KABARBURSA.COM – PT Bundamedik Tbk (BMHS) menghadirkan layanan bedah robotik di RSU Bunda Padang sebagai bagian dari ekspansi fasilitas kesehatannya di Sumatera Barat.
Kehadiran teknologi tersebut menjadikan RSU Bunda Padang sebagai rumah sakit pertama di provinsi itu yang memiliki sistem bedah robotik.
Peresmian fasilitas dilakukan pekan lalu pada Jumat, 3 Juli 2026. Selain menghadirkan layanan bedah robotik, BMHS juga menambah kapasitas rawat inap, Neonatal Intensive Care Unit (NICU), Pediatric Intensive Care Unit (PICU), kamar bedah, serta membuka kantor pertama Bunda Global Pharma (BGP) di Sumatera Barat.
Bedah robotik di RSU Bunda Padang akan digunakan untuk sejumlah tindakan medis, antara lain ginekologi, urologi, uro-nefrologi, dan bedah digestif. Menurut perseroan, teknologi tersebut memungkinkan dokter melakukan tindakan dengan tingkat presisi lebih tinggi melalui sayatan yang lebih kecil dibandingkan metode operasi konvensional.
Komisaris Utama Bundamedik, Ivan Rizal Sini, mengatakan pengembangan layanan tersebut merupakan kelanjutan dari implementasi teknologi bedah robotik yang telah dijalankan BMHS sejak 2012.
"Sejak BMHS memperkenalkan bedah robotik pertama kali di Indonesia pada 2012, kami telah membuktikan bahwa teknologi ini bukan sekadar inovasi, melainkan standar baru dalam tata laksana bedah," kata Ivan dalam keterangan resmi dikutip Senin, 6 Juli 2026.
BMHS mencatat telah menangani lebih dari 950 prosedur bedah robotik sejak teknologi tersebut diperkenalkan. Layanan di RSU Bunda Padang akan didukung tim dokter spesialis multidisiplin yang telah mengikuti pelatihan sesuai standar RS Bunda Group.
Selain menghadirkan layanan bedah robotik, perseroan juga menambah kapasitas tempat tidur rawat inap, fasilitas NICU, PICU, dan kamar bedah. BMHS menyebut pengembangan tersebut dilakukan untuk mendukung kebutuhan layanan di RSU Bunda Padang yang melayani rata-rata lebih dari 18.000 pasien setiap bulan.
Direktur Utama Bundamedik, Agus Heru Darjono, mengatakan pengembangan fasilitas merupakan bagian dari strategi perusahaan memperluas layanan kesehatan di luar Pulau Jawa.
"Ekspansi layanan ini mencerminkan arah pengembangan BMHS sebagai grup layanan kesehatan yang tumbuh tidak hanya dari sisi kapasitas, tetapi juga kedalaman layanan terutama untuk layanan kompleks," ujar Agus.
BMHS juga membuka kantor pertama Bunda Global Pharma di Sumatera Barat. Entitas yang bergerak di bidang distribusi farmasi dan alat kesehatan itu akan mendukung kebutuhan rantai pasok layanan kesehatan di wilayah Sumatera.
"Kehadiran BGP di Sumatera Barat adalah bagian dari komitmen kami memastikan ekosistem layanan BMHS berjalan utuh," kata Agus.
Selain meresmikan fasilitas baru, RSU Bunda Padang menggelar simposium bertajuk The Future of Robotic Surgery: Advancing Precision, Innovation, and Multidisciplinary Care yang diikuti dokter spesialis dan tenaga kesehatan di Sumatera Barat.
Tren Harga Saham BMHS
Di tengah langkah ekspansi perusahaan, performa saham BMHS di pasar modal menunjukkan volatilitas yang cukup dinamis sepanjang bulan Juni hingga awal Juli 2026. Berdasarkan data historis perdagangan, saham BMHS sempat menyentuh harga tertinggi di level 186 pada awal Juni, tepatnya pada 2 dan 3 Juni 2026, sebelum akhirnya mengalami tekanan koreksi.
Dalam rentang waktu sebulan terakhir, harga saham BMHS tercatat bergerak di kisaran 171 hingga 186. Pada perdagangan Senin, 6 Juli 2026, saham BMHS ditutup di level 171. Jika ditarik ke belakang, pergerakan harga sempat mengalami tekanan signifikan pada 4 Juni 2026 dengan penurunan sebesar 3,85 persen ke level 175, namun sempat kembali menguat pada 8 Juni 2026 dengan kenaikan 1,75 persen ke level 174, diikuti reli pada 9 Juni 2026 sebesar 2,87 persen ke posisi 179.
Salah satu sesi perdagangan dengan aktivitas paling tinggi terjadi pada 8 Juni 2026, di mana volume transaksi saham BMHS mencapai angka fantastis sebesar 796,84 juta lembar dengan frekuensi perdagangan mencapai 48,35 ribu kali. Pada periode tersebut, saham BMHS mencatatkan posisi intraday terendah di level 153 sebelum ditutup menguat di harga 174.
Secara kumulatif sepanjang Juni 2026, aktivitas investor asing juga terpantau fluktuatif. Pada 15 Juni 2026, volume transaksi mencapai 236,63 juta lembar dengan frekuensi 13,10 ribu kali, di mana saham ditutup di level 181.
Sementara itu, pada perdagangan terakhir sebelum rilis berita ini (3 Juli 2026), BMHS ditutup pada level 171 dengan volume transaksi sebesar 206,29 juta lembar dan frekuensi 12,06 ribu kali.
Meskipun secara teknikal harga mengalami fluktuasi, perseroan tetap berkomitmen menjaga nilai bagi pemegang saham melalui kebijakan dividen tunai.
Sebagaimana diketahui, pemegang saham BMHS dijadwalkan menerima pembayaran dividen tunai sebesar Rp1,03 per saham pada 14 Juli 2026, menyusul tanggal pencatatan (recording date) yang telah ditetapkan pada 24 Juni 2026 lalu.(*)