KABARBURSA.COM – Pengembang properti Agung Sedayu, milik pengusaha Sugianto “Aguan” Kusuma, tercatat melepas sebagian kepemilikannya di PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK) melalui sejumlah transaksi penjualan saham pada akhir Februari hingga awal Maret 2026.
Berdasarkan data transaksi, Agung Sedayu menjual total 52.930.020 saham CBDK pada periode tersebut. Penjualan itu membuat porsi kepemilikan perusahaan menyusut signifikan.
Sebelum transaksi dilakukan, Agung Sedayu tercatat memiliki 77.519.380 saham CBDK yang setara dengan 1,37 persen hak suara. Setelah transaksi selesai, kepemilikannya berkurang menjadi 24.589.360 saham atau sekitar 0,43 persen hak suara.
Penjualan saham tersebut dilakukan melalui tiga transaksi terpisah. Pada 27 Februari 2026, Agung Sedayu melepas 12.600.020 saham pada harga Rp5.300 per saham sehingga nilai transaksi tercatat sekitar Rp66,78 miliar.
Transaksi kedua berlangsung pada 3 Maret 2026 dengan jumlah saham yang dilepas mencapai 35.680.000 unit pada harga Rp5.350 per saham. Nilai transaksi pada tahap ini tercatat sekitar Rp190,88 miliar.
Selanjutnya pada 5 Maret 2026, Agung Sedayu kembali menjual 4.650.000 saham CBDK pada harga Rp5.200 per saham dengan nilai transaksi sekitar Rp24,18 miliar.
Secara keseluruhan, tiga transaksi tersebut menghasilkan dana sekitar Rp281,84 miliar dari penjualan lebih 52 juta saham CBDK.
Aksi pelepasan ini cukup memberikan pengaruh pada pergerakan saham CBDK. Di perdagangan terakhir, Jumat, 6 Maret 2026, saham CBDK ditutup melemah 75 poin atau 1,48 persen ke level Rp5.000 per saham.
Dalam satu bulan terakhir, harga saham perusahaan tersebut tercatat turun 950 poin atau 15,97 persen. Sementara secara year to date penurunannya mencapai 3.500 poin atau 41,18 persen.
Selain di CBDK, Agung Sedayu juga tercatat memiliki kepemilikan saham secara langsung di PT Jakarta International Hotels and Development Tbk (JIHD). Berdasarkan data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) per 27 Februari 2026, Agung Sedayu memiliki 27.192.000 saham JIHD atau setara dengan 1,17 persen kepemilikan.
Kinerja Keuangan CBDK Bertumbuh
Di sisi lain, PT Bangun Kosambi Sukses Tbk mencatat pertumbuhan kinerja keuangan sepanjang tahun buku 2025. Dalam laporan keuangan yang dipublikasikan perusahaan, laba bersih tercatat sebesar Rp1,36 triliun, meningkat 47,53 persen dibandingkan capaian tahun sebelumnya yang sebesar Rp924,75 miliar.
Pertumbuhan laba tersebut terjadi seiring kenaikan pendapatan bersih perusahaan yang mencapai Rp2,5 triliun pada 2025, naik 11,32 persen dibandingkan Rp2,24 triliun pada tahun sebelumnya.
Sebagian besar pendapatan perusahaan berasal dari segmen real estat yang menyumbang Rp2,46 triliun. Sementara segmen konvensi memberikan kontribusi sebesar Rp39,39 miliar terhadap total pendapatan.
Pada sisi operasional, perusahaan mencatat penurunan beban pokok pendapatan menjadi Rp850,03 miliar dari Rp976,57 miliar pada tahun sebelumnya atau turun 12,96 persen. Penurunan beban tersebut membuat laba kotor perusahaan meningkat menjadi Rp1,65 triliun atau naik 29,96 persen secara tahunan.
Kenaikan laba bersih juga tercermin pada peningkatan laba per saham yang tercatat sebesar Rp241,45 per saham, dibandingkan Rp181,25 per saham pada tahun sebelumnya.
Dari sisi neraca, total aset perusahaan tercatat sebesar Rp22,57 triliun pada akhir Desember 2025 atau meningkat 11,38 persen dibandingkan periode sebelumnya. Ekuitas meningkat menjadi Rp11,98 triliun atau naik 43,97 persen secara tahunan, sementara liabilitas turun 11,33 persen menjadi Rp10,59 triliun.
Sepanjang 2025, perusahaan membukukan marketing sales atau pra-penjualan sebesar Rp430 miliar atau sekitar 85 persen dari target tahunan sebesar Rp508 miliar. Kaveling tanah komersial menjadi kontributor utama dengan nilai Rp343 miliar atau sekitar 80 persen dari total marketing sales.
Segmen produk komersial menyumbang Rp83 miliar atau sekitar 19 persen dari total pra-penjualan, sementara segmen residensial berkontribusi Rp4 miliar atau sekitar 1 persen.
Pada kuartal IV 2025, pra-penjualan tercatat mencapai Rp109 miliar atau meningkat 309 persen dibandingkan kuartal III 2025. Peningkatan tersebut terutama berasal dari penjualan kaveling tanah komersial yang tercatat sebesar Rp82 miliar pada periode tersebut.(*)
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.