Logo
>

DRMA Catat Penjualan Rp5,9 Triliun pada 2025

Strategi diversifikasi produk dan segmen bisnis merupakan kunci pencapaian kinerja ini.

Ditulis oleh Hutama Prayoga
DRMA Catat Penjualan Rp5,9 Triliun pada 2025
Ilustrasi kantor PT Dharma Polimetal Tbk (Foto: Dok. Dharma Polimetal) KABARBURSA.COM

KABARBURSA.COM - PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA) membukukan kinerja yang solid pada 2025. Emiten manufaktur komponen otomotif ini sukses meraih penjualan sebesar Rp5,9 triliun pada tahun lalu.

President Direktur Dharma Polimetal, Irianto Santoso mengatakan strategi diversifikasi produk dan segmen bisnis merupakan kunci pencapaian kinerja ini.

"Karena berhasil membantu Perseroan menjaga pertumbuhan di tengah dinamika pasar yang berlangsung,” kata dia dalam keterangannya dikutip, Sabtu, 14 Maret 2026.

Melalui strategi tersebut, DRMA berhasil membukukan pertumbuhan penjualan sebesar 8 persen di tahun 2025. Catatan ini melampaui kinerja industri otomotif domestik yang justru mengalami pelemahan. 

Dalam pencapaian ini, segmen roda dua kembali menjadi penyumbang utama dengan kontribusi sebesar 62 persen dari total penjualan DRMA sepanjang 2025. 

Sementara segmen roda empat yang sempat mengalami perlambatan seiring dengan penurunan penjualan industri otomotif, telah mulai menunjukkan tanda pemulihan sejak kuartal III 2025.

Kinerja penjualan yang solid tersebut  membuat DRMA mampu mencatatkan laba bersih sebesar Rp664,4 miliar, atau Rp613,5 miliar setelah penyesuaian negative goodwill.

"Pencapaian ini mencerminkan pertumbuhan berkelanjutan dari bisnis inti Perseroan,” tambah Irianto.

Sementara itu, melangkah lebih jauh dengan strategi diversifikasi produk dan segmen bisnis, DRMA telah mengakuisisi PT Mah Sing Indonesia senilai Rp41 miliar pada akhir November 2025. 

Akuisisi yang dimaksudkan untuk meningkatkan kapasitas manufaktur dan memperluas lini produk komponen kendaraan roda empat ini tentu saja akan semakin memperkuat portofolio bisnis DRMA. 

Di luar bisnis inti otomotif, Perseroan juga terus mengembangkan peluang di ekosistem kendaraan listrik (EV) dan energi terbarukan. Termasuk di antaranya adalah pengembangan auxiliary battery Lithium 12V yang sudah tersedia dalam varian 12V 6Ah dan 12V 3,5Ah, yang dapat digunakan untuk berbagai tipe sepeda motor serta Battery Energy Storage System (BESS) sebagai potensi pertumbuhan berkelanjutan.

Dengan melihat kinerja 2025, pada tahun 2026 DRMA sendiri menargetkan pertumbuhan penjualan 10 persen. Untuk meraih target tersebut, Perseroan telah menyiapkan berbagai langkah yang mendukung, antara lain adalah peluncuran produk baru, ekspansi pasar, serta penguatan kapabilitas manufaktur.

“Dengan penerapan strategi diversifikasi produk dan penguatan kapabilitas manufaktur ini, kami optimistis akan dapat menjaga pertumbuhan DRMA yang berkelanjutan sekaligus memperkuat posisi kompetitif di industri otomotif,” tutup Irianto. (*) 

 

 

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Hutama Prayoga

Hutama Prayoga telah meniti karier di dunia jurnalistik sejak 2019. Pada 2024, pria yang akrab disapa Yoga ini mulai fokus di desk ekonomi dan kini bertanggung jawab dalam peliputan berita seputar pasar modal.

Sebagai jurnalis, Yoga berkomitmen untuk menyajikan berita akurat, berimbang, dan berbasis data yang dihimpun dengan cermat. Prinsip jurnalistik yang dipegang memastikan bahwa setiap informasi yang disajikan tidak hanya faktual tetapi juga relevan bagi pembaca.