Logo
>

EXCL Rebound ke 3.150, Supply Menumpuk Tahan Laju

Harga EXCL naik ke 3.150, namun antrean jual masih dominan. ARPU naik, tapi tekanan pelanggan dan capex besar jadi tantangan ke depan.

Ditulis oleh Yunila Wati
EXCL Rebound ke 3.150, Supply Menumpuk Tahan Laju
EXCL sedang dalam mode bertahan, harga perlahan naik namun tebalnya offer menahan laju kenaikan tersebut. (Foto: dok XL Axiata)

KABARBURSA.COM –Saham PT XL Axiata Tbk (EXCL) berhasil rebound dan memperlihatkan upaya bertahan di tengah tekanan yang masih membayangi sektor telekomunikasi. Harga pembukaan yang tercatat berada di level 3.150, menguat tipis 1,94 persen dari penutupan sebelumnya 3.090, menunjukkan ketahanan tersebut.

Dalam perdagangan pagi ini, 10 April 2024, saham sempat menyentuh level tertinggi 3.170 dan bergerak di rentang sempit sejak pembukaan di 3.110. Nilai transaksinya sebanyak Rp5,4 miliar dengan rata-rata harga 3.134. Aktivitas masih terjaga meskipun belum menunjukkan lonjakan signifikan.

Jika ditarik ke struktur orderbook, keseimbangan belum sepenuhnya terbentuk. Di sisi bid, antrean terbesar terlihat di level 3.130 dengan 2.010 lot dan 3.140 dengan 1.192 lot. Adanya penopang harga dalam jarak dekat. 

Namun, sisi offer terlihat lebih tebal, terutama di level 3.180 dengan 3.633 lot serta 3.200 dengan 3.705 lot. Penebalan di sisi offer ini menciptakan lapisan resistensi bertingkat di atas harga saat ini. 

Total antrean offer yang mencapai 55.564 lot dengan frekuensi 985 kali, jauh lebih besar dibandingkan bid yang berada di 24.841 lot dengan frekuensi 578 kali. Struktur ini yang kemudian memperlihatkan bahwa tekanan jual masih lebih dominan dalam konteks antrian pasar.

Buy on Weakness di Rentang Berapa?

Kondisi tersebut berjalan seiring dengan rekomendasi teknikal yang menempatkan EXCL dalam fase korektif. Posisi harga yang sempat turun ke 3.090 dan kini kembali ke 3.150 menunjukkan adanya reaksi beli, namun masih berada dalam kerangka wave (C) dari wave [B]. 

Artinya, pergerakan saat ini masih menjadi bagian dari fase koreksi yang belum sepenuhnya selesai, dengan potensi pengujian ulang area bawah sebelum melanjutkan arah berikutnya.

Zona buy on weakness yang berada di rentang 2.980 hingga 3.060 menjadi titik yang relevan dalam struktur ini. Harga saat ini sudah berada di atas area tersebut, dan menunjukkan bahwa fase akumulasi teknikal telah mulai dilalui. 

Namun, keberlanjutan pergerakan akan sangat bergantung pada kemampuan harga menembus lapisan offer yang cukup tebal di atas 3.170 hingga 3.200, yang sejauh ini masih menjadi penghambat utama.

Basis Pelanggan Turun

Di sisi fundamental, EXCL membawa dinamika yang tidak sederhana. Jumlah pelanggan mencapai 73 juta pada 2025, tetapi terjadi penurunan pada segmen nirkabel sebesar 8 persen secara kuartalan serta fixed broadband yang turun 1 persen kuartalan dan 9 persen tahunan menjadi 0,94 juta. 

Di tengah penurunan basis pelanggan, peningkatan ARPU kuartal IV ke Rp44.800 dari Rp38.900 menjadi indikator bahwa strategi monetisasi data mulai memberikan dampak, meskipun secara tahunan ARPU masih lebih rendah dibandingkan 2024.

Struktur pendapatan masih bertumpu pada layanan GSM dan data digital dengan kontribusi Rp38,5 triliun dari total Rp41,91 triliun. Ekspansi infrastruktur yang agresif dengan 225.649 BTS, termasuk 4.864 BTS 5G, menunjukkan arah penguatan jaringan. 

Namun, langkah ini juga membawa konsekuensi pada kebutuhan belanja modal 2026 di kisaran Rp15–20 triliun yang berpotensi menekan arus kas bebas.

Perbedaan Pendapat Analis

Di pasar, pandangan terhadap EXCL masih terbelah. JP Morgan menempatkan rating underweight dengan target harga Rp1.600, sementara konsensus analis masih melihat potensi kenaikan dengan target rata-rata Rp3.614,26. 

Perbedaan ini mencerminkan dua sisi yang berjalan bersamaan, antara risiko kompetisi yang meningkat dan potensi pertumbuhan dari monetisasi data serta efisiensi pasca integrasi jaringan.

Dalam keseluruhan pergerakan hari ini, EXCL berada di titik yang menarik namun belum sepenuhnya stabil. Harga mulai bergerak naik dari area bawah, tetapi masih berhadapan dengan tekanan supply yang cukup tebal di orderbook. 

Di sisi fundamental, perbaikan mulai terlihat dari ARPU, namun tantangan tetap muncul dari penurunan pelanggan dan kebutuhan belanja modal yang besar. Pergerakan berikutnya akan sangat ditentukan oleh kemampuan harga menembus resistensi terdekat sekaligus menjaga posisi di atas area akumulasi yang telah dilewati.(*)

Disclaimer:
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Yunila Wati

Telah berkarier sebagai jurnalis sejak 2002 dan telah aktif menulis tentang politik, olahraga, hiburan, serta makro ekonomi. Berkarier lebih dari satu dekade di dunia jurnalistik dengan beragam media, mulai dari media umum hingga media yang mengkhususkan pada sektor perempuan, keluarga dan anak.

Saat ini, sudah lebih dari 1000 naskah ditulis mengenai saham, emiten, dan ekonomi makro lainnya.

Tercatat pula sebagai Wartawan Utama sejak 2022, melalui Uji Kompetensi Wartawan yang diinisiasi oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), dengan nomor 914-PWI/WU/DP/XII/2022/08/06/79