Logo
>

EBITDA COIN Melonjak 156 Persen, Pendapatan Naik 181 Persen

Kinerja COIN terdorong lonjakan segmen derivatif yang tumbuh 7.623 persen dan menopang pendapatan sepanjang 2025.

Ditulis oleh Syahrianto
EBITDA COIN Melonjak 156 Persen, Pendapatan Naik 181 Persen
PT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN) mencatat pertumbuhan kinerja keuangan sepanjang 2025 dengan EBITDA mencapai Rp131,05 miliar atau naik 156,29 persen. (Foto: Dok. COIN)

KABARBURSA.COM – PT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN) mencatat pertumbuhan kinerja keuangan sepanjang 2025 dengan EBITDA mencapai Rp131,05 miliar atau naik 156,29 persen secara tahunan. Peningkatan ini terjadi seiring lonjakan pendapatan dan aktivitas perdagangan aset kripto.

Direktur Utama COIN Ade Wahyu menyatakan pertumbuhan kinerja didorong oleh kondisi pasar kripto yang membaik sepanjang 2025. “Tren pasar aset kripto di tahun 2025 memberikan dampak positif terhadap kinerja kedua anak perusahaan kami,” ujar Ade dalam keterangan resmi, Rabu, 1 April 2026.

Pendapatan COIN tercatat sebesar Rp284,75 miliar pada 2025 atau meningkat 181,12 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Kenaikan ini ditopang oleh pertumbuhan pada segmen perdagangan derivatif.

Segmen derivatif mencatat lonjakan pendapatan sebesar 7.623 persen secara tahunan menjadi Rp60,17 miliar. Kontribusinya mencapai 21,13 persen terhadap total pendapatan perusahaan.

Seiring dengan peningkatan pendapatan, laba bersih COIN tercatat sebesar Rp49,10 miliar atau tumbuh 14 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kinerja ini mencerminkan perbaikan profitabilitas di tengah peningkatan aktivitas transaksi.

Ade menyebut pertumbuhan jumlah konsumen dan adopsi produk menjadi faktor utama. “Jumlah konsumen yang terus bertambah serta adopsi produk derivatif menjadi kontributor utama bagi pertumbuhan kinerja Perseroan,” kata dia.

Dari sisi neraca, COIN mencatat penurunan liabilitas menjadi Rp53,71 miliar dari sebelumnya Rp234,99 miliar pada akhir 2024. Pada saat yang sama, total aset meningkat 5 persen menjadi Rp1,60 triliun.

Peningkatan aset tersebut didukung aktivitas operasional yang stabil, terutama dari transaksi pada segmen derivatif. Struktur keuangan perusahaan juga menunjukkan perbaikan seiring penurunan liabilitas.

Memasuki 2026, COIN melihat kondisi pasar berpotensi lebih dinamis seiring ketidakpastian ekonomi makro dan sentimen geopolitik. Namun, segmen derivatif dinilai masih memiliki peluang untuk tumbuh.

Produk derivatif disebut dapat dimanfaatkan sebagai instrumen lindung nilai di tengah volatilitas pasar. Hal ini menjadi salah satu faktor yang diharapkan tetap menopang kinerja perusahaan ke depan.

COIN merupakan perusahaan holding yang menaungi Bursa Kripto PT Central Finansial X (CFX) dan lembaga kustodian PT Kustodian Koin Indonesia (ICC). Kedua entitas tersebut telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Syahrianto

Jurnalis ekonomi yang telah berkarier sejak 2019 dan memperoleh sertifikasi Wartawan Muda dari Dewan Pers pada 2021. Sejak 2024, mulai memfokuskan diri sebagai jurnalis pasar modal.

Saat ini, bertanggung jawab atas rubrik "Market Hari Ini" di Kabarbursa.com, menyajikan laporan terkini, analisis berbasis data, serta insight tentang pergerakan pasar saham di Indonesia.

Dengan lebih dari satu tahun secara khusus meliput dan menganalisis isu-isu pasar modal, secara konsisten menghasilkan tulisan premium (premium content) yang menawarkan perspektif kedua (second opinion) strategis bagi investor.

Sebagai seorang jurnalis yang berkomitmen pada akurasi, transparansi, dan kualitas informasi, saya terus mengedepankan standar tinggi dalam jurnalisme ekonomi dan pasar modal.