 9 Juli 2026. 

"Jumlah saham tersebut berpindah seluruhnya secara presisi ke dalam klaster kepemilikan pemodal lokal dengan volume penambahan yang sama," lanjut dokumen tersebut mengonfirmasi mutasi saham perusahaan.

Adanya pergeseran portofolio sebesar 3,33 juta lembar saham ini otomatis mengubah peta persentase kepemilikan saham mengambang di bursa. Porsi kepemilikan kolektif pemodal asing yang pada Mei 2026 berada di level 37,403 persen, kini menyusut tipis menjadi 37,379 persen. 

Sebaliknya, porsi kepemilikan pemodal nasional berhasil terkerek naik dari semula 62,597 persen menjadi 62,621 persen atau bulat sebesar 62,62 persen.

Jika dibedah secara mendalam berdasarkan rincian klasifikasi investor dari PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), dominasi pemodal nasional pada bank digital ini disokong kuat oleh klaster korporasi atau perseroan terbatas (PT) lokal. 

Kelompok institusi lokal ini mengunci kepemilikan jumbo dengan total mencapai 7.338.480.194 lembar saham atau setara dengan 52,942 persen dari total modal disetor. Sementara itu, kelompok investor retail perorangan lokal mengantongi 1.318.332.579 lembar saham (9,510 persen).

Di tengah dinamika pergeseran modal harian antara asing dan lokal tersebut, struktur pemegang saham pengendali dan investor utama dengan porsi di atas lima persen terpantau sangat solid tanpa mengalami perubahan satu lembar saham pun. 

Daftar pemegang saham pengendali masih dipimpin oleh PT Metamorfosis Ekosistem Indonesia dengan kepemilikan sebesar 4.129.978.125 lembar saham atau setara 29,795 persen.

Selanjutnya, posisi pemegang saham utama di atas lima persen lainnya ditempati oleh PT Dompet Karya Anak Bangsa (Gojek) yang menggenggam 2.965.745.000 lembar saham (21,396 persen), disusul oleh institusi asing Wealth Track Technology Limited sebesar 1.619.309.375 lembar saham (11,682 persen), serta lembaga investasi GIC Private Limited asal Singapura yang mempertahankan porsi kepemilikan di angka 1.249.862.100 lembar saham (9,017 persen).

Selain mencatatkan penguatan pada porsi kepemilikan domestik, Bank Jago juga membukukan indikator positif berupa perluasan basis investor ritel di lantai bursa. Basis massa pendukung saham ARTO terbukti semakin gemuk dan likuid sepanjang bulan Juni kemarin.

Dokumen mencatat, jumlah total pemegang saham nasabah pemilik Single Investor Identification (SID) Bank Jago bertambah signifikan sebanyak 203 pihak baru. 

Dengan tambahan tersebut, total jajaran investor publik yang menanamkan modalnya di saham ARTO kini melesat mencapai 37.870 pihak, dari posisi bulan sebelumnya yang tertahan di angka 37.667 pihak.

Secara makro, menguatnya porsi kepemilikan institusi lokal yang dikombinasikan dengan pertumbuhan jumlah investor retail mencerminkan tingginya tingkat kepercayaan pasar dalam negeri terhadap peta jalan bisnis Bank Jago ke depan. 

Kehadiran figur pemilik manfaat akhir (ultimate beneficial owner) seperti Jerry Ng (30 persen) dan Sugito Walujo (12 persen) di balik kendali korporasi dinilai terus memberikan sentimen kepastian tata kelola yang sehat bagi emiten berskala Papan Utama ini.

Adapun untuk jumlah modal dasar yang dicatatkan perseroan hingga akhir semester pertama tahun ini terpantau berada di level 40.000.000.000 lembar saham, dengan jumlah nominal modal ditempatkan dan disetor penuh yang terkunci kokoh sebanyak 13.861.330.900 lembar saham.

Bank Jago tak Bagi Dividen meski Cetak Laba

Bank Jago memutuskan tidak membagikan dividen kepada pemegang saham meski Perseroan telah membukukan laba bersih pada tahun buku 2025.

Bank digital tersebut memilih menahan laba untuk mendukung pengembangan dan ekspansi bisnis.

Keputusan itu ditetapkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar baru-baru ini. Dalam agenda penggunaan laba bersih, Perseroan menetapkan tidak ada pembagian dividen tunai kepada pemegang saham.

Berdasarkan dokumen hasil RUPS, Bank Jago membukukan laba bersih sebesar Rp276,23 miliar. Dari jumlah tersebut, sebesar Rp36 miliar dialokasikan sebagai cadangan wajib, sementara sisanya sekitar Rp240,2 miliar digunakan untuk membiayai kegiatan usaha Perseroan.

Keputusan menahan laba tersebut mencerminkan fokus Bank Jago yang masih berada dalam fase penguatan bisnis digital dan ekspansi usaha. Perseroan memilih mempertahankan dana internal untuk mendukung pengembangan operasional dibanding membagikannya sebagai dividen.

Selain memutuskan penggunaan laba bersih, RUPS juga menyetujui sejumlah agenda lain yang berkaitan dengan penguatan struktur organisasi dan strategi jangka panjang perusahaan. Salah satunya adalah perubahan susunan pengurus Perseroan.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
Syahrianto
Ass. Redaktur

Syahrianto

Jurnalis ekonomi dan pasar modal yang berpengalaman dalam menulis, menyunting, dan mengkurasi naskah harian serta konten analisis mendalam (in-depth analysis) seperti Insight Daily dan Insight Emiten yang berbasis data dan SEO. Secara reguler, mengarahkan reporter dan berkolaborasi dengan redaksi maupun lintas dividi, sekaligus bertindak sebagai penyusun, pengkonsep, dan host webinar mingguan KabarBursa Insight Emiten. Kini telah terverifikasi Wartawan Madya dari Dewan Pers (20183-LKBN ANTARA/Wdya/DP/II/2026/01/11/96).

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait