KABARBURSA.COM – Emiten produsen air minum dalam kemasan PT Sariguna Primatirta Tbk (CLEO) terus memperkuat strategi pertumbuhan jangka panjang berbasis efisiensi energi dan keberlanjutan.
Di tengah ekspansi agresif jaringan pabrik dan distribusi, CLEO mencatatkan keberhasilan menurunkan emisi karbon hingga hampir 16.000 ton CO2e sepanjang periode 2022 sampai 2025, sejalan dengan target perseroan menuju net zero emission.
Berdasarkan data perusahaan, selama tiga tahun terakhir CLEO telah memproduksi energi listrik sebesar 18.333.240 kWh dari pembangkit listrik tenaga surya atau PLTS yang terpasang di sejumlah fasilitas produksi.
Kontribusi energi terbarukan tersebut menghasilkan penurunan emisi karbon sebesar 15.948 ton CO2e, sekaligus mencerminkan efisiensi biaya energi yang semakin relevan bagi kinerja ekonomi perusahaan di tengah dinamika harga energi nasional.
“Selaras dengan target pertumbuhan jangka panjang berkesinambungan yang ingin kami capai melalui ekspansi yang konsisten, CLEO terus mengedepankan langkah keberlanjutan. Salah satunya dengan melengkapi pabrik-pabrik milik Perseroan dengan PLTS,” ujar CEO CLEO, Melisa Patricia dalam keterangan resminya yang diterima KabarBursa.com dikutip Selasa, 27 Januari 2026.
Ia membeberkan memasuki awal tahun 2026, CLEO berencana menambah satu pabrik baru yang telah dilengkapi Pembangkit Listrik Tenaga Surya atau PLTS.
Dengan tambahan tersebut, total kapasitas PLTS terpasang milik perseroan akan meningkat menjadi 8 MWp. Menurut dia, langkah itu tidak hanya berkontribusi pada pengurangan emisi, tetapi juga memperkuat struktur biaya operasional jangka panjang melalui pemanfaatan energi mandiri yang lebih stabil.
Strategi keberlanjutan CLEO tidak berhenti pada pemanfaatan energi surya. Sejak tahun 2013 hingga 2025, perseroan telah menanam sebanyak 136.330 pohon, yang mayoritas merupakan pohon bakau.
Dari kegiatan tersebut, CLEO tercatat telah berkontribusi pada penyerapan karbon sebesar 1.826 ton CO2e. Program lingkungan ini menjadi bagian dari pendekatan perusahaan dalam menjaga keseimbangan antara ekspansi bisnis dan tanggung jawab ekologis.
Di sisi lain, aktivitas sosial dan lingkungan juga dijalankan melalui program bersih pantai. Pada 10 Januari 2026, CLEO melaksanakan kegiatan bersih Pantai Kedonganan, Bali, yang melibatkan relawan dan komunitas lokal.
Program ini merupakan bagian dari Gerakan #LangkahMurni CLEO, yang fokus pada pengurangan plastik sekali pakai sekaligus memperkuat citra perusahaan di mata konsumen dan pemangku kepentingan.
Khusus di Bali, CLEO juga menyesuaikan strategi produk dan operasional sejalan dengan regulasi daerah yang melarang peredaran kemasan plastik di bawah 1 liter.
Di wilayah tersebut, CLEO hanya memasarkan produk yang sesuai dengan kebijakan, seperti Cleo Praktis 1 Liter dan Cleo Eco Lite, yang secara tidak langsung mendorong pergeseran portofolio produk ke segmen bernilai tambah lebih tinggi.
“Di Bali, CLEO juga telah menyesuaikan seluruh fasilitas produksi menyesuaikan aturan AMDK di Bali, yang melarang peredaran kemasan plastik di bawah 1 liter. Oleh karenanya, di wilayah tersebut CLEO hanya memasarkan produk-produk yang sesuai dengan kebijakan tersebut seperti produk Cleo Praktis 1 Liter, Cleo Eco Lite, dan produk lainnya yang mendukung pengurangan sampah plastik,” imbuh Melisa.
Dari sisi ekspansi bisnis, CLEO saat ini telah mengoperasikan 32 pabrik yang tersebar di hampir seluruh wilayah Indonesia. Pada tahun ini, perseroan menargetkan pengoperasian tiga pabrik baru yang masing-masing berlokasi di Palu, Pontianak, dan Pekanbaru.
Penambahan kapasitas produksi itu diharapkan memperkuat penetrasi pasar regional sekaligus menekan biaya distribusi melalui kedekatan dengan konsumen akhir.
Ekspansi yang konsisten tersebut tercermin pada kinerja keuangan perusahaan. Hingga laporan keuangan kuartal III tahun 2025, CLEO mencatatkan pertumbuhan penjualan sebesar enam persen secara tahunan menjadi Rp2,09 triliun.
Pertumbuhan itu melampaui rata-rata industri AMDK yang berada di kisaran lima persen per tahun, menunjukkan daya saing model bisnis CLEO di tengah persaingan yang ketat.
“CLEO terus berupaya melanjutkan kinerja positif setiap tahunnya, secara proaktif terus mencermati perkembangan dinamika pasar agar dapat menghadirkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan pelanggan, serta terus melanjutkan ekspansi ke wilayah-wilayah potensial sebagai bagian dari pelaksanaan strategi pertumbuhan jangka panjang,” ujar Melisa. (*)