KABARBURSA.COM - Direktur PT Ciputra Development Tbk (CTRA), Artadinata Djangkar, terpantau mengakumulasi saham perusahaan dengan tujuan investasi pribadi
Merujuk keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini, Artadinata melakukan pembelian saham CTRA pada Jumat, 3 Juli 2026.
Dalam keterbukaan itu disampaikan, Artadinata memborong sebanyak tiga juta unit saham CTRA dengan harga rata-rata sebesar Rp573 per lembar.
Sebelum melakukan akumulasi, Artadinata tercatat sama sekali belum memiliki porsi kepemilikan langsung saham PT Ciputra Development Tbk.
Namun setelah pembelian tersebut, ia memiliki kepemilikan langsung du emiten properti itu menjadi 0,016 persen.
Pihak manajemen menegaskan bahwa status kepemilikan saham ini bersifat kepemilikan langsung serta tidak terafiliasi sebagai pengendali perusahaan.
Adapun pada perdagangan Senin, 6 Juli 2026, saham CTRA ditutup melemah sebesar 0,87 persen atau turun lima poin ke level Rp570.
Saham CTRA sebenarnya mulai memperlihatkan tanda-tanda pemulihan. Mengutip Stockbit, Selasa, 7 Juli 2026 dalam performa satu minggu dan satu bulan terakhir, emiten ini berhasil mencatatkan pertumbuhan positif identik masing-masing sebesar 2,70 persen.
Selama sebulan ini, CTRA bergerak di rentang harga terbawah 510 hingga level tertinggi mencapai 625. Namun, napas segar di jangka pendek tersebut tampaknya masih dibayangi oleh tren koreksi yang cukup tebal pada grafik jangka menengah hingga panjang.
Jika ditarik dari awal tahun atau Year to Date (YTD), kinerja saham CTRA tercatat masih memerah dengan penurunan sebesar 31,33 persen.
Tekanan serupa juga terlihat pada performa tiga bulan yang minus 19,15 persen, serta performa enam bulan yang merosot hingga 32,54 persen dari level tertinggi periodik di angka 990.
Mundur lebih jauh ke belakang, tantangan besar bagi emiten properti ini kian nyata. Dalam kurun waktu satu tahun terakhir, harga saham CTRA terpangkas hingga 42,13 persen dari harga puncaknya yang sempat menyentuh 1.110.
Sementara pada peta pergerakan 10 tahun, saham ini menyusut hingga 59,62 persen dari masa kejayaannya yang pernah berada di level 1.745.
Ciputra Development Turunkan Target Laba dan Pendapatan 2026
Sebelumnya diberitakan, manajemen CTRA menyampaikan jika perusahaan menurunkan target pendapatan dan laba bersih untuk tahun 2026 sebesar 10 persen.
Sekretaris Perusahaan CTRA, Aditya Ciputra Sastrawinata, mengatakan penurunan target double digit tersebut berdasarkan jumlah presales properti CTRA sepanjang tahun lalu.
"Penurunan target ini disebabkan penurunan presales di tahun 2025 yang akan berdampak kepada laporan keuangan 2026," ujarnya dalam Paparan Publik CTRA di Jakarta, Jumat, 26 Juni 2026.
Dari data yang dihimpun CTRA, presales hunian atau residensial tahun 2025 mencapai Rp9,4 triliun, turun 14 persen dibanding 2024 yang memperoleh Rp11,01 triliun.
Sementara pada kuartal I 2026, CTRA membukukan presales residensial sebesar Rp2,4 triliun, turun 23 persen dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp3,1 triliun.
Aditya menilai, penurunan presales ini lebih dikarenakan faktor melemahnya daya beli, khususnya pada segmen konsumen menengah ke bawah.
Aditya juga menyebut, pendapatan dari segmen properti investasi yang diproyeksikan tumbuh tahun 2026 juga dinilai tidak cukup untuk menutupi penurunan di segmen properti development.
"Kalau properti investasi seperti mall, rumah sakit, dan klinik itu bjsa naik. Tapi kenaikan di porsi investasi tidak bisa menutupi di residensial," imbuhnya.
Dalam segi margin laba bersih, emiten properti ini akan menjaga profitabilitas di kisaran 20 persen nett margin sebagai upaya menjaga efisiensi operasional.
Adapun Pendapatan CTRA pada tiga bulan pertama atau kuartal I 2026 mengalami penurunan sebesar enam persen menjadi Rp2,5 triliun. Sedangkan laba bersih CTRA pada periode tersebut dilaporkan turun 21 persen menjadi Rp588 miliar.
"Kedua angka ini tetap sejalan dengan target kami di awal tahun. Sebagai catatan, untun 2026 kami memperkirakan kontribusi kinerja keuangan akan paling besar terkonsentrasi pada kuartal empat. Sama seperti tahun-tahun sebelumnya. Ini murni karena kadwal serah terima unit yang mayoritas terjadi di kuartal tersebut," jelas Aditya.
Selain menurunkan target pendapatan dan laba bersih, target marketing sales CTRA untuk 2026 ditetapkan tidak berubah dari tahun sebelumnya yakni sebesar Rp9,5 triliun.
"Target ini tetap flat dan didorong ke segmen menengah ke atas. Jadi proyek-proyek besar kami ada CitraGarden City Jakarta, CitraGarden Serpong, CitraGarden Bintaro dan dua proyek baru Citra Homes Salim dan Citra Bukit Golf Sentul. Itu semua menjadi kontribusi utama," pungkas Aditya.(*)