KABARBURSA.COM – Tujuh anggota direksi dan komisaris PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) memborong 20,14 juta lembar saham perseroan sepanjang Juni 2026 dengan total nilai transaksi menembus Rp6,3 miliar.
Berdasarkan keterbukaan informasi, aksi akumulasi saham tersebut dilakukan baik melalui program pemberian saham manajemen maupun pembelian langsung di pasar.
"Seluruh transaksi tersebut berstatus kepemilikan langsung (direct ownership), yang merupakan wujud partisipasi dalam program insentif serta tujuan investasi pribadi," tulis manajemen dalam laporannya, dikutip Senin, 6 Juli 2026.
Transaksi paling mencolok dilakukan oleh anggota Dewan Komisaris, Roberto Lorato. Ia melakukan pembelian langsung di pasar sebanyak 6 juta lembar saham dalam dua tahap; yakni 25 Juni 2026 di harga Rp1.060 per lembar dan 30 Juni 2026 di harga Rp1.040 per lembar. Selain itu, Roberto juga menerima 3.235.750 lembar saham dari program manajemen.
Selain Roberto, anggota direksi Benny Setiawan mencatatkan penambahan paling besar dari program manajemen, yakni sebanyak 4.171.000 lembar saham pada 24 Juni 2026.
Petinggi lainnya yang turut menambah kepemilikan saham pada 12 Juni 2026 meliputi Hilmi Panigoro sebanyak 3.372.590 lembar, Ronald Gunawan 2.143.960 lembar, Amri Siahaan 1.982.170 lembar, Yani Yuhani Panigoro 1.598.800 lembar, serta Yaser Raimi A. Panigoro sebanyak 632.840 lembar.
Laporan ini disusun merujuk pada kepatuhan Pasal 2 Ayat 1 Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nomor 4 Tahun 2024 mengenai pelaporan kepemilikan saham perusahaan terbuka.
Seluruh pihak pelapor menjamin kebenaran data dan bertanggung jawab penuh atas segala akibat hukum dari aktivitas tersebut.
Sentimen Internal Dorong Kinerja Saham MEDC
Respons pasar terhadap aksi borong saham oleh petinggi perusahaan terpantau positif. Pada perdagangan Senin, 6 Juli 2026 pukul 10.28 WIB, saham MEDC terpantau menguat 1,82 persen atau bertambah 20 poin ke level 1.120 per saham.
Volume perdagangan mencapai 65,85 ribu lot dengan nilai transaksi sebesar Rp7,3 miliar. Sepanjang sesi pagi ini, saham MEDC bergerak di rentang harga 1.095 hingga 1.120.
Performa positif hari ini merupakan kelanjutan dari tren pemulihan harga saham MEDC yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.
Pada perdagangan 3 Juli 2026, MEDC berhasil mencatatkan penguatan signifikan sebesar 3,77 persen ke level 1.100 dari harga penutupan sebelumnya. Tren pemulihan ini cukup kontras jika dibandingkan dengan perdagangan pada 30 Juni 2026, di mana harga sempat menyentuh level terendah 1.005.
Secara historis, pergerakan harga saham MEDC pada akhir Juni hingga awal Juli 2026 menunjukkan volatilitas yang cukup tinggi. Pada 24 Juni 2026, saham ini sempat terkoreksi dalam sebesar 4,93 persen ke level 1.060 dengan nilai transaksi mencapai Rp47,53 miliar.
Namun, akumulasi beli yang dilakukan oleh pihak manajemen di bulan Juni tampaknya berhasil memberikan support psikologis bagi pasar.
MEDC Alokasikan Biaya Migrasi Sistem ke Dua Anak Usaha
Sebelumnya diberitakan Kabarbursa.com, PT Medco Energi Internasional Tbk resmi mengalokasikan biaya migrasi sistem teknologi informasi baru kepada dua anak usahanya.
Emiten berkode saham MEDC ini menandatangani perjanjian alokasi biaya secara resmi. Manajemen mengambil langkah strategis tersebut untuk mendorong efisiensi kegiatan usaha grup perusahaan.
Sekretaris Perusahaan Medco Energi, Siendy K. Wisandana, menyampaikan informasi penting ini melalui laporan fakta material tertulis kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Perusahaan melaporkan transaksi penandatanganan kesepakatan internal tersebut yang berlangsung pada tanggal 8 Juni 2026 kemarin. Alokasi pembebanan biaya ini menyasar dua entitas anak perusahaan.
"SAP S/4HANA tersebut akan dimanfaatkan oleh EPI dan MPI untuk menjalankan kegiatan usahanya secara ekonomis dan efisien," ujar Siendy K. Wisandana dalam keterangan resminya.
Pernyataan tersebut menegaskan komitmen perseroan dalam melakukan pembaruan sistem manajemen digital secara menyeluruh.
Kedua anak usaha yang menerima alokasi beban dana tersebut adalah PT Exspan Petrogas Intranusa dan PT Medco Power Indonesia. Manajemen menyesuaikan porsi nilai pembebanan dengan tingkat pemanfaatan ekosistem sistem oleh masing-masing entitas anak.
Perseroan bertindak sebagai penyedia serta pengendali utama dalam pelaksanaan proyek migrasi teknologi ini.
PT Exspan Petrogas Intranusa atau EPI mendapatkan alokasi biaya migrasi dengan nilai transaksi paling kecil. Nilai perjanjian alokasi biaya untuk anak usaha ini ditetapkan secara pasti sebesar USD108.532,61. Pihak perseroan induk memiliki seluruh porsi saham EPI secara tidak langsung.
Sementara itu, PT Medco Power Indonesia mendapat beban alokasi biaya dengan nilai jauh lebih besar. Nilai perjanjian alokasi biaya untuk entitas pengembang energi listrik ini ditetapkan sebesar USD1.637.978,46. Perseroan memiliki saham MPI secara langsung maupun lewat jalur kepemilikan tidak langsung.
Manajemen emiten menegaskan bahwa proses pembaruan ini berfokus penuh pada sistem Enterprise Resources Planning korporasi. Perseroan melakukan migrasi sistem internal secara bertahap menuju versi terbaru SAP S/4HANA. Sistem mutakhir ini dipercaya mampu meningkatkan performa pelaporan data operasional anak usaha.
Pelaksanaan proyek migrasi sistem manajemen data komprehensif ini sudah resmi dimulai sejak awal tahun 2026. Manajemen menetapkan target penyelesaian pengerjaan migrasi teknologi ini pada tahun 2027 mendatang.
Tim ahli merancang jadwal pengerjaan secara ketat demi meminimalkan potensi gangguan produksi migas.
Kesepakatan mengenai pembagian beban finansial migrasi teknologi informasi ini memiliki batas waktu kontrak yang mengikat. Seluruh alokasi biaya yang disepakati tersebut berlaku efektif hingga tanggal 31 Desember 2027.
Manajemen menyesuaikan ketentuan jangka waktu itu dengan estimasi rampungnya tahapan implementasi sistem baru.
Mekanisme pembagian beban biaya ini masuk ke dalam jenis transaksi afiliasi bursa. Ketentuan hukum mengenai transaksi ini mengacu penuh pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 42 Tahun 2020. Perseroan menyampaikan keterbukaan informasi kepada publik guna memenuhi asas transparansi pasar modal.
Manajemen memastikan bahwa pengeluaran dana untuk kebutuhan migrasi sistem ini tidak mengganggu stabilitas internal. Kejadian material tersebut tidak memberikan dampak merugikan terhadap kondisi keuangan terkini perseroan. Kelangsungan usaha emiten serta anak usahanya di lapangan dipastikan tetap berjalan dengan aman.
Manajemen juga menyatakan dampak hukum dari pelaksanaan transaksi pembagian alokasi dana teknologi ini bernilai nihil. Perseroan menjamin pemenuhan hak-hak pemegang saham publik tetap berjalan sesuai koridor hukum bursa. Direksi mengambil langkah taktis ini demi menjaga tata kelola perusahaan yang akuntabel.
Perseroan mengirimkan surat resmi laporan transaksi bernomor EXT-001/MGT/INA/MEDC/VI/2026 ini secara elektronik ke otoritas bursa. Laporan penting tersebut ditujukan khusus kepada Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK. Sekretaris perusahaan juga menyampaikan tembusan surat resmi ini kepada pihak Direktur Pencatatan PT Bursa Efek Indonesia.
Publik dapat mengakses rincian data alamat surel resmi korporasi melalui kanal komunikasi sekretariat perusahaan. Manajemen menyediakan nomor telepon interaktif resmi guna melayani segala bentuk pertanyaan dari para pemegang saham.
Langkah penyediaan saluran komunikasi ini menjadi bukti komitmen keterbukaan informasi emiten kepada masyarakat luas.(*)