KABARBURSA.COM - PT Nusantara Sejahtera Raya Tbk dengan kode saham CNMA resmi membagikan dividen tunai sebesar Rp980 miliar kepada pemegang saham untuk tahun buku 2025. Keputusan tersebut disahkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada Senin, 6 April 2026 di Jakarta.
Dalam rapat tersebut, pemegang saham menyetujui pembagian dividen sebesar Rp12 per saham. Nilai ini sudah termasuk dividen interim Rp5 per saham yang telah dibayarkan pada 28 November 2025, sehingga sisa dividen sebesar Rp7 per saham akan dibayarkan pada 28 April 2026.
Hampir seluruh laba bersih dibagikan kepada investor. Sebesar Rp8,63 per saham berasal dari laba bersih tahun buku 2025 atau setara dengan 99,98 persen laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk. Sementara Rp3,37 per saham berasal dari saldo laba ditahan tahun-tahun sebelumnya.
Direktur Utama Cinema XXI, Suryo Suherman, menyampaikan optimisme terhadap prospek bisnis perseroan. “Dengan dukungan pemegang saham serta penguatan tata kelola perusahaan, kami optimistis Cinema XXI dapat terus menghadirkan pengalaman menonton terbaik,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima Selasa, 7 April 2026.
Selain pembagian dividen, RUPST juga menyetujui pengalihan saham hasil pembelian kembali atau treasury shares melalui mekanisme distribusi kepada pemegang saham dengan rasio 50:1. Artinya, setiap pemegang 50 saham CNMA akan memperoleh 1 saham tambahan, dengan jadwal distribusi pada 28 April 2026.
Suryo membeberkan, Cinema XXI mencatatkan pendapatan sebesar Rp5,9 triliun pada 2025, meningkat 2,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp5,7 triliun. Laba bersih setelah pajak tercatat Rp776,2 miliar dengan EBITDA mencapai Rp1,8 triliun.
Ekspansi jaringan menjadi salah satu pendorong utama kinerja tersebut. Hingga akhir 2025, perseroan telah mengoperasikan 267 bioskop dengan total 1.388 layar di 55 kota dan 30 kabupaten di Indonesia.
Dalam agenda RUPST, pemegang saham juga menyetujui perubahan susunan pengurus perseroan seiring pengunduran diri Mohammad Noor Rachman Soejoeti dari jabatannya sebagai Komisaris Independen.
Dengan demikian, susunan Direksi dan Dewan Komisaris terbaru adalah sebagai berikut.
Direksi terdiri dari Suryo Suherman sebagai Direktur Utama, Arif Suherman sebagai Direktur, Tri Rudy Anitio sebagai Direktur, dan Dody Suhartono sebagai Direktur.
Sementara itu, Dewan Komisaris terdiri dari Ongki Wanadjati Dana sebagai Komisaris Utama merangkap Komisaris Independen, Melia Suherman sebagai Komisaris, Harris Lasmana sebagai Komisaris, Sacheen Harris Lasmana sebagai Komisaris, Ariani Vidya Sofjan sebagai Komisaris Independen, serta Edwin Surya Winarta sebagai Komisaris.
Selain itu, RUPST juga menyetujui sejumlah agenda lainnya, termasuk pengesahan laporan tahunan dan laporan keuangan konsolidasian tahun buku 2025, serta pemberian kewenangan kepada Dewan Komisaris untuk menunjuk akuntan publik yang akan mengaudit laporan keuangan tahun buku 2026.
Perseroan juga melaporkan penggunaan dana hasil penawaran umum sebesar Rp2,0 triliun hingga 31 Desember 2025. Dari jumlah tersebut, Rp1,2 triliun digunakan untuk ekspansi jaringan bioskop, Rp500 miliar untuk pelunasan utang bank, dan Rp320 miliar untuk modal kerja.
Menilik data perdagangannya CNMA berada dikisaran 108 per lembarnya pada penutupan perdagangan Senin, 6 April 2026. Meski mengalami keuntungan yang cukup besar. Freefloat atau saham beredar CNMA disorot lantaran masih berada di 7,96 persen. Padahal BEI baru saja memberlakukan regulasi baru, perusahaan tercatat wajib memiliki free float minimal 15 persen.(*)