KABARBURSA.COM - BRI Danareksa Sekuritas memproyeksikan harga saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) berpotensi melanjutkan fase pemulihan setelah berhasil bertahan di atas area batas bawah kritis Rp130–Rp136.
BRI Danareksa Sekuritas menjelaskan bahwa pergerakan saham BUMI saat ini sedang berada dalam fase konsolidasi yang sehat.
Fase ini terjadi setelah harga saham perseroan berhasil melakukan pantulan (rebound) dari area batas bawah (support) kuat yang berada pada rentang Rp130 hingga Rp136 per lembar saham.
"Apabila mampu breakout dan bertahan di atas Rp145, peluang penguatan menuju Rp148 hingga melanjutkan recovery akan semakin terbuka." tulis BRI Danareksa dalam risetnya, Jumat, 10, Juli 2026.
Optimisme pemulihan ini juga didukung oleh sejumlah indikator teknikal sekunder. BRI Danareksa menyebut, indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) terpantau bergerak naik dan mulai membentuk bullish crossover, mengindikasikan momentum beli mulai kembali menguat.
"Selain itu, bollinger bands mulai menyempit (volatility squeeze), sehingga potensi ekspansi volatilitas meningkat apabila terjadi breakout," tulis mereka.
BRI Danareksa Sekuritas menegaskan bahwa kemampuan saham BUMI untuk menembus dan bertahan di atas level Rp145 per lembar saham akan menjadi kunci determinan. Jika skenario breakout tersebut sukses terjadi, maka jalur pemulihan harga saham BUMI akan terbuka semakin lebar.
Perusahaan sekuritas ini membidik target penguatan lanjutan ke arah level Rp148 per lembar saham sebagai sasaran jangka pendek berikutnya.
Namun, para pelaku pasar tetap diimbau untuk memperhatikan manajemen risiko secara ketat berdasarkan acuan level teknikal yang ada.
BRI Danareksa Sekuritas menetapkan area Rp130 hingga Rp136 per lembar saham sebagai wilayah penopang atau support krusial yang menahan kejatuhan harga.
Sementara itu, level pembatasan risiko atau perintah stop loss wajib diaktifkan apabila harga saham BUMI merosot hingga di bawah level Rp130 per lembar saham demi menghindari potensi penurunan yang lebih dalam.
Pergerakan Harga Saham
Pada sesi I perdagangan Jumat, 10 Juli 2026, BUMI ditutup stabil di level Rp141 dai harga pembukaan.
Nilai saham BUMI melesat tinggi dengan mencatatkan keuntungan kumulatif mencapai 135,00 persen bagi para investor dalam kurun waktu lima tahun terakhir. Level harga saham termurah selama lima tahun berada pada angka Rp50 per lembar, sementara harga saham tertinggi kokoh di level Rp484 per lembar saham.
Apresiasi nilai investasi jangka panjang ini juga sejalan dengan evaluasi satu dekade atau sepuluh tahun terakhir. Saham BUMI mengonfirmasi konsistensi zona hijau dengan membukukan kenaikan total sebesar 107,35 persen.
Data historis sepuluh tahun ini mencatatkan batas bawah absolut perseroan berada pada level Rp50 per lembar saham, sedangkan rekor batas atas tertinggi mutlak berhasil bertengger pada level Rp520 per lembar saham.
Untuk jangka waktu tiga tahun terakhir, performa investasi juga tetap terjaga di zona pertumbuhan dengan catatan kenaikan sebesar 14,63 persen.
Dalam masa tiga tahun tersebut, titik nadir harga saham BUMI sempat menyentuh Rp69 per lembar, sebelum akhirnya bergerak dinamis menuju level tertinggi di angka Rp484 per lembar saham.
Evaluasi data historis satu tahun terakhir menunjukkan nilai saham BUMI masih membukukan pertumbuhan positif sebesar 22,61 persen.
Selama kurun waktu 365 hari ke belakang, harga saham terendah berada pada angka Rp103 per lembar, sedangkan harga saham tertinggi berada pada posisi Rp484 per lembar saham.
Tekanan Koreksi Jangka Pendek hingga Menengah
Berbeda dengan rapor hijau historisnya, performa saham BUMI dalam beberapa bulan terakhir justru cenderung mengalami tekanan.
Nilai saham perseroan merosot tajam hingga 42,21 persen dalam kurun waktu tiga bulan terakhir, dengan pergerakan dari level terendah Rp126 sampai ke level tertinggi Rp268 per lembar saham.
Dalam akumulasi waktu satu pekan terakhir, saham BUMI sebenarnya sempat mempertahankan performa positif dengan mencatatkan kenaikan tipis sebesar 1,44 persen.
Rentang harga saham dalam periode tujuh hari ini bergerak dari batas bawah Rp136 per lembar saham hingga sempat mencapai batas atas di level Rp146 per lembar saham.
Namun, penguatan mingguan tersebut langsung patah oleh tren pelemahan satu bulan terakhir yang mencatatkan koreksi sebesar 3,42 persen. Pergerakan harga bulanan bergerak dari harga terendah Rp129 hingga harga tertinggi Rp191 per lembar saham.
Dalam rentang enam bulan terakhir, akumulasi kejatuhan saham BUMI tercatat semakin mendalam dengan mencatatkan penurunan sebesar 69,48 persen dari batas atas historis setengah tahun yang sempat menyentuh Rp472 per lembar saham.
Koreksi yang masif ini berlanjut pada performa investasi sepanjang tahun berjalan atau year-to-date (YTD) hingga periode Juli 2026. Nilai saham BUMI tercatat ambles sebesar 61,48 persen semenjak awal tahun buku.
Grafik perdagangan menunjukkan titik terendah YTD bertahan di level Rp126 per lembar saham, sedangkan rekor harga tertinggi sepanjang tahun ini berada pada level Rp484 per lembar saham. (*)