Market Watch

09 Jul 2026

JAST 94 +22,08%
MMIX 770 +21,26%
NTBK 93 +19,23%
SOCI 340 +11,11%
DEWA 328 +10,07%
BMSR 308 +9,22%
YELO 75 +8,70%
LMAX 100 +7,53%
NICK 1.045 +7,18%
PJHB 166 +7,10%
VKTR 535 +7,00%
LAND 64 +6,67%
ALII 730 +6,57%
PPGL 230 +6,48%
PPRO 17 +6,25%
HADE 18 +5,88%
WMPP 18 +5,88%
JARR 1.880 +5,62%
HOPE 151 +5,59%
LEAD 98 +5,38%
STAR 314 +5,37%
POLA 60 +5,26%
PSSI 292 +5,04%
CASH 189 +5,00%
JAST 94 +22,08%
MMIX 770 +21,26%
NTBK 93 +19,23%
SOCI 340 +11,11%
DEWA 328 +10,07%
BMSR 308 +9,22%
YELO 75 +8,70%
LMAX 100 +7,53%
NICK 1.045 +7,18%
PJHB 166 +7,10%
VKTR 535 +7,00%
LAND 64 +6,67%
ALII 730 +6,57%
PPGL 230 +6,48%
PPRO 17 +6,25%
HADE 18 +5,88%
WMPP 18 +5,88%
JARR 1.880 +5,62%
HOPE 151 +5,59%
LEAD 98 +5,38%
STAR 314 +5,37%
POLA 60 +5,26%
PSSI 292 +5,04%
CASH 189 +5,00%
Market Hari Ini 09 Jul 2026 Penulis: Hutama Prayoga Editor: Hutama Prayoga

Aksi Borong Saham Bos AMMN: Anthony Robert Tambah Kepemilikan di Harga Rp3.380-Rp3.460

Aksi korporasi yang bertujuan untuk investasi pribadi itu mendongkrak kepemilikan saham Anthony dari semula 1,6 juta unit menjadi 2,5 juta unit saham biasa

Direktur AMMN Anthony Robert Mathias memborong 900.000 unit saham Amman Mineral senilai Rp3,07 milar untuk investasi pribadi.

Direktur AMMN borong saham perusahaan di rentang harga Rp3.380-Rp3.460 (Foto: dok. AMMN)
Direktur AMMN borong saham perusahaan di rentang harga Rp3.380-Rp3.460 (Foto: dok. AMMN)

Daftar Isi

  1. 01 Peningkatan Hak Suara
  2. 02 Pergerakan Saham AMMN
  3. 03 Kinerja Kuartal I 2026

KABARBURSA.COM - Direktur PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), Anthony Robert Mathias, mempertebal porsi kepemilikan sahamnya di perseroan dengan memborong 900 ribu lembar saham pada 8 Juli 2026. Aksi korporasi yang bertujuan untuk investasi pribadi itu mendongkrak kepemilikan saham Anthony dari semula 1,6 juta unit menjadi 2,5 juta unit saham biasa.

Merujuk keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Anthony mengeksekusi pembelian saham biasa ini melalui enam kali transaksi terpisah dengan volume masing-masing sebesar 150.000 unit saham.

Rincian harga pelaksanaan dari transaksi tersebut bergerak di rentang Rp3.380 hingga Rp3.460 per lembar saham.  Anthony membagi pembelian ini ke dalam beberapa tingkat harga.

Ia menyerap saham pada harga Rp3.410 per saham, Rp3.380 per saham, dan Rp3.460 per saham. Selain itu, ia juga mengeksekusi sisa pembelian lainnya masing-masing pada harga Rp3.390 per saham, Rp3.420 per saham, serta Rp3.400 per saham.  

Secara akumulatif, total dana yang digelontorkan oleh sang direktur untuk menambah portofolio investasinya di PT Amman Mineral Internasional Tbk ini mencapai Rp3,07 miar.  

Peningkatan Hak Suara

Sebelum transaksi pembelian ini dilakukan, Anthony tercatat menggenggam sejumlah 1,6 juta unit saham biasa di AMMN. Jumlah tersebut setara dengan porsi hak suara sebesar 0,002 persen dari seluruh modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan.  

Pasca-acumulasi pembelian saham ini, kepemilikan total Anthony kini terkerek naik menjadi 2,5 juta unit saham. Sejalan dengan bertambahnya volume saham, hak suara Anthony di dalam emiten pertambangan ini otomatis ikut meningkat menjadi sebesar 0,004 persen.  

Dalam laporan resminya, manajemen memastikan status kepemilikan saham dari hasil transaksi ini bersifat tidak langsung. Selain itu, laporan ini menegaskan bahwa Anthony bukan merupakan pemegang saham pengendali di tubuh PT Amman Mineral Internasional Tbk, serta tidak memiliki tujuan untuk mempertahankan pengendalian atas jalannya perseroan.  

Pergerakan Saham AMMN

Pada sesi satu perdagangan Kamis, 9 Juli 2026, saham AMMN berkutat di zona hijau setelah menguat 2,99 persen atau naik 100 poin ke level Rp3.450.

Merujuk data perdagangan Stockbit, Kamis, 9 Juli 2026 di sesi I, penguatan harian ini melengkapi performa positif saham AMMN dalam beberapa rentang waktu jangka pendek. Dalam kurun waktu satu minggu terakhir, harga saham perseroan tercatat meningkat sebesar 6,48 persen dengan rentang pergerakan di harga Rp3.350 hingga Rp3.630 per lembar saham.

Sementara itu, untuk performa satu bulan terakhir, saham emiten ini membukukan pertumbuhan sebesar 9,52 persen dengan pergerakan harga berada di kisaran Rp3.000 sampai Rp4.050 per lembar saham.

Meskipun menunjukkan sinyal pemulihan dalam jangka pendek, struktur harga saham AMMN masih berada dalam zona koreksi untuk periode jangka menengah dan tahun berjalan.

Sepanjang tahun berjalan atau year-to-date (YTD), saham ini mengalami pelemahan sebesar 46,30 persen dengan fluktuasi harga bergerak dari titik terendah Rp2.710 hingga level tertinggi Rp8.450 per lembar saham.

Kinerja saham dalam periode tiga bulan dan enam bulan terakhir juga masing-masing masih terkontraksi sebesar 37,56 persen dan 56,33 persen.

Jika ditarik dalam linimasa tahunan, saham AMMN mencatatkan penurunan sebesar 58,68 persen dalam satu tahun terakhir dengan rekor harga tertinggi sempat menyentuh Rp9.100 per lembar saham.

Namun demikian, jika ditinjau dari grafik jangka panjang tiga tahunan, saham perusahaan ini masih mempertahankan performa positif akumulatif dengan mencatatkan pertumbuhan signifikan mencapai 96,58 persen dari harga terendah di level Rp1.745 hingga puncak tertingginya di level Rp15.000 per lembar saham.

Kinerja Kuartal I 2026

Mengutip laporan keuangan Perseoran, AMMN sukses mencatatkan pembalikan kinerja keuangan yang signifikan pada kuartal I 2026 dengan meraup laba bersih periode berjalan sebesar USD162,60 juta. Angka ini naik dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar USD137,6 juta.

Peningkatan laba tersebut tidak lepas dari raihan penjualan dan pendapatan usaha yang senilai USD807,91 juta pada kuartal I 2026, meningka signifikan dari kuartal I 2025 yang hanya tercatat sebesar USD2,12 juta. 
Beban pokok penjualan dan pendapatan perseroan pada tiga bulan pertama tahun 2026 berada di angka USD465,56 juta, sehingga menghasilkan laba bruto kumulatif sebesar USD342,34 juta. Kondisi ini berbalik dari posisi kuartal pertama tahun lalu ketika emiten masih mencatat rugi bruto sebesar USD57,39 juta.

Hingga akhir Maret 2026, total aset AMMN berada di angka USD14,01 miliar, meningkat dari posisi akhir Desember 2025 yang sebesar USD13,87 miliar. Komponen aset ini terdiri atas aset lancar senilai USD3,15 miliar, di mana kas dan setara kas perseroan memegang porsi sebesar USD814,57 juta.

Sementara itu, aset tidak lancar tercatat di level USD10,85 miliar yang didominasi oleh aset tetap bersih senilai USD5,62 miliar dan biaya pengupasan tanah ditangguhkan tidak lancar sebesar USD2,99 miliar.  

Di sisi liabilitas, total kewajiban perseroan tercatat sebesar USD8,42 miliar per 31 Maret 2026, sedikit menurun dari posisi akhir tahun 2025 yang senilai USD8,43 miliar.

Adapun untuk komponen ekuitas perseroan, total modal AMMN terpantau menguat menjadi USD5,58 miliar dari saldo sebelumnya sebesar USD5,43 miliar pada akhir Desember 2025. (*)
 

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
HU
Ass. Redaktur

Hutama Prayoga

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait