Market Watch

13 Jul 2026

BKDP 135 +31,07%
LAND 79 +25,40%
VKTR 650 +25,00%
ATAP 555 +24,44%
OASA 310 +24,00%
KIOS 108 +22,73%
MHKI 140 +17,65%
SMLE 127 +17,59%
SQMI 61 +15,09%
KONI 3.300 +13,79%
AGII 3.240 +11,72%
BIPP 70 +11,11%
GPSO 314 +10,56%
RODA 65 +10,17%
SAGE 33 +10,00%
KKES 67 +9,84%
UDNG 1.380 +9,52%
MAPB 920 +9,52%
AIMS 448 +9,27%
ISAP 24 +9,09%
NANO 24 +9,09%
VERN 160 +8,84%
TAMA 168 +8,39%
BNBR 93 +8,14%
BKDP 135 +31,07%
LAND 79 +25,40%
VKTR 650 +25,00%
ATAP 555 +24,44%
OASA 310 +24,00%
KIOS 108 +22,73%
MHKI 140 +17,65%
SMLE 127 +17,59%
SQMI 61 +15,09%
KONI 3.300 +13,79%
AGII 3.240 +11,72%
BIPP 70 +11,11%
GPSO 314 +10,56%
RODA 65 +10,17%
SAGE 33 +10,00%
KKES 67 +9,84%
UDNG 1.380 +9,52%
MAPB 920 +9,52%
AIMS 448 +9,27%
ISAP 24 +9,09%
NANO 24 +9,09%
VERN 160 +8,84%
TAMA 168 +8,39%
BNBR 93 +8,14%
Market Hari Ini 16 Jul 2026 Penulis: Syahrianto Editor: Syahrianto

Elnusa (ELSA) Terapkan Teknologi CEOR Lepas Pantai, Seperti Apa?

Elnusa berhasil mengimplementasikan metode Chemical Enhanced Oil Recovery (CEOR) lepas pantai pertama di Indonesia pada Lapangan Rama milik PHE OSES.

Elnusa berhasil terapkan teknologi CEOR lepas pantai pertama di Indonesia pada Lapangan Rama. Simak inovasi injeksi polimer untuk dongkrak produksi migas nasion

PT Elnusa Tbk (ELSA) resmi mengimplementasikan teknologi Chemical Enhanced Oil Recovery (CEOR) atau injeksi polimer untuk optimalisasi produksi minyak di lapangan migas tua (mature field). (Foto: Dok. Elnusa)
PT Elnusa Tbk (ELSA) resmi mengimplementasikan teknologi Chemical Enhanced Oil Recovery (CEOR) atau injeksi polimer untuk optimalisasi produksi minyak di lapangan migas tua (mature field). (Foto: Dok. Elnusa)

Daftar Isi

  1. 01 Elnusa Genjot Investasi Strategis Jasa Hulu Migas
  2. 02 Modernisasi Alat Dongkrak Kapasitas Survei dan Sumur

KABARBURSA.COM – PT Elnusa Tbk (Elnusa) sukses memperkuat perannya sebagai perusahaan jasa energi berbasis teknologi mutakhir di dalam negeri. Emiten berkode saham ELSA ini berhasil mengimplementasikan metode pemulihan minyak tingkat lanjut atau Chemical Enhanced Oil Recovery (CEOR) lepas pantai pertama di Indonesia pada Senin, 13 Juli 2026. Penerapan perdana sistem ini difokuskan pada proyek percontohan Lapangan Rama milik Pertamina Hulu Energi Offshore Southeast Sumatra (PHE OSES).

"Keberhasilan implementasi CEOR lepas pantai ini menunjukkan bahwa inovasi dan kolaborasi merupakan kunci dalam menjawab tantangan peningkatan produksi migas nasional," ujar Corporate Secretary Elnusa , Rustam Aji, pada Senin, 13 Juli 2026 dalam siaran pers resmi. 

Menurutnya, proyek strategis nasional ini menjadi bukti nyata bahwa kapabilitas industri dalam negeri mampu menghadirkan solusi bernilai tambah tinggi bagi ketahanan energi.

Rustam menambahkan bahwa bagi Elnusa, pencapaian ini bukan sekadar keberhasilan dalam penerapan aspek teknologi baru di lapangan. Keberhasilan operasi perdana tersebut menjadi pembuktian komparatif atas kualitas serta kompetensi para pekerja ahli nasional di sektor hulu minyak dan gas bumi. Manajemen meyakini penguatan teknologi ini akan memperkokoh posisi tawar perusahaan di pasar penyedia jasa energi regional.

Inovasi berbasis injeksi polimer (polymer flooding) lepas pantai ini menjadi terobosan penting bagi optimalisasi sumur minyak bumi nasional. Langkah transformasi teknologi ini ditujukan untuk memacu kembali produktivitas lapangan minyak berumur tua yang telah memasuki fase penurunan produksi alami (mature field). Sinergi korporasi tersebut sekaligus mendukung program pemerintah dalam mengejar target pengangkatan minyak nasional.

Capaian bersejarah ini terwujud berkat adanya jalinan kerja sama strategis antara SKK Migas, PT Pertamina (Persero), PHE OSES, dan Elnusa Group. Seluruh pihak berkolaborasi aktif dalam merancang solusi teknologi terintegrasi yang mampu meningkatkan faktor perolehan minyak bumi dari perut bumi. Momentum peluncuran ditandai melalui upacara resmi dimulainya injeksi polimer perdana pada Rabu, 8 Juli 2026.

"Ke depan, pengalaman dan kapabilitas yang terbentuk melalui proyek ini diharapkan dapat direplikasi pada berbagai lapangan migas lainnya," kata Rustam Aji. 

Langkah standardisasi tersebut dinilai penting agar kontribusi seluruh entitas anak usaha terhadap ketahanan pasokan energi nasional semakin besar secara berkelanjutan.

Ia menjelaskan pihak manajemen memberikan apresiasi tinggi atas sinergi erat yang telah dibangun oleh seluruh pemangku kepentingan hulu migas. Ekosistem kolaborasi yang sehat terbukti mampu mempercepat proses transfer teknologi dari tahap perencanaan hingga eksekusi nyata di lapangan lepas pantai. Pihaknya optimistis proyek percontohan ini akan memicu adopsi teknologi serupa di wilayah kerja migas lainnya.

Di dalam pelaksanaan operasional di lapangan, perusahaan memberikan mandat kepada anak usahanya yakni PT Elnusa Petrofin sebagai pelaksana utama. Anak usaha tersebut bertindak sebagai penyedia solusi layanan terintegrasi hulu ke hilir sepanjang proyek percontohan berjalan. Alur kerja dimulai dari pemenuhan material polimer khusus, penyediaan unit injeksi polimer, hingga manajemen teknis operasi di atas anjungan.

Keterlibatan aktif ini memperlihatkan kedalaman kapabilitas internal grup perseroan dalam mengeksekusi proyek dengan tingkat kesulitan operasional tinggi. Keberhasilan mitigasi risiko operasional di lepas pantai menjadi portofolio berharga bagi komersialitas bisnis perseroan di masa depan. Manajemen siap membuka peluang kemitraan baru untuk penerapan metode pemulihan minyak tingkat lanjut di sumur migas domestik.

Aktivitas pengerjaan di atas anjungan lepas pantai Lapangan Rama juga mendapatkan perhatian khusus dari para pimpinan tertinggi otoritas minyak nasional. Kepala SKK Migas bersama Direktur Utama Pertamina dilaporkan turut memantau langsung proses operasional para pekerja teknis di lapangan. Kunjungan kerja tersebut sekaligus menjadi media pemberian apresiasi atas dedikasi insan perseroan dalam menuntaskan agenda strategis nasional.

Sebagai korporasi jasa energi terintegrasi dengan pengalaman lebih dari 56 tahun, ELSA berkomitmen untuk terus meningkatkan nilai kompetensi operasionalnya. Rencana kerja jangka panjang perseroan akan difokuskan pada riset pengembangan teknologi mandiri serta penguatan peralatan utama. Pendekatan ini diharapkan mampu menstimulasi pertumbuhan bisnis industri minyak dan gas bumi secara berkelanjutan di masa depan.

Elnusa Genjot Investasi Strategis Jasa Hulu Migas

Elnusa resmi merealisasikan investasi strategis pada lini bisnis jasa hulu migas hingga periode Mei 2026. Langkah korporasi ini ditempuh perusahaan guna memperkuat fondasi pertumbuhan jangka panjang serta meningkatkan kapasitas layanan operasional di sektor energi nasional. 

Emiten anak usaha PT Pertamina Hulu Energi yang tergabung dalam Subholding Upstream Pertamina ini mengarahkan modal kerja tersebut untuk memodernisasi kapabilitas teknologi perseroan.

"Investasi yang kami lakukan bukan semata penambahan aset, tetapi merupakan langkah strategis untuk memperkuat kapabilitas, meningkatkan produktivitas, dan menangkap peluang pertumbuhan," kata Direktur Pengembangan Usaha Elnusa Arief Prasetyo Handoyo dalam siaran pers resmi pada Kamis, 25 Juni 2026. 

Ia menyebutkan bahwa peningkatan portofolio ini disesuaikan dengan kebutuhan riil pasar saat ini. Manajemen berkomitmen untuk mengoptimalkan penyerapan modal kerja demi memberikan imbal hasil yang berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan.

Arief Prasetyo Handoyo menjelaskan bahwa investasi yang direalisasikan perusahaan berfokus penuh pada penguatan kompetensi inti (core competency) perseroan sebagai penyedia jasa energi terintegrasi. 

Segmen jasa hulu migas hingga saat ini diakui masih menjadi salah satu kontributor utama bagi pertumbuhan kinerja pendapatan dan laba bersih perusahaan. Melalui portofolio investasi yang terukur, langkah ekspansi ini diharapkan dapat mendongkrak daya saing aset tetap perseroan di lapangan.

Modernisasi Alat Dongkrak Kapasitas Survei dan Sumur

Perusahaan mengarahkan belanja modal tersebut untuk memperbarui serta menambah keandalan armada peralatan operasional pada beberapa lini jasa utama. Pada lini Marine Site Survey (MSS), perseroan memperkuat layanan Survey Topography & Positioning Services melalui investasi peralatan Navigasi STPS terbaru. 

Dukungan teknologi seperti Differential Global Navigation Satellite System (DGNSS), Side Scan Sonar, dan Marine Magnetometer diintegrasikan untuk meningkatkan akurasi survei lepas pantai (offshore).

Sementara itu, lini Pressure & Pumping Services (PPS) diperkuat melalui penambahan Coiled Tubing Unit dengan teknologi pemantauan dan pemodelan terkini. Investasi ini ditargetkan mampu meningkatkan kapasitas layanan well intervention yang saat ini menunjukkan prospek pasar positif seiring meningkatnya aktivitas kerja ulang sumur (workover). 

Perseroan juga mendatangkan Cementing Unit generasi terbaru untuk menekan biaya operasional jangka panjang sekaligus memperkuat posisi kompetitif layanan penyemenan sumur.

"Dengan portofolio investasi yang terukur dan berbasis kebutuhan pasar, Elnusa optimistis dapat memperkuat kinerja operasional harian," ujar Arief Prasetyo Handoyo. 

Ia menegaskan bahwa setiap rupiah anggaran belanja modal yang dikeluarkan telah melalui kajian keekonomian yang mendalam guna memastikan tingkat pengembalian yang optimal. Transparansi dalam penyerapan anggaran menjadi komitmen utama perusahaan demi menjaga kepercayaan dari seluruh investor.

Arief Prasetyo Handoyo menambahkan bahwa penambahan kapasitas ini juga menyasar lini Non Seismic Survey melalui pemanfaatan perangkat Passive Geobit C100. Alat ini diaplikasikan untuk mendukung kebutuhan survei dan pemantauan bawah permukaan bumi secara lebih komprehensif bagi para pelanggan. 

Di sisi lain, investasi pada peralatan Electric Wireline Logging (EWL) dilakukan guna menjaga keberlanjutan layanan offshore cased hole workover dan well services di masa mendatang.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Follow KabarBursa di Google News

Dapatkan berita terbaru KabarBursa langsung dari Google News.

Follow Google News

Disclaimer

Seluruh informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk menambah wawasan dan referensi pembaca mengenai pasar modal, ekonomi, bisnis, dan investasi. Informasi, opini, maupun analisis yang dimuat tidak dapat dijadikan sebagai ajakan, rekomendasi, atau saran untuk membeli maupun menjual instrumen investasi tertentu. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. KabarBursa.com tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian maupun konsekuensi yang timbul dari penggunaan informasi dalam artikel ini.

Jurnalis & Penulis
Syahrianto
Ass. Redaktur

Syahrianto

Jurnalis ekonomi dan pasar modal yang berpengalaman dalam menulis, menyunting, dan mengkurasi naskah harian serta konten analisis mendalam (in-depth analysis) seperti Insight Daily dan Insight Emiten yang berbasis data dan SEO. Secara reguler, mengarahkan reporter dan berkolaborasi dengan redaksi maupun lintas dividi, sekaligus bertindak sebagai penyusun, pengkonsep, dan host webinar mingguan KabarBursa Insight Emiten. Kini telah terverifikasi Wartawan Madya dari Dewan Pers (20183-LKBN ANTARA/Wdya/DP/II/2026/01/11/96).

Lihat Karya Penulis Lainnya

Berita Terkait