KABARBURSA.COM – Wakil Komisaris Utama PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO), Garibaldi Thohir, optimistis Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih memiliki peluang menembus level 9.000.
Menurutnya, optimisme tersebut ditopang oleh fundamental perusahaan-perusahaan tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang dinilai masih solid meski pasar saham masih dibayangi berbagai sentimen global.
Pengusaha yang akrab dengan sapaan Boy Thohir menyampaikan hal tersebut usai menghadiri seremoni pencatatan saham perdana PT RANS Entertainment Indonesia Tbk di Gedung BEI, Jakarta, Jumat, 10 Juli 2026.
Kehadirannya mewakili PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk yang menjadi salah satu penjamin pelaksana emisi efek (underwriter) dalam penawaran umum perdana saham (IPO) RANS Entertainment. Boy sendiri merupakan pemegang saham terbesar Trimegah Sekuritas dengan kepemilikan 34,64 persen.
Menurut Boy, prospek pasar modal Indonesia masih sangat menjanjikan karena ditopang oleh kondisi fundamental emiten yang baik.
Ia menilai penilaian terhadap perusahaan publik seharusnya didasarkan pada kualitas bisnis dan kinerja keuangan, bukan semata-mata melihat fluktuasi harga saham dalam jangka pendek.
"Kalau melihat perusahaan publik itu basic-nya fundamental. Saya lihat overall fundamentalnya bagus semua," ujar Boy di Gedung BEI, Jakarta pada Jumat, 8 Juli 2026.
Ia mengaku tidak melihat kondisi yang mengkhawatirkan dari sisi fundamental perusahaan-perusahaan terbuka. Karena itu, ia tetap optimistis terhadap arah pergerakan pasar saham Indonesia.
"Saya sangat optimistis. Kalau fundamentalnya bagus, insyaallah sahamnya juga bagus," katanya.
Tantangan Pasar Modal
Di sisi lain, Boy menilai tantangan yang dihadapi pasar modal saat ini bukan terletak pada kualitas perusahaan tercatat, melainkan persepsi investor terhadap emiten yang diperdagangkan di BEI. Menurutnya, masih banyak perusahaan publik yang memiliki fundamental kuat, namun belum sepenuhnya memperoleh apresiasi dari pelaku pasar, khususnya investor ritel.
"Tinggal persepsi saja. Banyak perusahaan yang bagus," ucapnya.
Karena itu, ia menilai komunikasi kepada investor perlu terus diperkuat agar masyarakat semakin memahami kualitas fundamental perusahaan-perusahaan yang telah melantai di bursa.
"Tinggal bagaimana mengomunikasikan kepada pemegang saham, terutama retail," tuturnya.
Selain meningkatkan komunikasi kepada investor, Boy juga berharap pemerintah terus memberikan dukungan terhadap perusahaan terbuka. Menurutnya, emiten merupakan perusahaan yang menjalankan prinsip transparansi dan akuntabilitas sehingga memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
"Perusahaan publik itu transparan dan akuntabel. Kalau bisa dukungan pemerintah lebih bagus lagi," katanya.
Boy juga memandang fundamental ekonomi Indonesia masih lebih baik dibandingkan sejumlah negara di kawasan Asia Tenggara. Kondisi tersebut, menurutnya, menjadi modal penting bagi pasar modal Indonesia untuk terus berkembang dan menarik minat investor.
Optimisme itu membuatnya yakin IHSG masih memiliki peluang mencetak rekor baru. Meski mengakui prosesnya membutuhkan waktu, ia menilai sejarah menunjukkan pasar saham Indonesia beberapa kali mampu bangkit setelah melewati berbagai tekanan.
"Saya rasa kesempatannya ada. Memang butuh waktu," ujar Boy.
Garibaldi "Boy" Thohir merupakan salah satu pengusaha nasional yang aktif di sektor investasi, energi, dan jasa keuangan. Selain menjabat sebagai Wakil Komisaris Utama PT Alamtri Resources Indonesia Tbk, ia juga merupakan pemegang saham terbesar PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk. Perusahaan sekuritas tersebut menjadi salah satu penjamin pelaksana emisi efek dalam IPO PT RANS Entertainment Indonesia Tbk, yang resmi mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia pada Jumat, 10 Juli 2026.
Menguat di Sesi I
Sebelumnya diberitakan, IHSG masih mampu bertahan di zona hijau pada perdagangan sesi I, Jumat, 10 Juli 2026. Namun di balik kenaikan tipis indeks, tekanan jual justru menghantam sejumlah saham yang baru melantai di Bursa Efek Indonesia.
Berdasarkan data perdagangan sesi pertama, IHSG berada di level 5.918,47 atau naik 6,03 poin setara 0,10 persen dari posisi sebelumnya 5.912,44. Indeks dibuka di 5.936,04, sempat naik hingga 5.949,99, kemudian turun ke level terendah 5.905,14 sebelum kembali bertahan tipis di zona positif.
Aktivitas perdagangan reguler mencatat volume sekitar 87,89 juta lot dengan nilai transaksi Rp4,31 triliun. Jika memperhitungkan seluruh pasar, volume mencapai 115,34 juta lot dengan nilai transaksi sekitar Rp4,71 triliun dan frekuensi 1,26 juta kali.
IHSG belum kehilangan zona hijau, tetapi kenaikannya jauh lebih terbatas dibandingkan posisi tertinggi intraday. Dari level puncak 5.949,99 menuju posisi 5.918,47 pada akhir sesi I, indeks telah memangkas sebagian penguatan yang sempat terbentuk pada pagi hari.
Di tengah gerak tipis IHSG, cerita berbeda muncul dari kelompok saham IPO. BACH, JECX, dan JELI sama-sama berada di zona merah. Ketiganya sebelumnya sempat mengalami lonjakan harga besar setelah pencatatan perdana, tetapi hari ini justru menghadapi tekanan jual yang jauh lebih kuat. (*)