Logo
>

Dua Saham ini Diborong Asing, BUMI dan GOTO Tertekan

BRMS, NSSS, dan EMAS masuk radar akumulasi asing dengan net buy tertinggi, sementara PACK, GOTO, dan BUMI mencatat tekanan jual besar di tengah tingginya volume transaksi dua arah pada sesi pertama perdagangan

Ditulis oleh Yunila Wati
Dua Saham ini Diborong Asing, BUMI dan GOTO Tertekan
BRMS menjadi salah satu emiten yang banyak diburu asing pada perdagangan tengah hari, Selasa, 17 Maret 2026. (Foto: Dok BRMS)

KABARBURSA.COM – Pergerakan dana asing pada sesi pertama perdagangan Selasa, 17 Maret 2026, menunjukkan pergeseran arus transaksi yang cukup kontras antara saham-saham berbasis komoditas dan sejumlah saham berbasis teknologi maupun energi. Data mid day yang dirilis PT Mandiri Sekuritas mencatat aktivitas beli dan jual asing terfokus pada beberapa nama dengan volume yang menonjol di kedua sisi transaksi.

Di sisi pembelian, saham PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) menempati posisi teratas dengan net buy asing mencapai 46.082.900 saham. Total pembelian asing tercatat sebesar 170.598.800 saham, sementara penjualan berada di 124.515.900 saham. Selisih ini menempatkan BRMS sebagai saham dengan akumulasi bersih terbesar pada sesi pagi, dan mencerminkan intensitas transaksi yang tinggi di kedua sisi namun dengan dominasi pembelian.

Posisi berikutnya ditempati PT Mitra Pack Tbk (NSSS) dengan net buy sebesar 13.791.100 saham. Aktivitas beli asing pada saham ini tercatat mencapai 15.797.900 saham, jauh melampaui tekanan jual yang hanya berada di kisaran 2.006.800 saham. Pola ini menunjukkan perbedaan distribusi transaksi yang lebih terkonsentrasi pada sisi pembelian.

Sementara itu, PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) berada di posisi ketiga dengan net buy sebesar 13.754.800 saham. Total pembelian asing tercatat 34.202.900 saham, dibandingkan dengan penjualan sebesar 20.448.100 saham. Volume transaksi yang relatif besar di kedua sisi memperlihatkan aktivitas perdagangan yang aktif, dengan pembelian tetap mendominasi hingga pertengahan sesi.

Berpindah ke sisi sebaliknya, tekanan jual asing paling besar terjadi pada saham PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk (PACK) dengan net sell mencapai 274.933.500 saham. Total penjualan asing tercatat sebesar 683.930.700 saham, sementara pembelian berada di 408.997.200 saham. Selisih yang lebar ini menunjukkan dominasi aksi lepas oleh investor asing dalam jumlah besar pada sesi perdagangan pagi.

Saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) menyusul di posisi kedua dengan net sell sebesar 200.468.504 saham. Aktivitas jual asing mencapai 659.536.321 saham, dibandingkan pembelian sebesar 459.067.817 saham. Volume transaksi yang tinggi di kedua sisi mencerminkan likuiditas yang besar, namun tekanan jual tetap lebih dominan.

Selanjutnya, PT Bumi Resources Tbk (BUMI) mencatat net sell sebesar 134.512.300 saham. Total penjualan asing berada di 266.789.200 saham, sementara pembelian tercatat 132.276.900 saham. Selisih ini menempatkan BUMI sebagai salah satu saham dengan tekanan distribusi asing yang cukup besar pada sesi pertama perdagangan.

Perbandingan antara tiga saham teratas di sisi pembelian dan penjualan menunjukkan adanya perbedaan distribusi arus dana asing. Pada saham seperti BRMS dan EMAS, aktivitas transaksi terjadi dengan volume tinggi di kedua sisi namun dengan dominasi pembelian. 

Sementara pada saham seperti PACK, GOTO, dan BUMI, tekanan jual terlihat lebih besar meskipun tetap diiringi oleh volume pembelian yang signifikan.

Data ini merefleksikan dinamika arus transaksi asing yang bergerak aktif dalam satu sesi perdagangan, dengan konsentrasi volume pada saham-saham tertentu yang mencatatkan selisih signifikan antara pembelian dan penjualan hingga pertengahan hari perdagangan.(*)

Disclaimer:
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Yunila Wati

Telah berkarier sebagai jurnalis sejak 2002 dan telah aktif menulis tentang politik, olahraga, hiburan, serta makro ekonomi. Berkarier lebih dari satu dekade di dunia jurnalistik dengan beragam media, mulai dari media umum hingga media yang mengkhususkan pada sektor perempuan, keluarga dan anak.

Saat ini, sudah lebih dari 1000 naskah ditulis mengenai saham, emiten, dan ekonomi makro lainnya.

Tercatat pula sebagai Wartawan Utama sejak 2022, melalui Uji Kompetensi Wartawan yang diinisiasi oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), dengan nomor 914-PWI/WU/DP/XII/2022/08/06/79